Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tuduhan Panas Ijazah Jokowi, JK Resmi Lapor Polisi

by sigit
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, akhirnya angkat langkah. Ia melaporkan peneliti forensik digital Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).

Laporan itu tercatat dengan nomor STTL/135/V/2026/BARESKRIM. Langkah ini bukan sekadar formalitas ini respons atas tudingan serius yang menyeret namanya ke polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Seperti yang Anda ketahui, saya datang untuk membuat laporan polisi. Ternyata prosesnya juga cukup panjang,” kata JK usai pelaporan.

Masalahnya sederhana tapi sensitif: nama JK disebut sebagai pihak yang mendanai isu dugaan ijazah palsu Jokowi.


Tuduhan Rp5 Miliar Jadi Pemicu

JK melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar dan merugikan reputasinya.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

“Karena mengatakan saya mendanai kawan-kawan untuk mempermasalahkan ijazah Pak Jokowi. Dan itu jelas tidak saya lakukan,” tegasnya.

Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talauho, menjelaskan duduk perkara. Menurutnya, Rismon menyebut JK sebagai sosok elite yang mendanai sejumlah pihak, termasuk mantan Menpora Roy Suryo, dengan nilai mencapai Rp5 miliar.

Pernyataan itu disebut muncul setelah Rismon mengajukan restorative justice dalam kasus lain yang dilaporkan Jokowi di Polda Metro Jaya.

“Beliau menyebutkan bahwa Pak JK memberikan uang sekitar Rp5 miliar dan mengaku menyaksikan. Itu yang jadi dasar laporan ini,” ujar Abdul.


Dari Narasi ke Proses Hukum

Kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah pernyataan terutama di ruang publik digital bisa berujung ke meja hukum.

Di era viral, satu klaim bisa langsung menyebar luas. Tapi ketika menyentuh nama besar dan reputasi, konsekuensinya tidak lagi sekadar debat publik.

Langkah JK menempuh jalur hukum juga menjadi sinyal: tuduhan tanpa dasar bisa berbalik menjadi masalah serius.


Kenapa Ini Penting Buat Kamu?

Kasus ini bukan cuma soal elite. Ini tentang batas antara opini, dugaan, dan fakta.

Di tengah banjir informasi, publik sering terjebak antara percaya dan ragu. Tapi satu hal jelas: setiap klaim butuh bukti.

Lalu, di era di mana semua orang bisa bicara, siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kata-katanya? @esp


Tags: BareskrimTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

Infinite Scroll dan Otak Anak: Kenapa Generasi Sekarang Sulit Lepas dari HP?

by jeje
Mei 7, 2026

Lampu kamar masih menyala pukul dua pagi. Seorang anak terus menggulir layar tanpa henti. Satu video lewat, lalu muncul video...

Bukan Sekadar Main HP, Pengadilan AS Sebut Media Sosial Dirancang Bikin Candu

Bukan Sekadar Main HP, Pengadilan AS Sebut Media Sosial Dirancang Bikin Candu

by jeje
Mei 7, 2026

Perdebatan soal media sosial kini bergeser. Orang kini tidak lagi hanya memperdebatkan durasi menatap layar, tapi juga cara platform digital...

“Ritual” Apakah Pikiran Kita Asli? Atau Hanya Pola yang Diulang?

“Ritual” Apakah Pikiran Kita Asli? Atau Hanya Pola yang Diulang?

by jeje
Mei 7, 2026

Sebagian besar orang percaya satu hal sederhana: apa yang mereka pikirkan berasal dari pilihan pribadi. Keputusan terasa sadar. Pendapat terasa...

Next Post
Privasi Tidak Dicuri Kita yang Menyerahkannya Tanpa Dipaksa

Privasi Tidak Dicuri Kita yang Menyerahkannya Tanpa Dipaksa

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id