Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragedi Longsor Sampah di TPST Bantargebang, Tiga Orang Tewas

by dimas
Maret 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang longsor dan menimpa warung serta truk yang sedang beroperasi, tepatnya Minggu 8 Maret 2026 sore. Tragedi ini menewaskan tiga orang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan kronologi kejadian.

“Longsor menimpa zona 4 TPST Bantargebang. Tim kami segera mengevakuasi korban, dan saat ini sudah ditemukan tiga orang meninggal dunia,” ujarnya.

Korban Jiwa dan Dampak Langsung

Tiga korban terdiri dari dua pemilik warung, Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), serta seorang sopir truk, Dedi Sutrisno asal Karawang. Dua korban dibawa pulang ke Banten, satu lainnya ke Karawang.

Selain korban jiwa, puluhan truk sampah dan warung ikut tertimbun. Material longsor yang masif memaksa petugas bekerja ekstra untuk mengevakuasi kendaraan dan membersihkan lokasi. Hingga kini, pendataan masih berlangsung karena beberapa truk dan puing belum terangkat.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Zona Rawan dan Ancaman Lingkungan

TPST Bantargebang, pusat pengolahan sampah terbesar Jabodetabek, menghadapi penumpukan sampah yang terus meningkat. Zona 4 sebelumnya sudah diidentifikasi berisiko tinggi, namun mitigasi belum memadai. Warga sekitar kini menghadapi ketidakpastian ekonomi dan trauma psikologis, sementara sopir dan pekerja pengelola sampah menanggung risiko pekerjaan yang tinggi setiap hari.

Upaya Penanggulangan

Petugas SAR, Dinas Lingkungan Hidup, dan tim kebersihan bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan material longsor. Tragedi ini menegaskan perlunya pengelolaan sampah yang lebih aman dan modern, agar bencana serupa tidak terulang.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius bagi pemerintah kota dan pengelola TPST: seberapa siap fasilitas ini menghadapi lonjakan sampah harian dan cuaca ekstrem yang bisa memicu longsor?

Refleksi Akhir

Longsor di Bantargebang bukan sekadar tragedi lokal. Ia mencerminkan risiko nyata pengelolaan sampah yang menumpuk tanpa strategi jangka panjang. Warga, pekerja, dan lingkungan menjadi pihak paling terdampak, sementara kota besar baru tersadar saat gunungan sampah berubah menjadi kuburan sementara. Sebuah ironi: di tengah modernisasi, sampah tetap menemukan jalannya untuk membalas kelalaian manusia. @dimas

Tags: BantargebangbekasibencanaDukaJakartaKejadiankorbanKotaLingkunganMitigasiRisikoSampahSAR

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

by teguh
Agustus 21, 2026

Musim kering belum selesai, tetapi asap kembali menjadi cerita Karhutla Kalimantan. Per 19/08/2026, data BNPB yang disampaikan Wakil Ketua Komisi...

UNS dan Warga Kebakan Bangun Insinerator Minim Asap

UNS dan Warga Kebakan Bangun Insinerator Minim Asap

by eko
Agustus 18, 2026

Di Dukuh Kebakan, sampah pernah hilang dari pandangan dengan cara sederhana: dibakar. Namun, asap, bau, dan jelaga justru datang kembali...

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

by teguh
Agustus 17, 2026

Merah Putih tetap naik di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara HUT ke-81 RI dimulai pukul 09.00...

Next Post
Intimidasi Wartawan di Stadion Gelora Kie Raha Picu Kecaman

Intimidasi Wartawan di Stadion Gelora Kie Raha Picu Kecaman

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id