Selasa, April 28, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Tukang Parkir Itu Gangguan atau Penjaga yang Kita Abaikan?

by eko
April 25, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Kita sering bilang tukang parkir “cuma minta uang”. Tapi kalau suatu hari mereka berhenti jaga, kamu yakin masih nyaman ninggalin motor?

Tabooo.id: Talk – Kalau kamu pernah kesel bayar parkir, kamu nggak sendirian. Tapi sebelum menyimpulkan mereka cuma “minta uang”, coba tanya dulu: apa yang sebenarnya mereka lakukan saat kamu tidak melihat?

Kita jujur aja. Berapa kali kamu ngedumel tiap bayar parkir?

“Lah, cuma berdiri doang kok minta uang.”
“Ini mah pungli kecil-kecilan.”
“Atur parkir juga enggak.”

Narasi itu udah jadi kebiasaan. Bahkan mungkin refleks.

Tapi coba bayangin satu momen ini.

Ini Belum Selesai

Festival Film Indonesia: Kompetisi atau Ruang Belajar Penonton?

UU Perlindungan Anak Kuat, Tapi Implementasi Lemah

Kamu lagi makan di dalam. Hujan deras. Kamu aman, kering. Tapi di luar, ada tukang parkir yang tetap berdiri ngelapin jok motor kamu pakai kanebo, nutup helm pakai plastik, mindahin motor biar gak kena hujan.

Pertanyaannya: kalau itu kejadian ke kamu, masih mau bilang mereka “cuma berdiri”?

Kita Marah ke Orang yang Paling Terlihat

Masalahnya mungkin bukan sekadar tukang parkir.

Masalahnya: mereka adalah “wajah paling dekat” dari sistem yang berantakan.

Parkir liar? Mereka yang disalahkan.
Tarif gak jelas? Mereka yang disalahkan.
Tidak ada standar? Mereka juga yang kena.

Padahal, mereka sering cuma berada di posisi paling bawah.

Mereka bukan pembuat aturan.
Mereka bukan penentu sistem.

Tapi mereka yang paling sering menerima keluhan.

Antara Realita dan Persepsi

Di kepala kita, tukang parkir = orang yang minta uang.

Di lapangan, banyak dari mereka = orang yang bantu, jaga, dan kadang melakukan lebih dari yang kita lihat.

Masalahnya, kita jarang benar-benar memperhatikan.

Kita datang → parkir → pergi.
Selesai.

Padahal, ada aktivitas yang terjadi di sela-sela itu.

Dan justru di situ nilai kerjanya muncul.

Jadi Ini Soal Siapa?

Apakah semua tukang parkir baik? Jelas tidak.

Apakah semua sistem parkir rapi? Juga tidak.

Tapi menyederhanakan semuanya jadi “mereka cuma minta uang” mungkin terlalu malas untuk berpikir.

Karena realitanya lebih rumit dari itu.

Ada sistem informal, Ada ekonomi kecil yang hidup dari sana dan orang-orang yang menggantungkan hidup di ruang abu-abu.

Dan kita sebagai pengguna ada di tengah semua itu.

Kita Mau Nyaman, Tapi Gak Mau Melihat

Lucunya, kita ingin motor aman.
Kita ingin parkiran rapi.
Kita ingin ada yang bantu.

Tapi kita juga tidak ingin membayar dengan ikhlas.

Di titik ini, kita mulai kontradiktif.

Kita ingin layanan, tapi menolak keberadaan orang yang memberi layanan itu.

Lalu, Harus Gimana?

Ini bukan soal membela atau menyalahkan.

Ini soal jujur melihat realita.

Kalau sistem parkir memang bermasalah, ya kritik sistemnya.
Kalau ada tukang parkir yang tidak bekerja dengan benar, ya itu juga valid untuk dikritik.

Tapi kalau ada yang bekerja dengan niat dan tanggung jawab, apakah masih adil kalau kita tetap menyamaratakan?

Pertanyaan yang Gak Enak

Mungkin pertanyaan paling jujur bukan tentang mereka.

Tapi tentang kita.

Apakah kita benar-benar melihat?
Atau kita cuma melihat apa yang kita mau lihat?

Karena bisa jadi, masalahnya bukan di tukang parkir.

Tapi di cara kita memandang mereka.@eko

Tags: Fenomena Sosialkritik sosialOpini PublikOpini Tabooopekerja informalrealita sosialSoloSurakartaTabooo Talk

Kamu Melewatkan Ini

Katanya Setara, Tapi Kenapa Hak Buruh Masih Jomplang?

Katanya Setara, Tapi Kenapa Hak Buruh Masih Jomplang?

by eko
April 27, 2026

Semua buruh katanya punya hak yang sama. Sekilas, ini terdengar adil. Namun, ketika kamu melihat lebih dekat, kenyataannya justru terasa...

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

by Naysa
April 27, 2026

Gaya hidup mewah pejabat di tengah rakyat yang kesulitan sering terasa seperti ironi modern. Namun, ini bukan cerita baru. Sejak...

UU Perlindungan Anak Kuat, Tapi Implementasi Lemah

UU Perlindungan Anak Kuat, Tapi Implementasi Lemah

by Jery
April 27, 2026

Oleh: Jery Satria. B. P., S.H. (Head of Legal PT Tabooo Network Indonesia, Pengamat Hukum)  Tabooo.id: Talk – Negara bicara perlindungan anak...

Next Post
9 to 5 tapi Hidup Nggak Naik?

9 to 5 tapi Hidup Nggak Naik?

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id