Selasa, April 28, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Trump Tunda Perang, Tapi Iran Tak Mau Duduk: Damai atau Sekadar Jeda Bom?

by dimas
April 23, 2026
in Global, News
A A
Home News Global
Share on FacebookShare on Twitter
Dunia kembali dipaksa menatap satu pertanyaan yang tak pernah benar-benar selesai apakah ini awal dari perdamaian atau hanya jeda singkat sebelum panggung perang kembali terbuka dengan skala yang jauh lebih besar?

Tabooo.id: Global – Di permukaan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan memberi kesan meredakan ketegangan. Namun di balik itu, api konflik belum benar-benar padam ia hanya bergeser bentuk.

Satu pihak mendorong ruang dialog, sementara pihak lain menutup akses perundingan. Iran, melalui struktur politik di bawah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, menolak hadir dalam pembicaraan di Islamabad yang dimediasi Pakistan. Teheran menegaskan sikapnya: selama blokade angkatan laut masih berjalan, mereka melihat dialog bukan sebagai jalan damai, tetapi sebagai tekanan yang dibungkus diplomasi.

Di titik lain, Selat Hormuz tetap berdiri sebagai simpul paling rapuh dalam peta energi global ruang sempit yang kini berubah menjadi arena tarik-menarik kekuasaan dunia.

Dan di tengah semua itu, dunia kembali berada di batas yang sama: damai yang tampak nyata, atau konflik yang hanya bergeser waktu.

Detik-detik Penundaan Perang

Trump mengambil keputusan memperpanjang gencatan senjata pada Selasa (21/4/2026), hanya beberapa jam sebelum fase pertama berakhir pada Rabu (22/4/2026). Ia mengambil langkah ini setelah Pakistan mendorong jalur mediasi antara Washington dan Teheran.

Ini Belum Selesai

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Gerbong Wanita Ringsek

Harga PS5 Terbaru 2026: Tembus Rp11 Juta

Trump menyebut langkah itu sebagai upaya membuka “ruang untuk damai”. Namun ia juga memperkuat narasi tekanan dengan menyebut Iran tengah berada dalam kondisi politik yang “terpecah”, merujuk pada ketegangan internal dan dinamika elite, termasuk sorotan terhadap Ayatollah Ali Khamenei.

Pintu Diplomasi yang Tertutup

Media semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa Teheran menolak hadir dalam pertemuan di Islamabad. Iran menegaskan tidak akan membuka negosiasi dengan AS selama blokade angkatan laut masih berlangsung.

“Tidak ada prospek untuk berpartisipasi dalam pembicaraan,” tulis laporan tersebut.

Dengan sikap itu, Iran mengirim pesan tegas mereka tidak menolak dialog, tetapi menolak syarat yang mereka anggap tidak seimbang.

Dua Narasi, Satu Ketegangan

Peneliti Abas Aslani dari Center for Middle East Strategic Studies menilai Washington salah membaca struktur pengambilan keputusan di Iran. Ia menjelaskan bahwa keputusan di Teheran tidak lahir dari satu figur, tetapi dari konsensus Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Dengan kata lain, penolakan ini tidak menunjukkan perpecahan internal, tetapi memperlihatkan sikap politik yang terkoordinasi.

Aslani juga menegaskan bahwa Iran membaca kehadiran di meja perundingan tanpa pencabutan blokade sebagai bentuk tekanan psikologis. Dalam logika geopolitik, posisi seperti itu justru membuka peluang eskalasi tekanan yang lebih besar.

Selat Hormuz: Titik Tekan Dunia

Selat Hormuz kini berfungsi bukan hanya sebagai jalur laut, tetapi sebagai pusat kendali energi global.

Pakar kebijakan luar negeri AS, Barbara Slavin, menilai Iran berhasil mengubah posisi geografisnya menjadi leverage strategis. Dengan kontrol atas jalur tersebut, Iran memegang pengaruh langsung terhadap aliran energi dunia.

Slavin menekankan bahwa Washington tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi tekanan. Mereka perlu membuka ruang kompromi nyata jika ingin menghindari eskalasi jangka panjang.

Di Balik Narasi Damai

Ini bukan sekadar soal gencatan senjata.

Ini soal siapa yang membentuk persepsi dunia rudal yang siap bergerak, minyak yang menggerakkan ekonomi global, atau narasi damai yang terus diproduksi di ruang diplomasi.

Dalam konflik seperti ini, perang terbesar bukan selalu yang meledak di medan tempur tetapi yang terus ditunda sampai semua pihak lupa kapan sebenarnya ia dimulai.

Efek yang Tak Terlihat di Meja Kekuasaan

Bagi dunia, ini bukan sekadar manuver politik tingkat tinggi.

Ini soal harga energi, stabilitas ekonomi global, dan ketidakpastian yang perlahan masuk ke kehidupan sehari-hari.

Sedikit gangguan di Selat Hormuz langsung memicu gejolak pasar energi dunia. Dan yang menanggung dampaknya bukan para pemimpin yang bernegosiasi, melainkan masyarakat yang bahkan tidak pernah duduk di meja keputusan itu.

Penutup

Di atas kertas, damai selalu terlihat sederhana.

Namun di antara Washington, Teheran, dan Islamabad, damai berubah menjadi permainan strategi yang sangat rapuh di mana satu kata bisa berarti jeda atau awal dari babak baru konflik global.

Dan satu pertanyaan tetap menggantung di ruang internasional, ini benar-benar langkah menuju perdamaian atau hanya jeda sebelum dunia kembali menahan napas? @dimas

Tags: diplomasi internasionalDonald Trumpgeopolitik duniaIrankonflik Timur TengahSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

Ini Bukan Sekadar Insiden: Saat Pengamanan Paling Ketat Ikut Retak

Bukan Sekadar Insiden: Saat Pengamanan Paling Ketat Ikut Retak

by eko
April 26, 2026

Satu suara memecah malam yang tenang. Dalam hitungan detik, acara elit seperti White House Correspondents' Dinner berubah jadi situasi darurat....

Bukan Sekadar Tembakan: Tersangka Jamuan Trump Diduga Incar Elite Pemerintah AS

Bukan Sekadar Tembakan: Tersangka Jamuan Trump Diduga Incar Elite Pemerintah AS

by dimas
April 26, 2026

Pelaku penembakan di acara jamuan Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat, langsung ditangkap di...

Harusnya Dinner, Malah Darurat: Tembakan Hantam Pengamanan Trump

Tembakan White House Dinner Trump: Malam Elite Berubah Panik

by eko
April 26, 2026

Malam yang harusnya penuh tawa berubah jadi panik. Tembakan memecah acara White House Correspondents' Dinner dan langsung memicu evakuasi Presiden...

Next Post
Slametan Orang Jawa: Tradisi Kuno atau Sains?

Slametan Orang Jawa: Tradisi Kuno atau Sains?

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id