Tabooo.id: Check – Sebuah video di Facebook sempat membuat netizen berhenti scroll. Dalam tayangan itu, seorang perempuan yang mengaku sebagai Kezia Syifa menyatakan dirinya bergabung dengan militer Amerika Serikat.
Ia menyampaikan alasan yang terdengar dramatis.
Menurutnya, proses menjadi tentara di Indonesia ribet. Ia bahkan menyebut harus keluar biaya ratusan juta rupiah.
Tak berhenti di situ.
Ia juga mengatakan gaji di AS lebih besar, jenjang karier lebih jelas, dan tantangannya lebih seru. Karena itu, ia mengaku rela kehilangan status WNI. Meski begitu, ia tetap berharap suatu hari bisa kembali ke Indonesia sebagai warga sipil.
Sekilas, ceritanya terasa meyakinkan.
Namun, benarkah begitu?
Tim Pemeriksa Fakta Menemukan Rekayasa AI
Setelah ditelusuri, ceritanya langsung berubah arah.
Dilansir dari (TurnBackHoax) menemukan sejumlah kejanggalan dalam video tersebut. Mereka melihat gerakan bibir tidak selaras dengan suara. Selain itu, ekspresi wajahnya tampak kaku.
Mafindo juga menguji video itu dengan Hive Moderation. Hasilnya mencolok: alat tersebut menunjukkan kemungkinan 99 persen bahwa AI membuat video itu.
Dengan kata lain, sosok yang berbicara bukan Kezia Syifa sungguhan. Pembuat konten hanya memanfaatkan versi digital untuk memancing emosi publik.
Fakta Asli: Ketertarikan Muncul Saat Sekolah di AS
Sementara itu, fakta di dunia nyata berkata lain.
Safitri, ibunda Kezia Syifa, menjelaskan bahwa minat putrinya bergabung dengan Army National Guard di Maryland muncul sejak Kezia sekolah di Amerika pada 2023.
Kemudian, setelah lulus pada 2025, Kezia memilih melanjutkan pendidikan sekaligus membangun karier di sana.
Jadi, ia tidak mengambil keputusan itu karena “dipersulit” di Indonesia.
Dengan begitu, narasi viral tersebut kehilangan dasar fakta.
Jangan Mudah Percaya Video Viral
Kesimpulannya jelas: klaim “Kezia Syifa gabung militer AS karena Indonesia ribet” merupakan konten palsu berbasis AI.
Di era sekarang, teknologi bisa memanipulasi wajah. Orang juga bisa meniru suara. Bahkan, pembuat hoaks dapat merangkai cerita palsu dengan sangat rapi.
Karena itu, jangan langsung percaya hanya karena videonya tampak nyata.
Tarik napas dulu.
Cek sumbernya.
Lalu, gunakan logika.
Sebelum share, cek dulu—biar gak ikut dosa digital. @eko





