Tabooo: Check – Di linimasa Facebook, sebuah foto tiba-tiba muncul tanpa banyak penjelasan. Unggahan itu tidak datang dari media besar dan juga tidak berasal dari institusi resmi. Foto tersebut hanya muncul dari sebuah akun bernama “Yana Rifat Evolution.”
Sekilas, visualnya tampak meyakinkan. Sebuah patung terlihat sedang dikerjakan dengan detail halus. Cahaya jatuh rapi di permukaannya, sementara sudut pengambilan gambar terasa penuh perhitungan. Kesan dokumentasi proyek seni pun langsung muncul.
Namun, perhatian publik justru berhenti pada satu kalimat pendek di bawah foto itu: “Proses pembuatan patung Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri.”
Sayangnya, unggahan tersebut tidak menyertakan informasi pendukung. Tidak ada lokasi pembuatan. Tidak ada nama pematung. Bahkan, tidak ada penjelasan mengapa patung itu dibuat. Meski begitu, justru karena minim konteks, imajinasi publik mulai bekerja. Sebagian orang menduga ini proyek negara, sementara yang lain mengira ada monumen baru yang belum diumumkan.
Dalam dunia hoaks, kekosongan informasi sering kali menjadi pemantik paling ampuh.
Saat Klaim Diuji, Ceritanya Langsung Goyah
Untuk memastikan kebenarannya, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melalui TurnBackHoax langsung menelusuri klaim tersebut. Mereka tidak menelan foto itu mentah-mentah. Sebaliknya, mereka mengujinya menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan hivemoderation.com.
Hasil pemeriksaan berbicara tegas. Sistem mendeteksi kemungkinan 99,9 persen bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI.
Dengan kata lain, visual yang tampak seperti proses pemahatan itu tidak pernah terjadi di dunia nyata. Tidak ada bengkel patung. Tidak ada aktivitas seni. Teknologi AI hanya menyusun ilusi yang terlihat sangat masuk akal.
Tim pemeriksa kemudian melanjutkan penelusuran lewat mesin pencari dengan kata kunci “pembuatan patung Megawati.” Namun pencarian itu tidak menghasilkan apa pun. Media tidak memuat laporan terkait. Pemerintah tidak mengeluarkan pernyataan. Institusi seni pun tidak menyinggung proyek semacam ini.
Untuk isu sebesar ini, ketiadaan jejak justru menjadi sinyal paling jelas.
AI Pintar Menyusun Ilusi, Kita Masih Terbiasa Percaya
Alasan foto seperti ini mudah dipercaya sebenarnya sederhana. AI kini sangat pandai meniru realitas. Teknologi ini memahami cara cahaya jatuh di permukaan patung, mengenali tekstur yang terlihat “artistik,” dan memilih sudut gambar yang membuat orang berhenti menggulir layar.
Sementara itu, manusia masih memegang kebiasaan lama: jika ada foto, berarti kejadian itu benar-benar ada.
Padahal, di era sekarang, foto bisa lahir tanpa peristiwa. Tanpa lokasi. Bahkan tanpa kejadian nyata.
Coba pikirkan pelan-pelan. Proyek patung tokoh nasional sekelas Megawati jelas bukan proyek senyap. Jika proyek itu benar-benar ada, media pasti meliputnya. Pemerintah tentu memberi penjelasan. Jejak digital pun akan mudah ditemukan.
Foto ini lebih mirip etalase toko yang tampak mewah dari luar, tetapi kosong saat seseorang melangkah masuk.
Belajar Sedikit Curiga di Tengah Banjir Visual
Kesimpulannya tegas: klaim tentang “proses pembuatan patung Megawati” tidak benar. Foto yang beredar berasal dari rekayasa kecerdasan buatan, bukan dari dokumentasi kejadian nyata.
Di era ketika visual terlihat semakin meyakinkan, kebiasaan percaya memang perlu diimbangi dengan sikap kritis. Bukan untuk menjadi sinis, melainkan agar tetap rasional di tengah banjir konten.
Sebelum share, cek dulu biar nggak ikut dosa digital.
Karena satu klik ceroboh bisa ikut memperpanjang hidup kebohongan yang seharusnya berhenti di linimasa. @eko




