Tabooo.id: Regional – Hujan deras mengguyur kawasan dataran tinggi Dieng dan memicu longsor di area parkir Curug Sikarim, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (14/2/2026) sore. Material tanah dan bebatuan meluncur dari tebing setinggi puluhan meter, lalu menghantam langsung area parkir wisata di bawahnya.
Longsor tersebut menimbun sejumlah kendaraan wisatawan. Selain itu, petugas langsung menutup sementara aktivitas wisata untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada korban. Hingga kini, kendaraan masih bisa melintasi jalur utama menuju kawasan Dieng dengan aman.
Hujan Ekstrem Picu Longsor, Risiko Bencana Masih Tinggi
Curah hujan tinggi terus mengguyur wilayah Wonosobo dalam beberapa hari terakhir dan membuat tanah menjadi jenuh air. Kondisi itu melemahkan struktur lereng, terutama di kawasan wisata perbukitan yang memiliki tanah labil.
Selain faktor cuaca, aktivitas manusia di kawasan pegunungan juga memperbesar risiko bencana hidrometeorologi. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di lereng atau tebing curam, terutama ketika hujan turun dalam durasi lama.
Wisata Terhenti, Ekonomi Warga Ikut Terpukul
Longsor tidak hanya merusak area fisik wisata. Peristiwa ini juga mengancam pemasukan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang, petugas parkir, dan pekerja wisata langsung merasakan dampaknya jika penutupan berlangsung lama.
Laporan awal juga menunjukkan material longsor menimbun beberapa sepeda motor milik pengunjung. Pergerakan tanah yang cepat saat hujan ekstrem memperlihatkan tingginya kerentanan kawasan pegunungan.
Penanganan Lapangan Fokus pada Keselamatan
Tim dari BPBD Wonosobo bersama relawan langsung memantau lokasi dan membersihkan material secara bertahap. Namun, tim menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi cuaca di lapangan.
Jika hujan kembali turun, longsor susulan sangat mungkin terjadi. Karena itu, petugas memprioritaskan keselamatan personel sambil menunggu kondisi tanah lebih stabil sebelum melakukan pembersihan total.
Longsor di Curug Sikarim kembali mengingatkan bahwa wisata alam selalu menyimpan dua sisi keindahan dan ancaman. Ketika hujan ekstrem semakin sering terjadi, masyarakat dan pengelola harus memperkuat mitigasi bencana.
Pada akhirnya, alam selalu memberi tanda. Namun, manusia sering terlambat membaca peringatannya. @dimas




