Kolaborasi antara G-Dragon dan aespa akhirnya resmi terjadi. Tapi ini terasa lebih besar dari sekadar featuring idol lintas generasi. Di balik lagu WDA (Whole Different Animal), SM tampaknya sedang menyiapkan transformasi besar aespa menuju era yang lebih dewasa, lebih berkelas, dan lebih berani keluar dari bayang-bayang konsep metaverse mereka.
Tabooo.id – G-Dragon akhirnya resmi masuk ke proyek terbaru aespa. Ia akan ikut mengisi suara di WDA (Whole Different Animal), single pra-rilis yang membuka era baru aespa.
SM Entertainment mengumumkan kabar itu pada Jumat (8/5). aespa akan merilis lagu tersebut pada Senin (11/5) pukul 16.00 WIB. Namun, publik melihat kolaborasi ini lebih dari sekadar proyek musik biasa.
WDA Jadi Awal Transformasi aespa
aespa menjadikan WDA sebagai pintu masuk menuju album penuh kedua mereka, LEMONADE, yang akan hadir pada 29 Mei mendatang.
Album berisi 10 lagu itu membawa arah musik aespa ke fase yang lebih dewasa. Grup ini mulai mengurangi nuansa metaverse eksperimental yang selama ini melekat kuat pada identitas mereka.
Karena itu, kehadiran G-Dragon terasa sangat simbolis.
Ia bukan hanya ikon generasi kedua K-pop. Ia juga menjadi figur yang mewakili kelas, legacy, dan pengaruh besar dalam industri musik Korea.
aespa tampak ingin naik level. Mereka tidak lagi hanya menjual konsep futuristik. Mereka sekarang mulai membangun identitas artistik yang lebih matang dan berkelas.
Kolaborasi Ini Cetak Sejarah Baru
aespa sukses menjadi girl group generasi keempat pertama yang resmi bekerja sama dengan leader BIGBANG dalam proyek rekaman studio.
Sebenarnya, publik sudah melihat kedekatan profesional mereka sejak beberapa bulan terakhir.
Karina muncul dalam video klip “TOO BAD”, lagu utama dari album studio ketiga G-Dragon yang rilis pada Februari 2025.
Selain itu, aespa juga hadir dalam program variety show Good Day yang dipandu langsung oleh G-Dragon.
Semua momen itu sekarang terasa seperti potongan puzzle yang mulai menyatu.
SM Tampak Sedang Mengubah Arah aespa
SM Entertainment tampaknya ingin membentuk citra baru untuk aespa.
Mereka mulai menggeser aespa dari konsep AI dan avatar, menuju image yang lebih berpengalaman dan mainstream global.
Karena itu, SM memilih sosok tokoh besar, seperti G-Dragon untuk membuka fase baru tersebut.
Langkah ini terasa menarik. Saat banyak grup baru berlomba mengejar viralitas TikTok, aespa justru mendekati simbol legacy K-pop.
Di situlah pertaruhannya muncul.
aespa Tidak Lagi Hanya Mengejar Viral
Kalau LEMONADE sukses besar, aespa bisa mengubah cara publik memandang girl group generasi keempat.
Mereka tidak hanya tampil sebagai grup yang cepat viral. Mereka juga bisa membangun identitas artistik yang bertahan lama.
Industri K-pop memang bergerak sangat cepat. Tren datang dan pergi dalam hitungan minggu.
Namun, identitas dan pengaruh jangka panjang jauh lebih sulit dibangun.
Dan aespa tampaknya mulai mengejar itu sekarang.
Di saat banyak grup sibuk mengejar algoritma, aespa justru mulai mengejar legacy. @naysa





