• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Tumbangnya Raja Narkoba dan Ancaman Perang Suksesi di Meksiko

Februari 25, 2026
in Global, News
A A
Tumbangnya Raja Narkoba dan Ancaman Perang Suksesi di Meksiko

Aparat berjaga di dekat bus terbakar pasca-tewasnya Nemesio “El Mencho” Oseguera di Zapopan, Jalisco, Meksiko, pada Minggu (22/2/2026). (Foto: AFP/Ulises Ruiz)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kematian Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho dalam operasi pasukan keamanan Meksiko pada Minggu (22/2/2026) langsung mengguncang struktur internal Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Pemerintah menutup satu perburuan besar, tetapi pada saat yang sama membuka babak baru yang penuh ketidakpastian.

CJNG bukan kartel biasa. Organisasi ini mengirim kokain, metamfetamin, dan berbagai narkoba lain ke Amerika Serikat hingga Australia. Selama lebih dari satu dekade, El Mencho membangun jaringan yang menembus pelabuhan, perbatasan, hingga sistem keuangan. Kini, kursi komando itu kosong.

Di Guadalajara, kekosongan tersebut langsung memicu kekacauan. Kelompok bersenjata membakar toko dan bank, memblokade jalan raya, serta menyerang aparat sebagai bentuk balasan. Aktivitas ekonomi lumpuh. Warga memilih bertahan di rumah. Kota yang biasanya sibuk berubah menjadi medan siaga.

Pukulan Besar, Tapi Belum Tentu Akhir

Eduardo Guerrero, mantan pejabat keamanan Meksiko, menyebut kematian El Mencho sebagai pukulan paling signifikan terhadap perdagangan narkoba di negara itu. Ia menilai belum pernah ada organisasi dengan kontrol teritorial dan penetrasi politik seperti CJNG.

Pernyataan itu mencerminkan betapa luasnya gurita kartel ini. CJNG tidak hanya mengandalkan bisnis narkoba. Mereka masuk ke perdagangan alpukat, penyelundupan migran ke Amerika Serikat bahkan dari China, hingga pertambangan emas ilegal di Amerika Selatan. Kartel ini membangun ekonomi bayangan yang menopang ribuan orang secara legal maupun ilegal.

Namun sejumlah analis meragukan bahwa kematian satu figur akan otomatis meruntuhkan organisasi. Sejarah kartel di Meksiko menunjukkan, ketika satu kepala tumbang, kepala lain sering muncul. CJNG sendiri lahir dari pecahan Milenio Cartel pada 2009 setelah konflik internal. El Mencho menang dalam perebutan itu dan membentuk kekuatan baru. Kini, pola yang sama berpotensi terulang.

Perebutan Suksesi dan Risiko Perang Internal

Konsultan keamanan David Saucedo menilai suksesi di kartel Meksiko sering mengikuti pola dinasti. Namun situasi CJNG tidak sederhana. Sejumlah saudara El Mencho telah ditangkap. Putranya, yang pernah menjadi komandan penting, diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2020.

Istrinya, Rosalinda Gonzalez Valencia, memiliki pengaruh kuat di sektor keuangan kartel. Meski demikian, peluangnya memimpin dinilai kecil. Budaya machismo yang kental dalam organisasi kriminal Meksiko menyulitkan perempuan untuk mengambil alih komando.

Saucedo memperkirakan salah satu dari empat komandan utama bisa merebut kepemimpinan jika mereka mencapai kompromi. Jika gagal, perang suksesi hampir pasti meledak. Bagi masyarakat sipil, itu berarti baku tembak baru, penculikan, dan lonjakan pembunuhan.

Dampak Berbeda bagi Meksiko dan AS

Peristiwa ini menghadirkan ironi geopolitik. Bagi Washington, melemahnya CJNG berpotensi mengurangi arus narkoba yang masuk ke pasar Amerika. Bagi Meksiko, fragmentasi kartel justru sering melahirkan kelompok lebih kecil yang lebih brutal dan sulit dikendalikan.

Dalam banyak kasus, kartel yang terpecah bersaing memperebutkan wilayah dengan kekerasan terbuka. Mereka memungut “pajak” dari pedagang lokal, mengancam pejabat daerah, dan memaksa warga tunduk pada aturan tidak tertulis.

Yang paling terdampak bukan elite politik atau jaringan global. Pedagang kecil, sopir angkutan, pekerja pabrik, dan keluarga kelas menengah ke bawah yang hidup di wilayah operasi kartel menanggung risiko terbesar. Ketika blokade terjadi, mereka kehilangan pendapatan harian. Ketika tembakan terdengar, mereka kehilangan rasa aman.

Pemerintah di Dua Front Perang

Presiden Claudia Sheinbaum kini menghadapi tekanan besar. Sebelumnya, banyak analis menduga pemerintah terlalu fokus pada Sinaloa Cartel sehingga enggan membuka front baru melawan CJNG. Kedua kartel memiliki persenjataan dan personel yang sering kali menandingi kapasitas negara.

Pendahulu Sheinbaum, Andrés Manuel López Obrador, mengusung pendekatan “hugs not bullets” dengan menitikberatkan program sosial. Namun kekerasan tetap meningkat dan kartel terus meluas. Saat Sheinbaum menjabat pada akhir 2024, pemerintah mengirim ratusan tentara ke Sinaloa. Fokus itu memberi ruang bagi CJNG untuk menguat.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Kini pemerintah harus membuktikan bahwa operasi yang menewaskan El Mencho bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. Menteri Keamanan Omar García Harfuch memimpin perlawanan terhadap Sinaloa, sementara militer menumpas El Mencho. Negara seolah berperang di dua garis sekaligus.

Perang Panjang yang Tak Kunjung Usai

Pengalaman global menunjukkan, menjatuhkan pemimpin puncak tidak cukup. Diego Molano Aponte, mantan menteri pertahanan Kolombia, menekankan bahwa negara harus membongkar rantai komando menengah dan memutus aliran aset ilegal. Tanpa itu, organisasi akan beradaptasi dan bertahan.

Fakta di lapangan memperlihatkan paradoks. Selama hampir enam dekade perang melawan narkoba yang didukung Amerika Serikat, puluhan bos kartel tewas atau dipenjara. Namun laporan PBB mencatat sekitar 25 juta orang menggunakan kokain pada 2023, naik dari 17 juta satu dekade sebelumnya.

Artinya, permintaan global tetap tinggi meski para “raja” terus berguguran. Selama pasar masih ada, suplai akan mencari jalan.

Kematian El Mencho memang mengguncang satu kartel besar. Tetapi bagi warga Meksiko yang hidup di antara sirene dan asap pembakaran, pertanyaan yang lebih mendesak bukan siapa yang memimpin CJNG berikutnya melainkan kapan mereka bisa menjalani hari tanpa rasa takut. Dalam perang yang sudah terlalu panjang, kemenangan sering terdengar seperti jeda, bukan akhir cerita. @dimas

Tags: CartelCJNGClaudia SheinbaumEl MenchoGlobalGuadalajaraInternasionalJaliscoKartelKeamananKriminalMeksikonarkobaperang
Next Post
Belum Rilis, Dompet Sudah Menjerit: Harga Kaset GTA 6 Bikin Shock

Belum Rilis, Dompet Sudah Menjerit: Harga Kaset GTA 6 Bikin Shock

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Santai Bukan Sekadar Jalan: Cara Banjar Legian Kulod Merawat Rasa Jadi “Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.