Tabooo.id: Sports – Sorak ribuan penonton di Stadion Nimibutr mendadak pecah bukan karena wakil tuan rumah berjaya, melainkan karena seorang bocah 18 tahun asal Indonesia berdiri tegak di tengah tekanan. Moh Zaki Ubaidillah menutup laga dengan satu poin penentu, lalu langsung jatuh dalam tangis. Malam di Bangkok itu menjadi saksi Thailand Masters 2026 kini punya juara baru.
Skor Ketat, Duel Mental Tiga Gim
Ubed menundukkan Panitchaphon Teeraratsakul lewat duel maraton tiga gim 21-19, 20-22, 21-19, Minggu (01/02/2026). Sejak awal, final tunggal putra ini berjalan ketat dan cepat. Kedua pemain saling menekan, saling membaca, dan saling menguji mental.
Gim pertama sempat tidak berpihak pada Ubed. Ia tertinggal, namun menolak panik dan berhasil membalikkan keadaan di poin krusial. Gim kedua berubah menjadi ujian kesabaran. Saat peluang juara mulai terbuka, Teeraratsakul memaksa rubber game lewat kemenangan tipis 22-20.
Tertinggal, Ditekan, Lalu Bangkit
Game ketiga menghadirkan tekanan paling berat. Ubed tertinggal 11-8 di interval, lalu kembali ketinggalan 17-15 saat laga memasuki titik kritis. Di momen inilah mental juara diuji.
Alih-alih goyah, Ubed tampil lebih agresif dan disiplin. Ia memaksa reli panjang, membaca arah serangan lawan, dan mencuri poin demi poin. Ketika bola terakhir jatuh di lapangan Teeraratsakul, skor 21-19 memastikan kemenangan Indonesia. Ubed langsung menutup wajah air mata tumpah di Nimibutr.
Suara Pelatih, Fokus Jadi Kunci
“Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan nggak nyangka bisa juara,” ujar Ubed dalam rilis pascalaga. Ia mengakui sempat berada dalam posisi sulit, namun memilih bertahan secara mental.
“Tadi sempat ketinggalan, tapi saya nggak mau gampang menyerah. Pelatih terus mengingatkan untuk menjaga fokus, karena sebelum poin 21 semuanya masih bisa dikejar,” lanjutnya.
Sorak Lawan Jadi Bahan Bakar
Bertanding di kandang lawan tak membuat Ubed ciut nyali. Justru sebaliknya. Sorakan suporter Thailand berubah menjadi pemantik semangat.
“Pendukung lawan cukup ramai hari ini, tapi itu malah bikin saya tambah semangat. Lawan tuan rumah pasti nggak mau kalah juga,” tuturnya.
Gelar Pertama, Ambisi Lebih Tinggi
Gelar Thailand Masters 2026 menjadi trofi pertama Ubed di level Super 300. Usia masih 18 tahun, tetapi mentalnya sudah matang. Ia pun langsung membidik level yang lebih tinggi.
“Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum, dan semuanya. Ke depannya semoga bisa lebih baik lagi. Target saya Super 500 ke atas,” tegas Ubed.
Lebih dari Sekadar Piala
Kemenangan ini bukan cuma soal angka dan trofi. Ubed mengirim pesan jelas regenerasi bulutangkis Indonesia berjalan. Di tengah tekanan tuan rumah, ia membuktikan satu hal nyali besar tak kenal usia. @teguh







