Tabooo.id: Check – Sebuah video bernarasi menyesatkan kembali beredar dan memicu kepanikan publik. Kali ini, isu tersebut menyeret produk makanan ringan. Akun X @indepenSumatera mengunggah video yang mengeklaim snack Luppo mengandung tablet berbahaya yang dapat melumpuhkan.
Unggahan itu cepat menyebar di media sosial. Hingga Senin (5/12/2025), warganet telah menonton video tersebut sekitar 149 ribu kali, memberikan lebih dari 1.000 tanda suka, membagikannya 661 kali, dan menuliskan 148 komentar. Sejumlah pengguna langsung menyuarakan kekhawatiran. Sebagian lainnya bahkan menyimpulkan produk tersebut berbahaya tanpa melakukan pengecekan fakta.
Namun, apakah klaim tersebut benar?
Hasil Pemeriksaan Fakta
Dilansir Tabooo.id dilansir dari kanal TurnBackHoax menelusuri klaim tersebut. Tim melakukan pencarian dengan kata kunci “Snack Luppo mengandung tablet berbahaya yang dapat melumpuhkan” melalui mesin pencari Google.
Hasil pencarian mengarah pada artikel bantahan dari Kompas.com berjudul “[HOAKS] Produk Makanan Ringan Mengandung Tablet yang Melumpuhkan Anak”. Media tersebut menerbitkan artikel itu pada Selasa, 8 Oktober 2024 dan menegaskan bahwa klaim dalam video tidak memiliki dasar fakta yang valid.
Penelusuran lanjutan menunjukkan bahwa pembuat video tidak merekam konten tersebut di Indonesia. Indikasi kuat mengarah ke wilayah Kurdistan, Irak Utara, sebagai lokasi pengambilan gambar. Bahasa Kurdi yang terdengar di bagian akhir klip memperkuat kesimpulan tersebut.
Konteks Video yang Dipelintir
Berdasarkan laporan Kompas.com, isu dalam video tersebut berkaitan dengan kampanye boikot produk Turki yang terjadi di wilayah Kurdistan pada 2019. Pihak tertentu kemudian memunculkan kembali video lama itu dengan narasi baru dan melepasnya dari konteks awal.
Sementara itu, situs pemeriksa fakta internasional Snopes mengungkap bahwa Solen, perusahaan yang memproduksi Luppo, telah menyerahkan dokumen resmi terkait sertifikasi keselamatan pabrik. Pabrik tersebut telah menjalani inspeksi dari SGS, perusahaan inspeksi independen asal Swiss.
Hingga kini, tidak ada pihak yang dapat memastikan asal-usul “tablet” yang terlihat dalam video. Beberapa kemungkinan muncul, mulai dari ulah pembuat video, sabotase di tingkat distribusi, hingga faktor lain di tingkat lokal. Namun, tidak satu pun bukti menunjukkan bahwa tablet tersebut berasal dari proses produksi resmi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran dan verifikasi dari berbagai sumber tepercaya, klaim bahwa snack Luppo mengandung tablet berbahaya yang dapat melumpuhkan merupakan konten menyesatkan (misleading content). Video tersebut berasal dari luar Indonesia, sementara narasi yang menyertainya tidak sesuai dengan fakta.
Kasus ini mengingatkan publik bahwa konten visual tanpa konteks mudah memicu kepanikan, terutama jika menyentuh isu kesehatan dan keamanan pangan.
Imbauan
Masyarakat perlu bersikap kritis sebelum mempercayai atau membagikan informasi dari media sosial. Mengecek lokasi, waktu, dan sumber informasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran konten menyesatkan.
Di era media sosial, kecepatan sering mengalahkan ketelitian. Padahal, satu kali klik “bagikan” dapat memperluas dampak informasi keliru.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @eko




