Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

72 Ton Bawang Ilegal Dibongkar di Surabaya

by teguh
Desember 24, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar praktik penyelundupan 72 ton bawang bombai ilegal asal Belanda yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kasus ini langsung menyedot perhatian karena bawang tersebut tidak hanya masuk tanpa izin, tetapi juga membawa ancaman serius bagi pertanian nasional.

Aparat kepolisian Jawa Timur mengungkap bawang ilegal itu setelah menerima informasi pengiriman mencurigakan dari Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, menuju Surabaya pada 2 Desember 2025. Total barang bukti mencapai 18 kontainer atau sekitar 72 ton.

Bukan Sekadar Ilegal, Tapi Berbahaya

Masalahnya tidak berhenti pada pelanggaran administrasi. Hasil uji laboratorium karantina menunjukkan bawang bombai itu mengandung empat jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Penyakit tersebut berpotensi menyerang tanaman pangan lokal dan memicu kerugian besar.

“Kalau penyakit ini menyebar ke tanaman kita, dampaknya akan sangat sulit dikendalikan,” tegas Amran dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025).

Bawang tersebut masuk tanpa sertifikat kesehatan tumbuhan dari Balai Karantina. Pelaku bahkan memalsukan dokumen pengiriman dengan menyamarkan isi kontainer sebagai cangkang sawit.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Jalur Berliku: Belanda–Malaysia–Indonesia

Label kemasan mengungkap asal bawang bombai itu dari Belanda, dengan importir berbasis di Malaysia. Pelaku memanfaatkan jalur lintas negara untuk mengaburkan jejak dan mengelabui pengawasan.

Amran menyebut praktik ini sebagai tindakan nekat. Ia menilai pelaku berani bermain di “jantung Indonesia” di tengah upaya pemerintah memperkuat produksi pangan nasional.

Petani Lokal yang Paling Terancam

Jika bawang bombai berpenyakit itu lolos ke pasar, petani lokal akan menanggung risiko paling besar. Penyakit tanaman dapat menyebar cepat, menurunkan hasil panen, dan meningkatkan biaya produksi. Pada akhirnya, konsumen juga terkena imbas lewat harga pangan yang melonjak.

Sebaliknya, yang diuntungkan hanya segelintir importir nakal dan jaringan logistik ilegal yang mengejar keuntungan cepat tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

Pemerintah Tak Mau Beri Ampun

Amran meminta aparat menelusuri kasus ini hingga ke akar. Ia menegaskan penegakan hukum harus menyasar importir, pelaku logistik, hingga pihak mana pun yang terlibat.

Ia juga mengingatkan pengalaman pahit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai contoh betapa mahalnya harga kelengahan. Karena itu, pemerintah memutuskan seluruh bawang bombai ilegal tersebut harus dimusnahkan.

Peringatan Keras untuk Mafia Pangan

Kasus ini menjadi sinyal keras bahwa penyelundupan pangan bukan sekadar soal pasar gelap, tetapi ancaman nyata bagi ketahanan nasional. Negara bisa rugi, petani bisa tumbang, dan masyarakat akhirnya membayar harga yang lebih mahal.

Pertanyaannya sekarang sederhana di saat pemerintah berupaya menjaga pangan tetap aman dan terjangkau, masih pantaskah ada yang bermain curang demi untung sesaat?. @teguh

Tags: BelandaHargaIlegalKetahanan PanganLintas NegaraLogistikMalaysiaNegaraPenyakitPetanisurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Menteri Pertanian Ajak Kampus ke Sawah: Bisakah Riset Menjawab Krisis Pangan?

Menteri Pertanian Ajak Kampus ke Sawah: Bisakah Riset Menjawab Krisis Pangan?

by teguh
Juni 8, 2026

Di atas panggung Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo, Kendari, Sabtu 6 Juni 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak sekadar...

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

by teguh
Juni 6, 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan swasembada...

Harga Cabai Naik, Petani Sumatera Tetap Tercekik

Harga Cabai Naik, Petani Sumatera Tetap Tercekik

by dimas
Mei 26, 2026

Harga cabai naik di kota, tetapi petani Sumatera tetap tertekan akibat rantai distribusi panjang yang membuat keuntungan tidak pernah benar-benar...

Next Post
8,6 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Madiun

8,6 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Madiun

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id