Sabtu, Mei 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Vape: Gaya Hidup atau Pintu Masuk Narkotika?

by dimas
April 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Vape selama ini hadir sebagai alternatif “lebih aman”. Lebih modern, lebih stylish, bahkan terlihat lebih sehat.
Tapi bagaimana kalau yang kamu hirup bukan sekadar uap melainkan narkotika?

Saat Uap Jadi Ancaman Nyata

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, mengungkap fenomena baru yang mengkhawatirkan: peredaran narkotika dalam cairan vape.

“Saat ini kita menghadapi peredaran zat narkotika dalam bentuk vape atau rokok elektrik secara masif,” ujar Suyudi dalam rapat Komisi III DPR, Selasa (7/4/2026).

Ini bukan sekadar kekhawatiran. Ini fakta yang sudah terjadi.

Bongkaran Lab: Isi Vape Tak Lagi Sederhana

BNN menguji 341 sampel cairan vape. Hasilnya mengejutkan.

Ini Belum Selesai

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Sebanyak 11 sampel mengandung synthetic cannabinoid, satu sampel mengandung methamphetamine (sabu), dan 23 sampel mengandung etomidate, zat anestesi yang biasa dipakai di dunia medis.

“Etomidate ini termasuk obat bius, Bapak,” kata Suyudi.

Sejak 28 November 2025, pemerintah resmi memasukkan etomidate ke dalam narkotika golongan II melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025.

Artinya? Ini bukan lagi area abu-abu. Ini bahaya yang nyata.

Ini Bukan Tren, ini Cara Baru Narkoba Masuk

Ini bukan sekadar penyalahgunaan vape.
Ini cara baru narkoba menyusup ke kehidupan sehari-hari.

Dulu, orang bisa mengenali narkotika dari bentuknya.
Sekarang, zat itu menyamar jadi gaya hidup.

Masalahnya bukan cuma zat berbahaya itu sendiri.
Masalahnya ada pada cara masuknya diam-diam, terlihat normal, dan sulit dicurigai.

Negara Lain Sudah Bergerak, Kita Masih Menunggu?

Melihat kondisi ini, Suyudi mendorong Indonesia meniru langkah negara ASEAN seperti Vietnam, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Laos yang sudah lebih dulu melarang vape.

“Kami berharap Indonesia ikut melarang vape, karena alat ini terbukti disalahgunakan untuk mengonsumsi etomidate,” ujarnya.

Logikanya sederhana.

Jika alatnya hilang, jalur penyalahgunaan ikut terputus.

Sabu butuh bong. Vape kini jadi alat baru. Tanpa alat, orang tidak bisa mengonsumsi dengan mudah.

Dampaknya Buat Kamu

Kamu mungkin merasa hanya memakai vape “biasa”.
Kamu mungkin percaya produk yang kamu beli aman.

Tapi faktanya, kamu belum tentu tahu isi yang kamu hirup.

Di titik ini, bahaya muncul saat sesuatu yang berisiko terasa normal.

Anak muda jadi target utama. Di situlah tren tumbuh paling cepat.

Masih yakin ini cuma soal gaya hidup?

Masalah Sebenarnya: Kita Selalu Ketinggalan

Fenomena ini menunjukkan satu hal yang sering kita abaikan teknologi gaya hidup selalu melaju lebih cepat daripada regulasi.

Vape dulu muncul sebagai solusi. Sekarang, ia membuka celah baru.

Yang tertinggal bukan cuma aturan. Kita juga tertinggal dalam kesadaran.

Dan ini kenyataan yang cukup menampar, kita sering bereaksi setelah masalah membesar.

Hari Ini Tren, Besok Bisa Jadi Krisis

Hari ini terlihat seperti fenomena baru.
Besok, ini bisa berubah jadi ancaman besar.

Karena yang berubah bukan hanya cara orang mengonsumsi narkoba tapi cara narkoba masuk ke hidup kita.

Sekarang pertanyaannya bukan lagi ini berbahaya atau tidak.

Tapi, seberapa lama kita mau menganggap ini semua baik-baik saja? @dimas

Tags: BahayabnnGaya HidupKesehatannarkobaNarkotikaNasionalPeredaranRealitaRegulasisabuSosialSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Ini Bukan Sekadar Film: Saat Promosi Bisa Memicu Risiko Nyata

Ini Bukan Sekadar Film: Saat Promosi Bisa Memicu Risiko Nyata

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id