Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa, Ketika “Candaan” Berubah Jadi Kekerasan

by dimas
April 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Sebuah grup chat terlihat biasa. Namun dari ruang digital itu, dugaan pelecehan terhadap puluhan perempuan muncul dan mengguncang kampus.

Masalahnya bukan hanya isi chat. Ini tentang batas yang dilanggar.

UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH

Universitas Indonesia menonaktifkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) karena dugaan pelecehan terhadap 27 mahasiswi dan dosen melalui grup chat.

Kebijakan ini berlaku sejak 15 April hingga 30 Mei 2026. Selama periode itu, kampus melarang mereka mengikuti perkuliahan, bimbingan, dan seluruh aktivitas akademik.

Pihak kampus juga melarang mereka memasuki area kampus, kecuali untuk pemeriksaan dengan pengawasan langsung.

Ini Belum Selesai

Pahlawan Street Centre, Jalan yang Pernah Jadi Nadi Madiun

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Direktur Humas UI, Erwin Agustian Pangaribuan, menjelaskan tujuan kebijakan ini.

“Langkah ini kami ambil untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan lingkungan akademik tetap kondusif,” jelasnya.

Kampus Perketat Pengawasan

UI memperketat pengawasan untuk mencegah kontak antara terduga pelaku dengan korban maupun saksi.

Tim kampus mengawal seluruh proses agar berjalan tanpa tekanan atau intervensi.

UI juga menegaskan bahwa status penonaktifan ini bersifat sementara, bukan sanksi akhir. Kampus tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah.

Fokus pada Perlindungan Korban

UI menerapkan pendekatan yang berpusat pada korban.

Tim kampus menyediakan pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta dukungan akademik bagi korban.

Kampus menjaga kerahasiaan identitas semua pihak agar proses berjalan aman.

UI juga meminta publik menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Koordinasi dengan Kementerian PPPA

UI langsung menjalin koordinasi dengan Kementerian PPPA untuk memperkuat penanganan kasus.

Rektor UI Heri Hermansyah bertemu Menteri Arifatul Choiri Fauzi di Gedung Pusat Administrasi UI.

Kementerian PPPA mengapresiasi langkah cepat kampus. Kedua pihak sepakat memperkuat sistem penanganan agar lebih transparan dan akuntabel.

“Kita perlu memperkuat posisi Satgas dan membangun koordinasi nasional,” kata Arifah.

Dorong Perubahan Sistem Kampus

Rektor UI menilai kampus perlu memperdalam kajian akar masalah.

“Kita harus melihat persoalan ini secara menyeluruh agar bisa mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

UI juga akan memperkuat edukasi sejak awal melalui orientasi mahasiswa baru. Kampus akan memasukkan materi wajib tentang kekerasan seksual dan isu sosial lainnya.

Ini Lebih dari Sekadar Kasus

Kasus ini tidak berdiri sendiri.

Ini menunjukkan pola lama yang terus berulang.
Lingkungan akademik terlihat aman, tapi celah tetap ada.

Yang lebih mengkhawatirkan: banyak orang tahu, tapi memilih diam.

Dampak ke Publik

Ini dampaknya buat kamu:
Ruang aman bisa runtuh kapan saja, bahkan di tempat yang dianggap paling intelektual.

Jika kampus saja bisa kecolongan, ruang lain mungkin lebih rentan.

Analisis Tabooo

UI bergerak cepat. Itu fakta.

Namun kecepatan bukan jawaban utama. Akar masalahnya ada pada budaya dan sistem.

Selama orang masih menganggap pelecehan sebagai “candaan”, kasus seperti ini akan terus muncul.

Ini bukan soal satu grup chat. Ini soal cara kita memandang batas dan empati.

Closing

Hari ini kita bicara soal satu kasus.
Besok, bisa jadi muncul lagi dengan bentuk berbeda.

Pertanyaannya, kita mau berhenti di reaksi, atau mulai memperbaiki dari akar? @dimas

Tags: Kekerasan SeksualPendidikan Indonesiasatgas ppk

Kamu Melewatkan Ini

100 Tahun Gontor: Ketika Pesantren Masuk ke Panggung Besar Pendidikan Nasional

100 Tahun Gontor: Ketika Pesantren Masuk ke Panggung Besar Pendidikan Nasional

by teguh
September 19, 2026

Pagi itu, perhatian tidak hanya tertuju pada halaman Pondok Modern Darussalam Gontor. Ribuan santri, alumni, tamu undangan, dan tokoh pendidikan...

Smart TV di Sekolah, Listrik Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

Smart TV di Sekolah, Listrik, Internet Masih Jadi Soal: Negara Sedang Membangun Apa?

by teguh
September 12, 2026

Layar interaktif kini masuk ke ruang kelas hingga pelosok Nusa Tenggara Timur dengan hadirnya bantuan Smart TV di sekolah melalui...

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

Program Digitalisasi Harus jalan, Smart TV untuk Sekolah Rusak, Listriknya?

by teguh
September 12, 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan polemik bantuan program digitasasi perangkat digital untuk SD Negeri Mboeng, Manggarai...

Next Post
Banjir Merah di Solo Bukan Kebetulan, Ini Akumulasi Kelalaian

Banjir Merah di Solo Bukan Kebetulan, Ini Akumulasi Kelalaian

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id