Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ubed Taklukkan Tuan Rumah, Indonesia Dapat Raja Baru Super 300

by teguh
Februari 2, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorak ribuan penonton di Stadion Nimibutr mendadak pecah bukan karena wakil tuan rumah berjaya, melainkan karena seorang bocah 18 tahun asal Indonesia berdiri tegak di tengah tekanan. Moh Zaki Ubaidillah menutup laga dengan satu poin penentu, lalu langsung jatuh dalam tangis. Malam di Bangkok itu menjadi saksi Thailand Masters 2026 kini punya juara baru.

Skor Ketat, Duel Mental Tiga Gim

Ubed menundukkan Panitchaphon Teeraratsakul lewat duel maraton tiga gim 21-19, 20-22, 21-19, Minggu (01/02/2026). Sejak awal, final tunggal putra ini berjalan ketat dan cepat. Kedua pemain saling menekan, saling membaca, dan saling menguji mental.

Gim pertama sempat tidak berpihak pada Ubed. Ia tertinggal, namun menolak panik dan berhasil membalikkan keadaan di poin krusial. Gim kedua berubah menjadi ujian kesabaran. Saat peluang juara mulai terbuka, Teeraratsakul memaksa rubber game lewat kemenangan tipis 22-20.

Tertinggal, Ditekan, Lalu Bangkit

Game ketiga menghadirkan tekanan paling berat. Ubed tertinggal 11-8 di interval, lalu kembali ketinggalan 17-15 saat laga memasuki titik kritis. Di momen inilah mental juara diuji.

Alih-alih goyah, Ubed tampil lebih agresif dan disiplin. Ia memaksa reli panjang, membaca arah serangan lawan, dan mencuri poin demi poin. Ketika bola terakhir jatuh di lapangan Teeraratsakul, skor 21-19 memastikan kemenangan Indonesia. Ubed langsung menutup wajah air mata tumpah di Nimibutr.

Ini Belum Selesai

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Timnas Indonesia vs Oman: Saatnya Akhiri Kutukan 38 Tahun atau Kembali Terjebak Masa Lalu?

Suara Pelatih, Fokus Jadi Kunci

“Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan nggak nyangka bisa juara,” ujar Ubed dalam rilis pascalaga. Ia mengakui sempat berada dalam posisi sulit, namun memilih bertahan secara mental.

“Tadi sempat ketinggalan, tapi saya nggak mau gampang menyerah. Pelatih terus mengingatkan untuk menjaga fokus, karena sebelum poin 21 semuanya masih bisa dikejar,” lanjutnya.

Sorak Lawan Jadi Bahan Bakar

Bertanding di kandang lawan tak membuat Ubed ciut nyali. Justru sebaliknya. Sorakan suporter Thailand berubah menjadi pemantik semangat.

“Pendukung lawan cukup ramai hari ini, tapi itu malah bikin saya tambah semangat. Lawan tuan rumah pasti nggak mau kalah juga,” tuturnya.

Gelar Pertama, Ambisi Lebih Tinggi

Gelar Thailand Masters 2026 menjadi trofi pertama Ubed di level Super 300. Usia masih 18 tahun, tetapi mentalnya sudah matang. Ia pun langsung membidik level yang lebih tinggi.

“Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum, dan semuanya. Ke depannya semoga bisa lebih baik lagi. Target saya Super 500 ke atas,” tegas Ubed.

Lebih dari Sekadar Piala

Kemenangan ini bukan cuma soal angka dan trofi. Ubed mengirim pesan jelas regenerasi bulutangkis Indonesia berjalan. Di tengah tekanan tuan rumah, ia membuktikan satu hal nyali besar tak kenal usia. @teguh

Tags: FinalMomenNasionalPBSIPertamaPoinRegenerasiSuporter

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Gunung ‘Butuh Me Time’: Ciremai Menutup Jalur Kita Dipaksa Belajar Ngerem

Gunung ‘Butuh Me Time’: Ciremai Menutup Jalur Kita Dipaksa Belajar Ngerem

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id