Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jumenengan Dalem Digelar Hari Ini: Persiapan Final

by sigit
November 17, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Persiapan penobatan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV memasuki detik-detik terakhir. Upacara Jumenengan Dalem puncak sakral suksesi Keraton Kasunanan Surakarta akan berlangsung hari ini Sabtu (15/11/25) mulai pukul 08.00 WIB. Hanya beberapa hari setelah wafatnya PB XIII, prosesi ini jadi penanda penting: siapa pewaris takhta, siapa penjaga tradisi, dan seberapa kuat budaya Jawa berdiri di tengah arus modernitas yang makin cepat.


Pihak keluarga kraton memastikan seluruh rangkaian persiapan berjalan sesuai paugeran, mulai dari penataan Sasana Sewaka, kesiapan abdi dalem, perangkat adat, hingga daftar tamu kehormatan. Gladi internal digelar berkali-kali demi memastikan prosesi berjalan tanpa cacat karena Jumenengan bukan ruang untuk salah langkah.

Tak hanya siraman atau adat panggih yang diperketat, prosesi internal juga disiapkan matang agar penetapan dan doa-doa adat berlangsung lancar di bawah arahan para sesepuh. “Semua sudah sesuai tata cara,” ujar salah satu abdi dalem saat ditemui usai pengecekan area.

GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri tertua mendiang PB XIII, membeberkan alur inti prosesi. “Upacara internal dimulai pukul 10.00 WIB… jam 10.49 berjalan ke Siti Hinggil, dan jam 11.05 diperkirakan beliau sampai,” jelasnya kepada Tabooo.id. Di Bangsal Manguntur Tangkil, PB XIV akan jumeneng, lalu mengucapkan Sabda Dalem, sumpah adat kepemimpinan yang ditandai dentingan Gamelan Monggang gamelan kuno yang hanya berbunyi pada momen kenegaraan tertinggi.

Usai penobatan, PB XIV memimpin Kirab Agung mulai pukul 11.50 WIB. Dengan busana Takwo dan kereta pusaka Garuda Kencana, rute kirab mengelilingi benteng kraton melalui Alun-alun Lor – Gladak – Loji Wetan – Baturono – Gemblegan – kembali Gladak – dan Alun-alun. “Rute itu punya filosofi perlindungan dan legitimasi,” kata GKR Timoer.

Ini Belum Selesai

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Kerabat keraton, gusti sepuh, hingga cucu-cucu PB XII dan PB XIII dijadwalkan hadir beberapa menunggang kuda membawa aura tradisional yang tidak dibuat-buat.

Penetapan PB XIV sebelumnya juga mendapat legitimasi keluarga lewat ikrar kesetiaan KGPAA Hamangkunagoro pada 5 November 2025, memastikan garis suksesi berjalan tanpa silang klaim.


Di tengah dunia serbacepat, Jumenengan Dalem bukan hanya upacara ningrat. Ini cermin bahwa budaya Jawa masih punya akar kuat yang menyambungkan identitas, pendidikan sejarah, dan arah kepemimpinan simbolik bagi masyarakat luas. Tradisi ini bukan sekadar tontonan, tetapi pengingat: di balik kota yang terus berubah, masih ada nilai yang menjaga kita tetap berpijak.


Saat PB XIV naik takhta besok, yang ditagihkan bukan hanya gelar melainkan harapan agar warisan leluhur tetap tegak di tengah zaman yang kian galak. Dan bukankah sebuah bangsa diukur dari seberapa baik ia menjaga ingatannya? (Sig)

Tags: hadiningratKGPAA HamangkunagoroKGPH PurbayaKraton Kasunanan SurakartaPB XIIIPB XIVputra mahkotaSolotahta

Kamu Melewatkan Ini

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Next Post
Konsep Otomatis

Sambut Raja Yordania: Seberapa Jauh Indonesia Ingin Unjuk Gigi di Panggung Global?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id