Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tukar Sampah Jadi Kue Keranjang, Cara BNN Solo Kampanye di Tengah Imlek

by dimas
Februari 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo memilih cara yang tidak biasa menjelang perayaan Imlek 2026. Lembaga negara itu turun langsung ke ruang publik melalui kampanye bertajuk “Tukar Sampah dengan Kue Keranjang” di kawasan Pasar Gedhe, Solo. Program ini akan berlangsung di Bundaran Jam Pasar Gedhe pada Sabtu (14/2/2026) mulai pukul 19.00 WIB.

BNN tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng empat komunitas lokal, termasuk Pemuda Agama Khonghucu Indonesia Solo (PAKIN Solo). Kolaborasi ini sengaja menyasar pusat keramaian perayaan lampion, titik yang setiap tahun dipadati warga dan wisatawan.

Melalui program ini, masyarakat dapat menukarkan sampah yang mereka kumpulkan di area lampion dengan kue keranjang gratis. Penawaran ini berlaku selama persediaan masih tersedia.

BNN Kota Surakarta mengumumkan program tersebut melalui akun Instagram resminya. Mereka mengajak warga menikmati perayaan tanpa meninggalkan sampah.

“Ayo bersama jaga kebersihan dan keindahan area lampion. Setelah menikmati jajanan, silakan bawa sampahmu dan tukarkan dengan Kue Keranjang, GRATISSSS,” tulis BNN dalam unggahannya, pada Kamis (12/2/2026).

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Sampah Jadi Pintu Masuk Edukasi, Bukan Sekadar Soal Kebersihan

Program ini tidak sekadar membagikan kue. Sebaliknya, BNN memanfaatkan momentum budaya untuk menyisipkan pesan sosial yang lebih luas, mulai dari kesadaran lingkungan hingga kampanye hidup sehat.

Panitia secara khusus mengatur mekanisme penukaran. Peserta hanya boleh menukarkan sampah yang mereka kumpulkan di area lampion Pasar Gedhe. Mereka tidak boleh membawa sampah dari rumah. Untuk mendukung kegiatan, panitia menyediakan kantong sampah di lokasi.

Aturan ini menunjukkan tujuan utama program tersebut. BNN ingin mendorong tanggung jawab langsung dari pengunjung, bukan sekadar memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain.

Dengan kata lain, pengunjung tidak hanya datang untuk merayakan Imlek. Mereka juga diajak terlibat menjaga ruang publik.

Strategi Halus BNN Menjangkau Generasi Muda

Di balik konsep sederhana itu, BNN sebenarnya menjalankan strategi komunikasi yang lebih besar. Mereka memanfaatkan kegiatan budaya untuk memperkuat kampanye nasional Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Alih-alih menggunakan pendekatan formal yang sering terasa jauh dari masyarakat, BNN memilih pendekatan kultural yang lebih dekat dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda.

Keramaian perayaan Imlek menjadi momentum strategis. Ribuan orang berkumpul di satu titik. Interaksi sosial terjadi secara alami. Pesan pun bisa masuk tanpa terasa seperti ceramah.

Kelompok yang paling terdampak dari pendekatan ini adalah generasi muda perkotaan kelompok yang sekaligus menjadi target utama pencegahan narkoba, tetapi juga paling sering sulit dijangkau melalui pendekatan formal.

Ekonomi Rakyat, Budaya, dan Kampanye Negara Bertemu di Satu Titik

Pasar Gedhe bukan hanya ruang budaya. Kawasan ini juga menjadi pusat ekonomi rakyat. Pedagang kaki lima, penjual makanan, dan pelaku usaha kecil bergantung pada keramaian perayaan seperti Imlek.

Karena itu, menjaga kebersihan kawasan bukan hanya soal estetika. Kebersihan menentukan kenyamanan pengunjung. Kenyamanan menentukan jumlah pembeli. Dan jumlah pembeli menentukan penghasilan pedagang kecil.

Dalam konteks ini, program tukar sampah membawa dampak nyata. Ia membantu menjaga ekosistem ekonomi informal tetap hidup.

Negara, budaya, dan ekonomi rakyat akhirnya bertemu dalam satu aktivitas sederhana memungut sampah.

Negara Hadir Lewat Cara yang Tidak Menggurui

Program ini menunjukkan perubahan cara lembaga negara mendekati masyarakat. BNN tidak lagi hanya muncul lewat razia, konferensi pers, atau penangkapan. Mereka mulai masuk lewat pendekatan sosial.

Pendekatan ini terasa lebih manusiawi. Lebih halus. Dan mungkin lebih efektif.

Namun, di balik kue keranjang gratis itu, ada pesan yang lebih serius negara sedang mencari cara baru untuk tetap relevan di tengah masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, menjaga kota dari sampah mungkin lebih mudah daripada menjaga generasi muda dari godaan yang tidak terlihat. @dimas

Tags: BersihBudayaFestivalimlekLingkunganPerayaanSoloSosial

Kamu Melewatkan Ini

Malam Satu Suro: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Pencarian Makna Hidup

Malam Satu Suro: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Pencarian Makna Hidup

by dimas
Juni 2, 2026

Malam Satu Suro bukan sekadar tradisi atau mitos yang hidup di masyarakat Jawa. Di balik keheningannya, tersimpan makna refleksi diri,...

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

by teguh
Juni 2, 2026

Gunungan sampah yang terus membesar akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah besar. Pemerintah pusat kini menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Next Post
TNI Bersiap ke Gaza, Misi Perdamaian atau Tarikan Politik Global?

TNI Bersiap ke Gaza, Misi Perdamaian atau Tarikan Politik Global?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id