Tabooo.id: Musik – Surakarta lagi-lagi punya cara elegan buat ngajak warganya “bernapas lebih pelan.” Bukan lewat spanduk motivasi atau kampanye hidup sehat di lampu merah, tapi lewat musik, yoga, dan tawa yang nyatu di satu panggung, Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF) 2025.
Dan kabar baiknya yang bakal buka festival ini bukan sembarang band nostalgia.
Letto, band asal Yogyakarta yang sempat bikin anak 2000-an menatap langit sambil mikir “hidup tuh harusnya sesederhana lirik Ruang Rindu.”
Mereka resmi jadi bintang pembuka Opening Ceremony RSWF 2025 pada 1 November di Taman Balekambang.
Bayangkan: udara sore, pepohonan tua, dan suara Noe melantunkan “Kau datang dan pergi, oh, begitu saja…” campuran antara healing dan flashback yang manis-getir.

Musik, Makna, dan Keseimbangan
Menurut panitia, Letto dipilih bukan cuma karena nostalgia. Musik mereka dianggap mewakili semangat festival: menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan emosi.
“Musik Letto itu tenang, tapi penuh makna. Pas banget buat momen reflektif di tengah hiruk pikuk kota,” ujar perwakilan RSWF kepada Tabooo.id.
Tiket Presale 1 cuma Rp35.000.
Harga yang cukup ramah untuk tiga hal sekaligus, Nostalgia, Healing, Dan pelukan batin yang mungkin kamu butuh tapi malu ngaku.
Kuota terbatas, dan link-nya sudah dibuka lewat bit.ly/OpeningWIWwithLettoBand.
Kalau kamu berpikir “nanti aja deh,” siap-siap menyesal karena tiketnya bakal melayang duluan.
Bukan Sekadar Konser, Tapi Ruang Pulih
Festival ini bukan cuma tentang Letto dan musik.
RSWF juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal melalui program “Calling for Tenant.”
Panitia mengundang tenant kuliner, kriya, fashion, hingga produk wellness buat ikut memeriahkan pesta.
Pendaftaran dibuka lewat bit.ly/RSWFBERNIAGA, dan info lengkap bisa ditanya langsung ke 0822 6434 7559.
Jadi, kalau kamu punya usaha lilin aromaterapi, minuman herbal, atau gelang afirmasi bertuliskan “aku tenang, aku kuat,” inilah panggungmu.
Selain konser dan bazar, pengunjung juga bakal dapet akses gratis ke area Taman Balekambang, aktivitas wellness, dan pengalaman nonton langsung Letto.
Konsepnya sederhana: bikin orang bahagia tanpa harus pergi jauh-jauh buat healing.
Wellness for Everyone
Tahun ini, RSWF hadir dengan tema “Wellness for Everyone.”
Bukan sekadar tagline, tapi pengingat bahwa gaya hidup sehat itu seharusnya bisa diakses semua orang bukan cuma yang rajin ke gym atau punya membership spa.
Banyak dari kita baru inget “wellness” waktu burnout udah numpang tidur di kepala.
Padahal, tubuh dan pikiran butuh ruang istirahat sebelum semesta memaksa berhenti.
Festival kayak RSWF jadi napas segar di tengah dunia yang serba cepat.
Sebuah pengingat lembut bahwa sehat itu nggak cuma tentang jantung dan kalori, tapi juga tentang memberi ruang untuk diam, tertawa, dan pulih.
Dari Ruang Rindu ke Ruang Pulih
Mungkin nanti di Balekambang, saat Letto nyanyi Sebelum Cahaya, kita bakal sadar satu hal: bahwa wellness bukan sekadar tren, tapi bentuk perlawanan lembut terhadap dunia yang terlalu bising.
Dan siapa tahu, di antara denting gitar dan aroma kopi festival, kita nggak cuma nemu Letto di panggung tapi juga versi diri yang lebih tenang di dalam kepala sendiri. @dimas





