Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tuan Rumah Buntu! Semen Padang F.C. Ditahan 10 Pemain PSIM Yogyakarta 0-0

by teguh
Maret 5, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Sports – Malam membara di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (04/03/2026). Tribun penuh, nyanyian menggema, dan harapan membuncah. Semen Padang langsung menggebrak sejak peluit awal. Mereka ingin menang. Mereka butuh poin. Namun, laga pekan ke-24 Super League itu justru berakhir tanpa gol.

Peluang Datang, Gol Menghilang

Sejak menit awal, tuan rumah menekan. Kasim Botan melepaskan tembakan keras, tetapi bola melenceng tipis. Tak lama kemudian, Firman Juliansyah menguji refleks Cahya Supriadi. Kiper PSIM itu sigap menepis peluang di menit ke-17.

Meski ditekan, PSIM tetap berani menyerang balik. Pada menit ke-19, Fahreza Sudin mendapat peluang emas. Namun sentuhannya kurang sempurna. Bola gagal bersarang di gawang.

Kartu Merah yang Mengubah Arah

Pertandingan berubah drastis pada menit ke-38. Dalam duel udara, lutut Fahreza mengenai kepala Samuel Christianson yang sedang melakukan clearance. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah. PSIM pun harus bermain dengan 10 orang.

Samuel terkapar dan segera dilarikan dengan ambulans untuk mendapat penanganan medis. Insiden itu membuat tensi pertandingan meningkat. Kini, Semen Padang unggul jumlah pemain dan menguasai permainan.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Dominasi Tanpa Ketajaman

Memasuki babak kedua, Semen Padang makin agresif. Mereka memutar bola, mengurung pertahanan lawan, dan terus mencari celah. Ricki Ariansyah yang masuk sebagai pemain pengganti hampir memecah kebuntuan. Tembakannya meluncur deras ke sudut gawang. Namun, lagi-lagi Cahya Supriadi tampil gemilang dan menggagalkan peluang tersebut.

Keunggulan jumlah pemain tak otomatis memudahkan. Serangan tuan rumah kerap terhenti di lini akhir. Koordinasi kurang tajam, keputusan terburu-buru, dan disiplin pertahanan PSIM membuat peluang demi peluang menguap.

Satu Poin, Dua Cerita

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-0 tak berubah. Tambahan satu poin membuat Semen Padang tertahan di peringkat ke-17 dengan 17 poin. Sebaliknya, PSIM tetap kokoh di posisi kedelapan dengan 37 poin.

Bagi PSIM, hasil ini terasa seperti kemenangan kecil. Bermain dengan 10 orang selama lebih dari setengah laga, mereka menunjukkan mental baja. Sebaliknya, bagi Semen Padang, malam itu meninggalkan rasa frustrasi. Mereka menguasai laga, tetapi gagal memaksimalkan momentum.

Sepak bola selalu menghadirkan paradoks. Kadang, tim yang unggul jumlah pemain justru kehabisan ide. Dan malam di Padang membuktikan satu hal dominasi tanpa ketajaman hanya akan melahirkan penyesalan. @teguh

Tags: DominasiImbangInsidenKartu MerahMomentumParadoksPoin

Kamu Melewatkan Ini

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

by teguh
April 27, 2026

Di tengah ledakan jumlah sarjana setiap tahun, satu pertanyaan lama masih menggantung kenapa perusahaan terus mengeluh kekurangan tenaga kerja siap...

Akademi Bola atau Sekolah Emosi? EPA U-20 Bukan Cari Masa Depan

Akademi Bola atau Sekolah Emosi? EPA U-20 Bukan Cari Masa Depan

by teguh
April 20, 2026

Sepak bola usia muda mestinya melahirkan bintang baru. Namun di Stadion Citarum, Minggu, 19 April 2026, yang lahir justru tontonan...

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Vibes - Gemuruh air di Lembah Anai hari ini terasa menenangkan. Kabut tipis turun di sela hijau Bukit Barisan....

Next Post
Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Cirebon

Bareskrim Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Cirebon

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id