Tabooo.id: Regional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonosobo kembali jadi sorotan. Sebuah video viral menampilkan lauk tahu berbelatung di SD Negeri 2 Kalikarung, Kecamatan Kalibawang. Publik geger, mempertanyakan keamanan pangan dalam program prioritas nasional itu. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo menegaskan: makanan itu belum sempat dikonsumsi siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat, menyatakan bahwa sistem keamanan pangan MBG di daerahnya sudah dilengkapi mitigasi ketat sejak awal pelaksanaan.
“Sejak SPPG pertama berdiri pada 13 Januari, kami sudah memiliki prosedur mitigasi risiko keamanan pangan,” ujar Jaelan di lansir dari Kompas.com, Sabtu (18/10/2025).
Menurut hasil penelusuran, insiden belatung hanya terjadi di satu sekolah SDN 2 Kalikarung. Makanan yang terkontaminasi langsung dikembalikan ke dapur penyedia oleh pihak sekolah. “Di SD 1 Kalikarung, hasil uji organoleptik menunjukkan tidak ada tanda kontaminasi,” jelasnya.
Jaelan menegaskan, sistem keamanan MBG mencakup seluruh rantai: dari bahan baku, pengolahan, hingga distribusi. Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP).
“Pengawasan kami berlapis. Ada pemeriksaan harian, uji kelayakan sebelum makanan dikirim, dan pembinaan tenaga dapur secara rutin,” tambahnya.
Setiap makanan yang sudah dimasak wajib diantar maksimal dua jam setelah proses selesai. Protokol ini dibuat untuk mencegah munculnya mikroba atau larva akibat suhu dan waktu penyimpanan yang tidak sesuai standar.
“SPPG bukan sekadar dapur umum. Kami menjaga suhu makanan, kebersihan alat, dan disiplin waktu distribusi,” tegas Jaelan.
Meski mitigasi sudah berjalan, Dinkes Wonosobo mengakui insiden Kalikarung menjadi bahan evaluasi serius.
“Kami tidak menutup mata. Kejadian ini jadi pembelajaran untuk memperkuat kontrol kualitas,” kata Jaelan.
Bagi publik, kasus ini lebih dari sekadar soal belatung di piring makan. Ini tentang kepercayaan pada program yang menyentuh anak-anak sekolah masa depan bangsa. Jika sistem pangan negara goyah di dapur sekolah, maka janji gizi gratis akan kehilangan maknanya sebelum sampai di perut anak-anak itu. @sigit




