Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

DPR Desak Langkah Preventif Atasi Inflasi Menjelang Ramadhan

by dimas
Februari 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pemerintah harus memprioritaskan pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat menjelang Ramadhan 2026. Ia memperingatkan lonjakan harga pangan bisa langsung memukul rumah tangga menengah dan bawah, yang paling rentan terhadap kenaikan biaya kebutuhan pokok.

“Setiap Ramadhan, konsumsi meningkat dan tekanan harga bisa muncul. Karena itu, negara harus hadir lebih awal, memastikan instrumen kebijakan bekerja sebelum gejolak terjadi,” ujar Misbakhun dalam siaran pers, Senin (16/2/2026).

Politikus Partai Golkar ini menekankan pola musiman kenaikan permintaan bahan pokok bisa diprediksi. Jika pemerintah tidak mengantisipasi sejak awal, lonjakan harga akan menggerus daya beli rakyat kecil.

“Yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Kalau harga beras, gula, atau minyak goreng naik tidak wajar, itu langsung memukul pengeluaran rumah tangga. Maka pengendalian inflasi pangan harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Sinergi Otoritas dan Pencegahan Dini

Misbakhun menekankan pentingnya koordinasi antara Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan nasional untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Ia mendorong semua pihak mengaktifkan mekanisme deteksi dini terhadap potensi inflasi pangan dan memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sejak awal.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

“Koordinasi tidak boleh setengah-setengah. Kita ingin semua otoritas bergerak dalam satu frekuensi. Jangan menunggu harga bergejolak baru bertindak. Pendekatan kita harus preventif, bukan reaktif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi logistik dan pengawasan praktik spekulasi pasar. Stabilitas nilai tukar Rupiah dan kecukupan likuiditas perbankan menjadi faktor penentu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadhan.

DPR Siap Awasi Harga Hingga Idul Fitri

Misbakhun memastikan DPR akan memantau harga, likuiditas, dan efektivitas kebijakan ekonomi hingga puncak Idul Fitri.

“Stabilitas harga bukan sekadar angka statistik. Ini soal ketenangan masyarakat dalam beribadah dan menyambut hari raya. Kalau ekonomi stabil, perputaran usaha di daerah juga bergerak dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan,” pungkasnya.

Dengan langkah preventif, pemerintah diharapkan menahan gejolak harga sebelum benar-benar terjadi. Namun bagi rakyat kecil, satu kenaikan harga pokok yang tak terkendali pun bisa terasa seperti ujian ekstra di bulan suci. @dimas

Tags: Daya BeliDPR RIEkonomi IndonesiaHarga PanganInflasimasyarakatNasionalOJKrakyatRamadhanStabilitas

Kamu Melewatkan Ini

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
Solo Jadi Destinasi Imlek 2026, Cuma FOMO atau Memang Worth It?

Solo Jadi Destinasi Imlek 2026, Cuma FOMO atau Memang Worth It?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id