Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

780 Ribu Akun Dihapus: Perlindungan Anak atau Sensor Gaya Baru?

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Dari TikTok sampai Roblox perlindungan digital bukan lagi fitur tambahan, tapi medan perang baru antara teknologi, anak, dan kontrol. Kamu mungkin pikir scroll itu bebas.
Tapi sejak 28 Maret 2026, ada satu hal yang berubah diam-diam negara mulai ikut mengatur siapa yang boleh ada di timeline itu.

Lewat kebijakan PP Tunas, pemerintah Indonesia tidak lagi sekadar mengimbau mereka mulai mengintervensi. Dan hasilnya? Besar. Bahkan sedikit mengagetkan.

Satu Juta Akun Hilang: Bersih atau Berisik?

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa hingga 10/04/2026, TikTok telah menonaktifkan sekitar 780.000 akun anak di bawah 16 tahun di Indonesia. Angka itu bukan final.

“Kami menghitung dari rata-rata dilakukan takedown, berarti sudah hampir 1 juta per hari ini,” ujar Meutya di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (14/04/2026).

Satu juta akun. Dalam waktu kurang dari tiga minggu sejak aturan berlaku penuh. Pertanyaannya ini perlindungan atau penyaringan realitas digital?

TikTok Jadi “Anak Baik” di Tengah Tekanan

Di antara banyak platform, TikTok jadi yang paling cepat bergerak.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Mereka bukan cuma menyerahkan surat komitmen, tapi juga mulai transparan soal angka. Bahkan, mereka menetapkan batas usia minimum 16 tahun secara terbuka di pusat bantuan mereka.

Dan ya sejauh ini, TikTok jadi satu-satunya yang melaporkan data konkret soal akun anak yang diblokir.

“Ini menjadi langkah awal kemenangan bagi publik Indonesia, anak-anak yang di bawah 16 tahun serta khususnya orang tua,” kata Meutya, 14/04/2026.

Kalimat itu terdengar optimistis. Tapi di baliknya, ada realita lain platform lain belum tentu secepat itu.

Roblox & YouTube: Teknologi yang Belum Siap Dibatasi?

Sementara TikTok melaju, platform lain masih tertatih.

Roblox, misalnya, sudah melakukan penyesuaian fitur secara global. Tapi menurut pemerintah, masih ada celah terutama di fitur komunikasi yang memungkinkan anak berbicara dengan orang asing.

“Banyak masukan dari orang tua yang menginginkan ada perlindungan lebih kuat, khususnya di platform game,” ujar Meutya.

Masalahnya sederhana, tapi krusial teknologi dibangun untuk koneksi. Sementara regulasi ingin membatasi koneksi itu.

Di sisi lain, YouTube juga belum sepenuhnya patuh. Pemerintah bahkan sudah memberikan teguran pertama secara formal dan kini menunggu langkah konkret. Artinya? Ini belum selesai.

Teknologi vs Regulasi: Siapa yang Lebih Cepat?

Pengamat teknologi digital di Indonesia melihat ini sebagai fase baru dalam ekosistem internet nasional.

“Regulasi sering datang terlambat dibanding inovasi. Tapi kali ini, Indonesia mencoba mengejar bahkan mendahului,” ujar seorang analis teknologi, April 2026.

Namun, ada dilema besar. Kalau terlalu longgar, anak-anak rentan. Kalau terlalu ketat, kebebasan digital bisa tereduksi. Dan di tengah itu, ada kamu pengguna.

3 Bulan Penentuan: Platform Lain Dipaksa Bergerak

Pemerintah memberi tenggat waktu hingga tiga bulan bagi platform lain untuk melaporkan penilaian risiko dan langkah perlindungan mereka.

Ini bukan lagi soal imbauan. Ini ultimatum halus. Platform boleh besar. Tapi negara sekarang ikut main.

Closing: Timeline Kamu, Siapa yang Sebenarnya Mengontrol?

Dulu, algoritma yang menentukan apa yang kamu lihat. Sekarang, regulasi mulai ikut campur.

Pertanyaannya bukan lagi “aman atau tidak.” Tapi kamu masih benar-benar bebas atau sudah mulai diarahkan tanpa sadar?. @teguh

Tags: AnakBlokirFiturGameinternetKomunikasiNasionalPlatformPP TunasRegulasiRobloxSensorSosial & PublikTikToktimeline

Kamu Melewatkan Ini

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
Bertani Tapi High-Tech: Gaya Hidup Baru Gen Z yang Capek Kantoran?

Bertani Tapi High-Tech: Gaya Hidup Baru Gen Z yang Capek Kantoran?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id