Tabooo.id: Global – Minggu terakhir Januari 2026, drama politik kelas kakap mengguncang panggung dunia. Presiden AS Donald Trump kembali mencuri perhatian, kali ini bukan karena kebijakan ekonomi, melainkan karena kemungkinan dirinya digulingkan tanpa pemakzulan.
Amandemen ke-25 Kembali Jadi Sorotan
Trump memicu kontroversi setelah mengirim surat kepada Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, terkait rencana akuisisi Greenland. Publik mengecam surat Trump yang dikirim Senin (19/1/2026) dan memicu lagi perbincangan soal Amandemen ke-25, mekanisme hukum yang memberi wakil presiden dan kabinet wewenang menggulingkan presiden jika ia dianggap tak mampu menjalankan tugas, baik karena kondisi medis maupun alasan lain.
Para ahli hukum menilai wacana ini menempatkan Trump di posisi rawan. Rakyat Amerika dan dunia menunggu kepastian, sementara Trump tetap memanfaatkan panggung internasional untuk bersuara.
Para pengamat politik dan media, yang mendapat konten viral gratis. Warga global yang harus menahan napas menunggu siapa yang bakal mengendalikan kekuatan nuklir superpower.
Greenland: Trump Ubah Strategi
Drama Greenland makin panas. Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan mengambil alih wilayah itu, tetapi berubah pikiran saat KTT di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan tidak akan menggunakan kekerasan, meski tetap ingin AS “memiliki kepemilikan strategis” atas pulau itu.
Kedatangan pesawat militer AS ke Greenland dan kesiapan pasukan Denmark menegaskan bahwa kepentingan strategis tetap jadi taruhan politik global. Dunia kini menyaksikan kombinasi diplomasi, intimidasi militer, dan pertaruhan geopolitik yang tinggi.
Eropa dan Iran Siaga
Tak kalah heboh, laporan dari Eropa dan Asia membuat dunia cemas:
- Eropa Genting: PM Hongaria Viktor Orban mengungkap 27 pemimpin Eropa menggelar rapat untuk menyiapkan Perang Dunia III. Uni Eropa tampak meninggalkan jalur diplomasi dan bersiap menghadapi konfrontasi militer skala besar.
- Iran mengultimatum: Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa jika siapa pun menyerang Ayatollah Ali Khamenei, Iran akan menganggapnya sebagai deklarasi perang terhadap negaranya sendiri. Isu ini muncul di tengah spekulasi tentang rencana AS terhadap pemimpin Iran.
China & Pegawai yang Menolak Makan-Makan
Di China, seorang pegawai menolak hadir di acara makan-makan tahunan perusahaan karena pekerjaannya menumpuk. Perusahaan memecatnya, tetapi pengadilan membatalkan pemecatan dan pegawai menang gugatan.
Kasus ini menjadi pelajaran aturan absurd merugikan karyawan, tapi publik bisa menyorot perusahaan yang sembrono.
Indonesia Bergabung Dewan Perdamaian Gaza
Di tengah ketegangan global, ada kabar diplomasi positif. Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, bersama Turki, negara-negara Timur Tengah, dan AS. Langkah ini menempatkan Indonesia di barisan diplomasi internasional. Indonesia dan rakyat Palestina yang berharap perdamaian. Mereka yang lebih suka konflik daripada kompromi.
Di minggu yang penuh drama ini, dunia mengingatkan satu hal: politik internasional bukan sekadar siapa menang, tapi siapa yang cemas menatap headline global lebih dulu. Dan sekali lagi, kita semua jadi penonton drama superpower sambil berharap popcorn cukup untuk seminggu penuh. (red)







