Tabooo.id: News – Pernyataan Mahfud MD kembali mengguncang panggung publik. Anggota Komisi Reformasi Polri sekaligus mantan Menko Polhukam itu mengungkap bahwa ada 27 persoalan yang saat ini membelit tubuh Polri. Bukan satu, bukan dua tapi dua puluh tujuh. Dan semua itu, katanya, bersumber dari laporan masyarakat yang masuk selama beberapa waktu terakhir.
Mahfud: “Saya Catat Satu per Satu. Ada 27.”
Usai menghadiri acara DIRAYA 2025 di Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (14/11/2025), Mahfud menjelaskan bahwa daftar itu bukan hasil asumsi atau rapat tertutup, melainkan keluhan masyarakat yang ia terima langsung.
“Itu saya mencatat 27 masalah. Dari begitu banyak itu setiap ada orang lapor saya catat,” tegasnya.
Isu-isu tersebut mencakup dugaan pemerasan, narkoba, hingga kekerasan yang dilakukan oknum.
Mahfud bahkan mengulang daftarnya“Oh, ini pemerasan. Oh, ini kasus narkoba. Oh, ini masalah penganiayaan. Terus saya catat semua itu ya ada 27 masalah.”
Ia menyebut persoalan itu sebenarnya bisa dikelompokkan dalam empat rumpun besar. Namun jumlah pastinya tetap 27, sesuai catatan lapangan yang ia pegang.
Tak Ada yang Diprioritaskan: Semua Masalah Diangkat ke Meja Bersama
Meski daftar masalahnya panjang, Mahfud menegaskan Komisi Reformasi Polri tidak akan memilih-milih isu mana yang ditangani lebih dulu.
“Semua. Enggak ada prioritas, pokoknya semua masalah kita bicarakan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa komisi tidak datang sebagai “bos” Polri atau lembaga pengawas.
Pendekatan yang dipilih adalah kerja kolaboratif.
“Kita bukan atasan Polri, kita bukan inspektur yang memeriksa Polri. Kita mau memperbaiki bersama dengan Polri. Dan Polri terbuka punya catatan-catatan yang sama,” tambahnya.
Kenapa Ini Penting Buat Pembaca?
Karena 27 persoalan itu pemerasan, narkoba, hingga penganiayaan bukan isu elitis. Ini adalah masalah yang bisa menyentuh warga biasa mulai dari laporan yang mandek, rasa aman yang berkurang, sampai kepercayaan publik yang terus terkikis.
Reformasi Polri bukan sekadar soal institusi besar ini soal bagaimana keamanan dan keadilan bekerja di kehidupan sehari-hari kita.
Jika masalah-masalah ini tak diselesaikan, siapa yang akhirnya menanggung risikonya? @teguh





