Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Negosiasi Nuklir Memanas, Iran dan AS Saling Kirim Ancaman Militer

by dimas
Februari 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat belum benar-benar menghasilkan kesepakatan. Sebaliknya, suasana justru dipenuhi ancaman terbuka. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperingatkan bahwa kapal perang Amerika bisa “dikirim ke dasar laut” jika konfrontasi militer terjadi.

Khamenei menyampaikan pernyataan itu saat delegasi kedua negara kembali duduk di meja perundingan di Jenewa, Selasa (17/2/2026). Namun, alih-alih meredakan ketegangan, pernyataan tersebut justru memperlihatkan betapa rapuhnya jalur diplomasi yang sedang berjalan.

Melalui unggahan di platform X, Khamenei merespons laporan tentang kehadiran kapal perang Amerika di dekat wilayah Iran. Ia tidak menyangkal kekuatan militer Washington, tetapi ia mengingatkan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menghancurkannya.

“Orang-orang Amerika mengatakan mereka mengirim kapal perang. Tapi ada senjata yang bisa mengirim kapal itu ke dasar laut,” tulisnya.

Ia juga menantang klaim superioritas militer Amerika. Menurutnya, kekuatan terbesar sekalipun tetap bisa runtuh jika menghadapi perlawanan yang tepat.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Pernyataan itu mengirim pesan politik Iran tidak akan tunduk di bawah tekanan militer.

Diplomasi Berjalan, Kapal Induk Bergerak

Di sisi lain, Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan meja perundingan. Washington justru memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa AS mengerahkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, ke kawasan tersebut. Kapal itu akan bergabung dengan armada militer Amerika yang sudah lebih dulu siaga.

Langkah ini memperlihatkan strategi ganda Amerika bernegosiasi sambil menunjukkan kekuatan.

Trump bahkan secara terbuka memperingatkan Iran. Ia mengatakan kegagalan perundingan akan membawa konsekuensi serius.

“Ini akan menjadi hari yang buruk bagi Iran,” tegasnya.

Pernyataan ini memperjelas satu hal diplomasi berjalan di bawah bayang-bayang ancaman militer.

Luka Lama Perjanjian Nuklir yang Belum Sembuh

Ketegangan saat ini berakar dari keputusan Amerika pada 2018. Saat itu, Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang sebelumnya disepakati pada era Presiden Barack Obama.

Perjanjian itu sebenarnya membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Namun, setelah Amerika keluar, sanksi kembali diberlakukan. Ekonomi Iran terpukul. Nilai mata uang anjlok. Inflasi melonjak. Ketidakpuasan publik pun meledak menjadi gelombang demonstrasi.

Laporan aktivis menyebut lebih dari 6.000 orang tewas dalam aksi protes yang dipicu krisis ekonomi tersebut.

Artinya, konflik nuklir bukan hanya soal bom. Konflik itu juga soal kehidupan sehari-hari rakyat Iran.

Selat Hormuz Jadi Panggung Ancaman Nyata

Ketegangan semakin nyata ketika Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz. Jalur ini bukan sembarang perairan. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut.

Jika konflik pecah, dampaknya tidak akan berhenti di Iran atau Amerika.

Harga minyak bisa melonjak. Inflasi global bisa meningkat. Negara berkembang bisa menjadi korban pertama.

Bagi masyarakat dunia, konflik ini berarti satu hal sederhana hidup menjadi lebih mahal.

Dunia Menunggu, Tapi Rakyat yang Menanggung

Di atas meja diplomasi, para pemimpin berbicara tentang strategi, kekuatan, dan kepentingan nasional.

Namun, di luar ruangan itu, rakyat biasa menghadapi konsekuensi nyata.

Rakyat Iran menghadapi sanksi dan krisis ekonomi. Sementara itu, masyarakat dunia menghadapi ancaman kenaikan harga energi.

Negosiasi mungkin berbicara tentang uranium. Namun dampaknya selalu berakhir di dapur.

Sebab dalam konflik global, yang paling cepat merasakan dampaknya bukan para pemimpin melainkan mereka yang tidak pernah ikut menandatangani perjanjian apa pun. @dimas

Tags: Ali KhameneiDonald TrumpGeopolitikGlobalKeteganganKonflik DuniaKrisis GlobalMiliterNuklirperangPerang IranPolitik IndonesiaSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

Next Post
Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu di Semarang

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu di Semarang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id