Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragedi Longsor Sampah di TPST Bantargebang, Tiga Orang Tewas

by dimas
Maret 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang longsor dan menimpa warung serta truk yang sedang beroperasi, tepatnya Minggu 8 Maret 2026 sore. Tragedi ini menewaskan tiga orang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan kronologi kejadian.

“Longsor menimpa zona 4 TPST Bantargebang. Tim kami segera mengevakuasi korban, dan saat ini sudah ditemukan tiga orang meninggal dunia,” ujarnya.

Korban Jiwa dan Dampak Langsung

Tiga korban terdiri dari dua pemilik warung, Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), serta seorang sopir truk, Dedi Sutrisno asal Karawang. Dua korban dibawa pulang ke Banten, satu lainnya ke Karawang.

Selain korban jiwa, puluhan truk sampah dan warung ikut tertimbun. Material longsor yang masif memaksa petugas bekerja ekstra untuk mengevakuasi kendaraan dan membersihkan lokasi. Hingga kini, pendataan masih berlangsung karena beberapa truk dan puing belum terangkat.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Zona Rawan dan Ancaman Lingkungan

TPST Bantargebang, pusat pengolahan sampah terbesar Jabodetabek, menghadapi penumpukan sampah yang terus meningkat. Zona 4 sebelumnya sudah diidentifikasi berisiko tinggi, namun mitigasi belum memadai. Warga sekitar kini menghadapi ketidakpastian ekonomi dan trauma psikologis, sementara sopir dan pekerja pengelola sampah menanggung risiko pekerjaan yang tinggi setiap hari.

Upaya Penanggulangan

Petugas SAR, Dinas Lingkungan Hidup, dan tim kebersihan bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan material longsor. Tragedi ini menegaskan perlunya pengelolaan sampah yang lebih aman dan modern, agar bencana serupa tidak terulang.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius bagi pemerintah kota dan pengelola TPST: seberapa siap fasilitas ini menghadapi lonjakan sampah harian dan cuaca ekstrem yang bisa memicu longsor?

Refleksi Akhir

Longsor di Bantargebang bukan sekadar tragedi lokal. Ia mencerminkan risiko nyata pengelolaan sampah yang menumpuk tanpa strategi jangka panjang. Warga, pekerja, dan lingkungan menjadi pihak paling terdampak, sementara kota besar baru tersadar saat gunungan sampah berubah menjadi kuburan sementara. Sebuah ironi: di tengah modernisasi, sampah tetap menemukan jalannya untuk membalas kelalaian manusia. @dimas

Tags: BantargebangbekasibencanaDukaJakartaKejadiankorbanKotaLingkunganMitigasiRisikoSampahSAR

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Sampah yang Menumpuk atau Kepemimpinan yang Mandek?

Sampah yang Menumpuk atau Kepemimpinan yang Mandek?

by dimas
Juni 21, 2026

Gunungan sampah bukan sekadar masalah lingkungan. Krisis ini mencerminkan kualitas kepemimpinan dan keberanian membangun sistem yang efektif. Tabooo.id - Setiap...

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

by dimas
Juni 15, 2026

Aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin memanas setelah pembakaran ban memicu benturan dengan aparat. Di balik kericuhan, 11 tuntutan besar...

Next Post
Intimidasi Wartawan di Stadion Gelora Kie Raha Picu Kecaman

Intimidasi Wartawan di Stadion Gelora Kie Raha Picu Kecaman

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id