Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

72 Ton Bawang Ilegal Dibongkar di Surabaya

by teguh
Desember 24, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar praktik penyelundupan 72 ton bawang bombai ilegal asal Belanda yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kasus ini langsung menyedot perhatian karena bawang tersebut tidak hanya masuk tanpa izin, tetapi juga membawa ancaman serius bagi pertanian nasional.

Aparat kepolisian Jawa Timur mengungkap bawang ilegal itu setelah menerima informasi pengiriman mencurigakan dari Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, menuju Surabaya pada 2 Desember 2025. Total barang bukti mencapai 18 kontainer atau sekitar 72 ton.

Bukan Sekadar Ilegal, Tapi Berbahaya

Masalahnya tidak berhenti pada pelanggaran administrasi. Hasil uji laboratorium karantina menunjukkan bawang bombai itu mengandung empat jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Penyakit tersebut berpotensi menyerang tanaman pangan lokal dan memicu kerugian besar.

“Kalau penyakit ini menyebar ke tanaman kita, dampaknya akan sangat sulit dikendalikan,” tegas Amran dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025).

Bawang tersebut masuk tanpa sertifikat kesehatan tumbuhan dari Balai Karantina. Pelaku bahkan memalsukan dokumen pengiriman dengan menyamarkan isi kontainer sebagai cangkang sawit.

Ini Belum Selesai

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Abdon Kisamdu Ditangkap di Yahukimo, Dugaan Transaksi Senjata Jadi Sorotan

Jalur Berliku: Belanda–Malaysia–Indonesia

Label kemasan mengungkap asal bawang bombai itu dari Belanda, dengan importir berbasis di Malaysia. Pelaku memanfaatkan jalur lintas negara untuk mengaburkan jejak dan mengelabui pengawasan.

Amran menyebut praktik ini sebagai tindakan nekat. Ia menilai pelaku berani bermain di “jantung Indonesia” di tengah upaya pemerintah memperkuat produksi pangan nasional.

Petani Lokal yang Paling Terancam

Jika bawang bombai berpenyakit itu lolos ke pasar, petani lokal akan menanggung risiko paling besar. Penyakit tanaman dapat menyebar cepat, menurunkan hasil panen, dan meningkatkan biaya produksi. Pada akhirnya, konsumen juga terkena imbas lewat harga pangan yang melonjak.

Sebaliknya, yang diuntungkan hanya segelintir importir nakal dan jaringan logistik ilegal yang mengejar keuntungan cepat tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

Pemerintah Tak Mau Beri Ampun

Amran meminta aparat menelusuri kasus ini hingga ke akar. Ia menegaskan penegakan hukum harus menyasar importir, pelaku logistik, hingga pihak mana pun yang terlibat.

Ia juga mengingatkan pengalaman pahit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai contoh betapa mahalnya harga kelengahan. Karena itu, pemerintah memutuskan seluruh bawang bombai ilegal tersebut harus dimusnahkan.

Peringatan Keras untuk Mafia Pangan

Kasus ini menjadi sinyal keras bahwa penyelundupan pangan bukan sekadar soal pasar gelap, tetapi ancaman nyata bagi ketahanan nasional. Negara bisa rugi, petani bisa tumbang, dan masyarakat akhirnya membayar harga yang lebih mahal.

Pertanyaannya sekarang sederhana di saat pemerintah berupaya menjaga pangan tetap aman dan terjangkau, masih pantaskah ada yang bermain curang demi untung sesaat?. @teguh

Tags: BelandaHargaIlegalKetahanan PanganLintas NegaraLogistikMalaysiaNegaraPenyakitPetanisurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Sengketa Lahan Berujung Denda Rp3 Miliar, Petani Bayar dengan Hasil Bumi

Sengketa Lahan Berujung Denda Rp3 Miliar, Petani Bayar dengan Hasil Bumi

by dimas
Agustus 16, 2026

Tiga petani di Mukomuko menghadapi denda Rp3 miliar akibat sengketa lahan dan membayarnya dengan ubi, pisang, kelapa, serta hasil gotong...

Swasembada Pangan: Nyata atau Sekadar di Atas Kertas?

Swasembada Pangan: Nyata atau Sekadar di Atas Kertas?

by dimas
Agustus 16, 2026

Swasembada pangan 2026 diklaim tercapai, tetapi El Nino dan risiko produksi memunculkan pertanyaan nyata atau sekadar di atas kertas? Tabooo.id...

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

by teguh
Agustus 16, 2026

Prestasi akademik IP 4.0 tak menjamin kuliah aman. Biaya kuliah tetap menjadi tembok bagi mahasiswa dari keluarga rentan. Ada mahasiswa...

Next Post
8,6 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Madiun

8,6 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Madiun

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id