Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

UU Sudah Ada: Masuk Gedung Wajib Serahkan KTP Aman atau Masalah Baru?

by teguh
Februari 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Datang ke gedung perkantoran, lalu petugas meminta KTP di meja resepsionis. Situasi ini terasa biasa. Banyak orang langsung menyerahkan kartu identitas tanpa bertanya. Alasannya sederhana kalau tidak patuh, akses ditolak.

Namun kebiasaan ini memicu kritik serius. Peneliti Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM), Parasurama Pamungkas, menilai praktik tersebut melanggar prinsip pelindungan data pribadi. Ia menegaskan, pengelola sering mengumpulkan data yang tidak relevan dengan tujuan kunjungan.

“Pengumpulan data pribadi yang sebenarnya tidak relevan dengan aktivitas yang kita lakukan, seperti masuk tower atau daftar akun, itu merupakan ketidakpatuhan terhadap prinsip-prinsip pelindungan data pribadi,” ujar Parasurama kepada CNBC Indonesia, Senin (16/02/2026).

Aturan Ada, Pengawasan Mandek

Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi sejak 2022. Regulasi ini menjamin hak warga atas data mereka dan mengancam sanksi bagi perusahaan maupun institusi pemerintah yang lalai.

Masalahnya, pemerintah belum membentuk badan pengawas pelindungan data pribadi seperti yang diperintahkan undang-undang. Tenggat pembentukan lembaga itu jatuh pada 17 Oktober 2024. Hingga kini, publik belum melihat realisasinya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Kondisi ini menciptakan celah. Pengelola gedung tetap meminta KTP atau memindai wajah tanpa menjelaskan tujuan yang jelas dan terbatas. Mereka memegang data, tetapi publik tidak mengetahui bagaimana mereka menyimpannya.

Parasurama menekankan, pengendali data harus mengumpulkan informasi secara relevan dan proporsional. Jika pengelola memproses data untuk tujuan lain, mereka kehilangan dasar hukum.

Gedung Aman, Warga Rentan

Pengelola gedung tentu memperoleh keuntungan. Mereka bisa mengontrol akses dan melacak pengunjung jika terjadi insiden. Sistem ini memberi rasa aman secara administratif.

Namun masyarakat menanggung risiko yang lebih besar. KTP memuat Nomor Induk Kependudukan, alamat, dan informasi sensitif lain. Jika kebocoran terjadi, pelaku kejahatan bisa memanfaatkan data tersebut untuk pinjaman online ilegal, penipuan, hingga pemalsuan identitas.

Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menegaskan bahwa foto selfie dan KTP bukan alat identifikasi resmi menurut Dukcapil. Artinya, sistem itu belum tentu menjamin akurasi.

Ia juga mengingatkan, keamanan bergantung sepenuhnya pada cara pengelola menyimpan data. Jika mereka abai, kebocoran hanya soal waktu. “Kalau dia tidak menyimpan dengan aman ya kalau data bocor ya selesai juga,” kata Alfons.

Lebih jauh lagi, teknologi kecerdasan buatan mempermudah manipulasi wajah. Pelaku bisa mengolah foto yang bocor untuk membuat identitas palsu. Risiko ini nyata dan terus berkembang.

Privasi Bukan Pilihan Tambahan

Pengelola gedung sebenarnya bisa mencari solusi lain. Mereka bisa menerapkan kartu akses sementara tanpa menyimpan salinan KTP. Mereka juga bisa membatasi pencatatan hanya pada nama dan tujuan kunjungan.

Parasurama menegaskan, privasi harus hadir sejak perancangan sistem, bukan sekadar tambahan belakangan. Jika akses gedung mensyaratkan penyerahan data sensitif tanpa opsi lain, maka pengelola memaksa warga menukar hak privasi dengan kebutuhan aktivitas.

Kita mungkin menganggap praktik ini sepele. Kita menyerahkan KTP demi rapat satu jam. Namun data itu bisa tersimpan jauh lebih lama dari durasi kunjungan.

Pertanyaannya sederhana saat kita keluar gedung, apakah data kita ikut keluar, atau justru menetap tanpa kendali?. @teguh

Tags: AmanData PribadiPrivasiRegulasiSanksiSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Ikan Bandeng: Rahasia Makna Ikan di Balik Perayaan Imlek

Ikan Bandeng: Rahasia Makna Ikan di Balik Perayaan Imlek

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id