Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tukar Sampah Jadi Kue Keranjang, Cara BNN Solo Kampanye di Tengah Imlek

by dimas
Februari 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo memilih cara yang tidak biasa menjelang perayaan Imlek 2026. Lembaga negara itu turun langsung ke ruang publik melalui kampanye bertajuk “Tukar Sampah dengan Kue Keranjang” di kawasan Pasar Gedhe, Solo. Program ini akan berlangsung di Bundaran Jam Pasar Gedhe pada Sabtu (14/2/2026) mulai pukul 19.00 WIB.

BNN tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng empat komunitas lokal, termasuk Pemuda Agama Khonghucu Indonesia Solo (PAKIN Solo). Kolaborasi ini sengaja menyasar pusat keramaian perayaan lampion, titik yang setiap tahun dipadati warga dan wisatawan.

Melalui program ini, masyarakat dapat menukarkan sampah yang mereka kumpulkan di area lampion dengan kue keranjang gratis. Penawaran ini berlaku selama persediaan masih tersedia.

BNN Kota Surakarta mengumumkan program tersebut melalui akun Instagram resminya. Mereka mengajak warga menikmati perayaan tanpa meninggalkan sampah.

“Ayo bersama jaga kebersihan dan keindahan area lampion. Setelah menikmati jajanan, silakan bawa sampahmu dan tukarkan dengan Kue Keranjang, GRATISSSS,” tulis BNN dalam unggahannya, pada Kamis (12/2/2026).

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Sampah Jadi Pintu Masuk Edukasi, Bukan Sekadar Soal Kebersihan

Program ini tidak sekadar membagikan kue. Sebaliknya, BNN memanfaatkan momentum budaya untuk menyisipkan pesan sosial yang lebih luas, mulai dari kesadaran lingkungan hingga kampanye hidup sehat.

Panitia secara khusus mengatur mekanisme penukaran. Peserta hanya boleh menukarkan sampah yang mereka kumpulkan di area lampion Pasar Gedhe. Mereka tidak boleh membawa sampah dari rumah. Untuk mendukung kegiatan, panitia menyediakan kantong sampah di lokasi.

Aturan ini menunjukkan tujuan utama program tersebut. BNN ingin mendorong tanggung jawab langsung dari pengunjung, bukan sekadar memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain.

Dengan kata lain, pengunjung tidak hanya datang untuk merayakan Imlek. Mereka juga diajak terlibat menjaga ruang publik.

Strategi Halus BNN Menjangkau Generasi Muda

Di balik konsep sederhana itu, BNN sebenarnya menjalankan strategi komunikasi yang lebih besar. Mereka memanfaatkan kegiatan budaya untuk memperkuat kampanye nasional Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Alih-alih menggunakan pendekatan formal yang sering terasa jauh dari masyarakat, BNN memilih pendekatan kultural yang lebih dekat dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda.

Keramaian perayaan Imlek menjadi momentum strategis. Ribuan orang berkumpul di satu titik. Interaksi sosial terjadi secara alami. Pesan pun bisa masuk tanpa terasa seperti ceramah.

Kelompok yang paling terdampak dari pendekatan ini adalah generasi muda perkotaan kelompok yang sekaligus menjadi target utama pencegahan narkoba, tetapi juga paling sering sulit dijangkau melalui pendekatan formal.

Ekonomi Rakyat, Budaya, dan Kampanye Negara Bertemu di Satu Titik

Pasar Gedhe bukan hanya ruang budaya. Kawasan ini juga menjadi pusat ekonomi rakyat. Pedagang kaki lima, penjual makanan, dan pelaku usaha kecil bergantung pada keramaian perayaan seperti Imlek.

Karena itu, menjaga kebersihan kawasan bukan hanya soal estetika. Kebersihan menentukan kenyamanan pengunjung. Kenyamanan menentukan jumlah pembeli. Dan jumlah pembeli menentukan penghasilan pedagang kecil.

Dalam konteks ini, program tukar sampah membawa dampak nyata. Ia membantu menjaga ekosistem ekonomi informal tetap hidup.

Negara, budaya, dan ekonomi rakyat akhirnya bertemu dalam satu aktivitas sederhana memungut sampah.

Negara Hadir Lewat Cara yang Tidak Menggurui

Program ini menunjukkan perubahan cara lembaga negara mendekati masyarakat. BNN tidak lagi hanya muncul lewat razia, konferensi pers, atau penangkapan. Mereka mulai masuk lewat pendekatan sosial.

Pendekatan ini terasa lebih manusiawi. Lebih halus. Dan mungkin lebih efektif.

Namun, di balik kue keranjang gratis itu, ada pesan yang lebih serius negara sedang mencari cara baru untuk tetap relevan di tengah masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, menjaga kota dari sampah mungkin lebih mudah daripada menjaga generasi muda dari godaan yang tidak terlihat. @dimas

Tags: BersihBudayaFestivalimlekLingkunganPerayaanSoloSosial

Kamu Melewatkan Ini

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

by dimas
Oktober 18, 2026

Kabut asap akibat karhutla mengancam kesehatan dan penghidupan warga. Simak pentingnya tanggung jawab negara dalam mencegah kebakaran dan melindungi masyarakat....

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

by dimas
Oktober 18, 2026

Karhutla di Dharmasraya padam, tetapi tanaman sawit tumbuh di kawasan hutan seluas 5,9 hektare. Polisi menelusuri dugaan pelanggaran dan pihak...

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Next Post
TNI Bersiap ke Gaza, Misi Perdamaian atau Tarikan Politik Global?

TNI Bersiap ke Gaza, Misi Perdamaian atau Tarikan Politik Global?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id