Minggu, Juni 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jalur Cangar-Pacet: Indahnya Pegunungan dan Gelapnya Kisah di Tikungan Terakhir

by dimas
April 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Di balik kelokan tajam dan kabut tebal jalur Cangar–Pacet, sebuah jalan yang dikenal indah sekaligus ekstrem, tersimpan kisah-kisah pilu yang tak selalu terlihat oleh mata pengendara. Jalur pegunungan yang menghubungkan Kota Batu dan Mojokerto ini bukan sekadar lintasan alternatif, tetapi juga ruang sunyi yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan akibat rentetan peristiwa tragis. Di tengah derasnya arus kendaraan yang melintas perlahan di tikungan curam, jembatan-jembatan di kawasan ini justru berubah menjadi titik yang meninggalkan luka dan tanda tanya bagi warga sekitar.

Tabooo.id: Regional – Jalur Cangar-Pacet yang melintasi kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah peristiwa tragis terjadi dalam waktu berdekatan di sekitar Jembatan Cangar, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Aparat kepolisian masih menangani dan mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan jalur ekstrem tersebut.

Di balik bentang alam pegunungan antara Gunung Arjuno-Welirang dan Pegunungan Anjasmoro, jalur Cangar-Pacet menyimpan sisi lain yang lebih gelap. Medan curam, tikungan tajam, serta jalan yang sepi membuat kawasan ini dikenal sebagai salah satu jalur paling berisiko di Jawa Timur. Dalam waktu yang berdekatan, warga menemukan dua korban meninggal di bawah Jembatan Cangar, yang langsung memicu keresahan luas di masyarakat.

Seorang warga setempat, Tukiman (75), menyebut peristiwa itu terjadi berulang dalam waktu singkat.

“Belum ada satu bulan, sudah dua kali kejadian seperti itu. Dulu tidak pernah seperti ini,” ujarnya.

Jalur Pegunungan yang Jadi Opsi Cepat, Tapi Berisiko

Jalur di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut ini menjadi penghubung utama antara Kota Batu dan Mojokerto. Banyak pengendara memilih jalur ini karena bisa memangkas waktu perjalanan dibandingkan jalur utama.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Namun di balik kecepatan itu, risiko besar terus mengintai. Saat hujan turun, jalan menjadi licin, pandangan terbatas, dan potensi bencana meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto mengingatkan bahwa kondisi paling berbahaya justru muncul setelah hujan deras. Air yang masuk ke tanah membuat struktur menjadi labil dan meningkatkan risiko longsor.

“Dua jam setelah hujan, kondisi paling rawan. Tanah mulai bergerak dan retakan bisa berkembang,” jelas Abdul Khakim, Kabid Kedaruratan BPBD Mojokerto.

Jembatan Cangar: Titik Sunyi yang Menjadi Sorotan

Di antara kelokan jalan, berdiri Jembatan Cangar yang terdiri dari dua struktur hampir serupa. Siang hari, jembatan ini terlihat biasa. Namun dalam beberapa waktu terakhir, lokasi ini menjadi perhatian karena rangkaian peristiwa tragis yang terjadi di sekitarnya.

Warga menyebut situasi ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Jalur Lama dengan Risiko yang Tidak Pernah Hilang

Bagi masyarakat lokal, Cangar-Pacet bukan hanya jalur alternatif. Jalur ini sudah digunakan sejak masa kolonial, bahkan jejaknya diyakini sudah ada sejak era Majapahit sebagai akses pegunungan dan jalur ekonomi.

Namun perubahan zaman tidak mengubah karakter alamnya. Longsor, pohon tumbang, dan kecelakaan tetap terjadi berulang kali di jalur ini. Salah satu insiden terbesar terjadi pada April 2025 ketika longsor merenggut 10 korban jiwa dalam satu kejadian.

Antara Keindahan dan Ancaman yang Terus Berulang

Sepanjang jalur, wisata alam seperti pemandian air panas Cangar, air terjun, hingga kebun apel berdiri berdampingan dengan tikungan tajam dan jurang dalam. Keindahan itu berjalan seiring dengan risiko yang tidak bisa diabaikan.

Sejarawan menyebut jalur ini sudah lama menjadi bagian penting mobilitas pegunungan. Namun hingga kini, karakter ekstremnya tetap bertahan.

Jalur yang Indah, Tapi Tidak Memberi Ruang Lengah

Cangar-Pacet terus menghadirkan paradoks semakin indah pemandangannya, semakin besar pula risikonya. Setiap kendaraan yang melintas membawa satu hal yang sama kewaspadaan penuh.

Dan di balik kabut yang turun setiap sore, satu pertanyaan tetap menggantung di jalur ini apakah keselamatan benar-benar sebanding dengan keindahan yang ditawarkan?

Keindahan Cangar-Pacet mungkin tidak berubah. Tapi cara kita memandang dan melintasinya harus ikut berubah sebelum jalur ini kembali menambah cerita pilu berikutnya. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Plain Packaging dan Perang Baru Industri Rokok

Plain Packaging dan Perang Baru Industri Rokok

by teguh
Juni 14, 2026

Di rak minimarket, perang itu berlangsung tanpa suara. Puluhan bungkus rokok berjejer rapi. Masing-masing berlomba menarik perhatian dalam hitungan detik....

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

by teguh
Juni 14, 2026

Pemerintah kembali memperketat pengendalian produk tembakau. Kali ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan aturan yang menyasar salah satu aset paling penting...

Sekolah Negeri Tak Cukup: 77 Ribu Calon Siswa Jadi Korban Sistem

Sekolah Negeri Tak Cukup: 77 Ribu Calon Siswa Jadi Korban Sistem

by teguh
Juni 14, 2026

Sabtu malam seharusnya menjadi momen lega bagi ribuan keluarga di Jawa Barat. Namun ketika hasil Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB)...

Next Post
Langit Indonesia Dimasuki Tanpa Izin: Kenapa Pesawat Asing Bisa Sebebas Itu?

Langit Indonesia Dimasuki Tanpa Izin: Kenapa Pesawat Asing Bisa Sebebas Itu?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id