Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Yang Diperbanyak Motor, yang Dibatasi Riset: Ini Prioritas atau Ilusi?

by dimas
April 11, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Negara bergerak cepat. Namun, ke mana arah langkah itu?
Saat pemerintah menyiapkan 25.000 motor, hanya 13.000 riset yang lolos pendanaan. Karena itu, publik mulai mempertanyakan prioritas.

Motor untuk Lapangan, Riset untuk Masa Depan

Pemerintah menyiapkan 25.000 unit motor bagi petugas SPPG. Sementara itu, sekitar 13.000 proposal penelitian dosen lolos dalam skema BIMA.

Di satu sisi, kebijakan ini logis. Sebab, pelayanan publik membutuhkan kecepatan. Selain itu, distribusi program juga memerlukan mobilitas tinggi.

Namun demikian, muncul pertanyaan penting. Apakah negara sudah memberi dukungan yang cukup pada riset sebagai fondasi kebijakan?

Ketika Kampus Dituntut Berdampak

Saat ini, pemerintah terus mendorong konsep “kampus berdampak”. Artinya, universitas tidak hanya mencetak lulusan. Sebaliknya, kampus harus menghasilkan solusi nyata.

Ini Belum Selesai

Kompetensi atau Koneksi? Jalan Menuju Indonesia Emas

Masihkah Pemimpin Indonesia Percaya Laku Sebelum Bertahta?

Seorang akademisi menyampaikan, “Dampak lahir dari riset yang kuat, bukan dari slogan.”

Karena itu, dosen memegang peran strategis. Mereka meneliti berbagai isu, mulai dari kemiskinan hingga tata kelola. Dengan demikian, mereka membantu negara membaca masalah secara lebih dalam.

Riset Terbatas, Ide Tertahan

Namun, angka 13.000 proposal justru membuka pertanyaan baru. Berapa total proposal yang masuk?

Jika jumlahnya jauh lebih besar, maka banyak ide tertahan. Bukan karena kualitasnya lemah, melainkan karena kuota terbatas.

Akibatnya, potensi inovasi ikut tertunda. Padahal, teori evidence based policy menegaskan bahwa kebijakan harus berbasis riset.

Ini Bukan Konflik, Ini Soal Arah

Perbandingan motor dan riset tidak menunjukkan konflik. Sebaliknya, data ini memperlihatkan arah prioritas.

Di satu sisi, negara memperkuat instrumen operasional. Namun di sisi lain, dukungan terhadap inovasi masih terbatas.

Jadi, pertanyaannya jelas. Apakah negara ingin bergerak cepat saja, atau juga ingin bergerak tepat?

Ini Dampaknya Buat Kamu

Kondisi ini berdampak langsung, meski tidak selalu terasa hari ini. Ketika riset terbatas, kebijakan berisiko meleset.

Sebaliknya, jika riset diperkuat, manfaatnya nyata. Misalnya, petani bisa mendapatkan inovasi baru. Selain itu, regulasi daerah bisa lebih akurat.

Dengan kata lain, motor menggerakkan petugas. Namun, riset mengarahkan masa depan kamu.

Analisis: Cepat Saja Tidak Cukup

Negara memang membutuhkan kecepatan. Akan tetapi, kecepatan tanpa arah bisa menimbulkan masalah baru.

Oleh karena itu, riset harus menjadi kompas. Tanpa riset, kebijakan hanya bereaksi. Dengan riset, kebijakan bisa mengantisipasi.

Kalimat yang perlu digarisbawahi, negara bisa bergerak cepat tanpa riset, tetapi tidak bisa bergerak benar tanpa riset.

Closing

Jika pemerintah serius mendorong kampus berdampak, maka riset harus menjadi pusat.

Sekarang, pilihannya ada di depan mata.
Apakah kita ingin sekadar bergerak cepat, atau benar-benar bergerak maju?

Tags: anggaranArahBangsaDampakinovasiKebijakanNarasiNasionalNegaraNyataOperasionalPrioritasRealitarisetSistemSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Sensus Ekonomi 2026: Data Dicari, Kepercayaan Hilang

Sensus Ekonomi 2026: Data Dicari, Kepercayaan Hilang

by dimas
Juli 13, 2026

Penolakan Sensus Ekonomi 2026 mencerminkan krisis kepercayaan publik. Negara mencari data, tetapi kehilangan kepercayaan rakyat. Tabooo.id - Ketukan itu terdengar...

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

by Tabooo
Juli 11, 2026

Nama Jampidsus Febrie Adriansyah ikut disebut dalam pusaran pengusutan dugaan korupsi BUMN. Ia mempertanyakan kaitannya dengan kasus blackout PLN yang...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id