Tabooo.id: Nasional – Sebuah grup chat terlihat biasa. Namun dari ruang digital itu, dugaan pelecehan terhadap puluhan perempuan muncul dan mengguncang kampus.
Masalahnya bukan hanya isi chat. Ini tentang batas yang dilanggar.
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH
Universitas Indonesia menonaktifkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) karena dugaan pelecehan terhadap 27 mahasiswi dan dosen melalui grup chat.
Kebijakan ini berlaku sejak 15 April hingga 30 Mei 2026. Selama periode itu, kampus melarang mereka mengikuti perkuliahan, bimbingan, dan seluruh aktivitas akademik.
Pihak kampus juga melarang mereka memasuki area kampus, kecuali untuk pemeriksaan dengan pengawasan langsung.
Direktur Humas UI, Erwin Agustian Pangaribuan, menjelaskan tujuan kebijakan ini.
“Langkah ini kami ambil untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan lingkungan akademik tetap kondusif,” jelasnya.
Kampus Perketat Pengawasan
UI memperketat pengawasan untuk mencegah kontak antara terduga pelaku dengan korban maupun saksi.
Tim kampus mengawal seluruh proses agar berjalan tanpa tekanan atau intervensi.
UI juga menegaskan bahwa status penonaktifan ini bersifat sementara, bukan sanksi akhir. Kampus tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah.
Fokus pada Perlindungan Korban
UI menerapkan pendekatan yang berpusat pada korban.
Tim kampus menyediakan pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta dukungan akademik bagi korban.
Kampus menjaga kerahasiaan identitas semua pihak agar proses berjalan aman.
UI juga meminta publik menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Koordinasi dengan Kementerian PPPA
UI langsung menjalin koordinasi dengan Kementerian PPPA untuk memperkuat penanganan kasus.
Rektor UI Heri Hermansyah bertemu Menteri Arifatul Choiri Fauzi di Gedung Pusat Administrasi UI.
Kementerian PPPA mengapresiasi langkah cepat kampus. Kedua pihak sepakat memperkuat sistem penanganan agar lebih transparan dan akuntabel.
“Kita perlu memperkuat posisi Satgas dan membangun koordinasi nasional,” kata Arifah.
Dorong Perubahan Sistem Kampus
Rektor UI menilai kampus perlu memperdalam kajian akar masalah.
“Kita harus melihat persoalan ini secara menyeluruh agar bisa mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
UI juga akan memperkuat edukasi sejak awal melalui orientasi mahasiswa baru. Kampus akan memasukkan materi wajib tentang kekerasan seksual dan isu sosial lainnya.
Ini Lebih dari Sekadar Kasus
Kasus ini tidak berdiri sendiri.
Ini menunjukkan pola lama yang terus berulang.
Lingkungan akademik terlihat aman, tapi celah tetap ada.
Yang lebih mengkhawatirkan: banyak orang tahu, tapi memilih diam.
Dampak ke Publik
Ini dampaknya buat kamu:
Ruang aman bisa runtuh kapan saja, bahkan di tempat yang dianggap paling intelektual.
Jika kampus saja bisa kecolongan, ruang lain mungkin lebih rentan.
Analisis Tabooo
UI bergerak cepat. Itu fakta.
Namun kecepatan bukan jawaban utama. Akar masalahnya ada pada budaya dan sistem.
Selama orang masih menganggap pelecehan sebagai “candaan”, kasus seperti ini akan terus muncul.
Ini bukan soal satu grup chat. Ini soal cara kita memandang batas dan empati.
Closing
Hari ini kita bicara soal satu kasus.
Besok, bisa jadi muncul lagi dengan bentuk berbeda.
Pertanyaannya, kita mau berhenti di reaksi, atau mulai memperbaiki dari akar? @dimas






