Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Yang Diperbanyak Motor, yang Dibatasi Riset: Ini Prioritas atau Ilusi?

by dimas
April 11, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Negara bergerak cepat. Namun, ke mana arah langkah itu?
Saat pemerintah menyiapkan 25.000 motor, hanya 13.000 riset yang lolos pendanaan. Karena itu, publik mulai mempertanyakan prioritas.

Motor untuk Lapangan, Riset untuk Masa Depan

Pemerintah menyiapkan 25.000 unit motor bagi petugas SPPG. Sementara itu, sekitar 13.000 proposal penelitian dosen lolos dalam skema BIMA.

Di satu sisi, kebijakan ini logis. Sebab, pelayanan publik membutuhkan kecepatan. Selain itu, distribusi program juga memerlukan mobilitas tinggi.

Namun demikian, muncul pertanyaan penting. Apakah negara sudah memberi dukungan yang cukup pada riset sebagai fondasi kebijakan?

Ketika Kampus Dituntut Berdampak

Saat ini, pemerintah terus mendorong konsep “kampus berdampak”. Artinya, universitas tidak hanya mencetak lulusan. Sebaliknya, kampus harus menghasilkan solusi nyata.

Ini Belum Selesai

Indonesia Makin Modern, Tapi Kenapa Keadilan Masih Terasa Mahal?

Lampu Malioboro Terang, Tapi Kenapa Empati Terlihat Redup?

Seorang akademisi menyampaikan, “Dampak lahir dari riset yang kuat, bukan dari slogan.”

Karena itu, dosen memegang peran strategis. Mereka meneliti berbagai isu, mulai dari kemiskinan hingga tata kelola. Dengan demikian, mereka membantu negara membaca masalah secara lebih dalam.

Riset Terbatas, Ide Tertahan

Namun, angka 13.000 proposal justru membuka pertanyaan baru. Berapa total proposal yang masuk?

Jika jumlahnya jauh lebih besar, maka banyak ide tertahan. Bukan karena kualitasnya lemah, melainkan karena kuota terbatas.

Akibatnya, potensi inovasi ikut tertunda. Padahal, teori evidence based policy menegaskan bahwa kebijakan harus berbasis riset.

Ini Bukan Konflik, Ini Soal Arah

Perbandingan motor dan riset tidak menunjukkan konflik. Sebaliknya, data ini memperlihatkan arah prioritas.

Di satu sisi, negara memperkuat instrumen operasional. Namun di sisi lain, dukungan terhadap inovasi masih terbatas.

Jadi, pertanyaannya jelas. Apakah negara ingin bergerak cepat saja, atau juga ingin bergerak tepat?

Ini Dampaknya Buat Kamu

Kondisi ini berdampak langsung, meski tidak selalu terasa hari ini. Ketika riset terbatas, kebijakan berisiko meleset.

Sebaliknya, jika riset diperkuat, manfaatnya nyata. Misalnya, petani bisa mendapatkan inovasi baru. Selain itu, regulasi daerah bisa lebih akurat.

Dengan kata lain, motor menggerakkan petugas. Namun, riset mengarahkan masa depan kamu.

Analisis: Cepat Saja Tidak Cukup

Negara memang membutuhkan kecepatan. Akan tetapi, kecepatan tanpa arah bisa menimbulkan masalah baru.

Oleh karena itu, riset harus menjadi kompas. Tanpa riset, kebijakan hanya bereaksi. Dengan riset, kebijakan bisa mengantisipasi.

Kalimat yang perlu digarisbawahi, negara bisa bergerak cepat tanpa riset, tetapi tidak bisa bergerak benar tanpa riset.

Closing

Jika pemerintah serius mendorong kampus berdampak, maka riset harus menjadi pusat.

Sekarang, pilihannya ada di depan mata.
Apakah kita ingin sekadar bergerak cepat, atau benar-benar bergerak maju?

Tags: anggaranArahBangsaDampakinovasiKebijakanNarasiNasionalNegaraNyataOperasionalPrioritasRealitarisetSistemSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id