• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

Januari 4, 2026
in Global, News
A A
Trump Klaim AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

Api membakar kompleks militer Fuerte Tiuna di Caracas, Venezuela, setelah serangkaian ledakan pada Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut memulai serangan darat. (Foto: AFP/LUIS JAIMES)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya melancarkan serangan skala besar ke Venezuela. Trump juga mengklaim aparat AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu menerbangkan mereka ke luar negeri.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosial Truth Social pada Sabtu (3/1/2026), seperti dikutip AFP. Ia mengakui keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam serangan tersebut, meski tidak merinci target yang diserang.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela, dan pemimpinnya telah ditangkap,” ujar Trump.

Pernyataan ini menjadi konfirmasi resmi pertama dari Washington setelah pemerintah Venezuela sebelumnya menuduh AS menyerang instalasi militer dan sipil di Caracas serta sejumlah wilayah lain.

Ledakan Guncang Caracas dan Wilayah Pesisir

Warga Caracas melaporkan sedikitnya tujuh ledakan keras pada Sabtu dini hari. Mereka juga mendengar suara pesawat terbang rendah melintas di atas ibu kota. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap di beberapa titik kota.

Media lokal Venezuela melaporkan ledakan serupa terjadi di negara bagian La Guaira, wilayah pesisir Karibia, serta di Higuerote, negara bagian Miranda. Serangan ini memicu kepanikan warga yang terbangun di tengah malam.

Pemerintah Venezuela Tuduh Agresi Militer AS

Pemerintahan Maduro menuduh Amerika Serikat melakukan agresi militer berat dan terbuka. Pemerintah menyatakan serangan menghantam Caracas serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira.

“Venezuela menolak dan mengecam agresi militer yang sangat serius ini di hadapan komunitas internasional,” bunyi pernyataan resmi pemerintah.

Maduro, sebelum diklaim ditangkap, dilaporkan menetapkan keadaan darurat eksternal dan memerintahkan penerapan rencana pertahanan nasional.

Keberadaan Maduro Dipertanyakan

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengaku pemerintah tidak mengetahui keberadaan Maduro dan Cilia Flores setelah serangan berlangsung. Ia menuntut Washington memberikan bukti bahwa keduanya masih hidup.

“Kami menuntut bukti kehidupan segera dari pemerintah Presiden Donald Trump,” ujar Rodriguez.

Ia juga menyebut serangan tersebut menewaskan pejabat negara, personel militer, dan warga sipil. Namun, pemerintah belum merilis jumlah korban secara resmi.

Militer Venezuela Klaim Permukiman Jadi Sasaran

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez menuduh pasukan AS menyerang kawasan permukiman dengan rudal dan roket dari helikopter tempur. Ia menyebut serangan tersebut melukai warga sipil dan merusak lingkungan tempat tinggal mereka.

Lopez mengonfirmasi instalasi militer Fort Tiuna di Caracas menjadi salah satu sasaran. Ia menegaskan militer Venezuela mengerahkan seluruh kemampuan pertahanan untuk menghadapi pasukan asing.

“Ini adalah penghinaan terbesar terhadap kedaulatan negara kami,” ujarnya.

Ketegangan Global dan Dampak ke Warga Sipil

Serangan ini berpotensi memperbesar ketegangan geopolitik di Amerika Latin. Warga sipil Venezuela menjadi pihak yang paling terdampak, mulai dari ancaman keselamatan hingga gangguan ekonomi dan layanan publik.

Di tengah klaim sepihak dan saling tuding, dunia kini menunggu bukti, bukan sekadar pernyataan. Sebab dalam konflik geopolitik, yang sering jatuh lebih dulu bukanlah rezimcmelainkan warga biasa yang terjebak di antara ambisi kekuasaan. @dimas

Tags: Amerika SerikatCaracasDonald TrumpGeopolitikGlobalInternasionalKonflikKrisisMiliterNicolas MaduroPolitikSeranganVenezuela
Next Post
Kemenhaj Kejar Pelunasan dan PK Haji Khusus Jelang Tenggat Saudi

Kemenhaj Kejar Pelunasan dan PK Haji Khusus Jelang Tenggat Saudi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.