Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tradisi Jadi Ancaman: Ledakan Petasan Lukai Warga di Tiga Wilayah Jawa Tengah

by dimas
Februari 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Rentetan ledakan petasan mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir. Tiga kejadian besar terjadi beruntun dan memicu respons cepat aparat keamanan. Kepolisian langsung bergerak menyisir jalur distribusi bahan berbahaya setelah insiden melukai sejumlah warga.

Melalui operasi terpadu, Polda Jawa Tengah menyita total 67,4 kilogram bahan kimia yang diduga kuat akan digunakan untuk meracik bahan peledak ilegal. Operasi ini melibatkan sejumlah satuan wilayah, termasuk Polres Batang, Polres Magelang, Polres Sragen, Polres Temanggung, Polres Cilacap, serta Polres Pekalongan Kota.

Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memutus potensi ledakan sebelum jatuh korban baru. Polisi menargetkan perlindungan masyarakat, terutama menjelang momentum Ramadan yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas petasan.

Tiga Ledakan, Tiga Luka Nyata di Tengah Permukiman

Insiden pertama meledak di Kabupaten Grobogan, tepatnya di Kecamatan Toroh. Tiga remaja mengalami luka bakar serius ketika mencoba meracik bahan petasan di dalam rumah. Ledakan merusak bangunan dan memicu kepanikan warga sekitar.

Beberapa hari kemudian, ledakan serupa terjadi di Kabupaten Kendal, tepatnya di Kecamatan Sukorejo. Kali ini, seorang pekerja mengalami patah tulang dan luka bakar berat setelah bahan peledak meledak saat proses peracikan.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Peristiwa terbaru muncul di Kabupaten Wonosobo. Ledakan terjadi di kawasan Pandansari, yang masuk wilayah Kelurahan Kertek, dalam administrasi Kecamatan Kertek. Seorang remaja berinisial FR mengalami luka bakar dan luka robek di beberapa bagian tubuh setelah petasan rakitan meledak saat proses pembuatan.

Dari Bahan Legal Jadi Ancaman Mematikan

Artanto menjelaskan, sebagian besar bahan kimia yang disita sebenarnya memiliki fungsi industri yang sah. Namun, pelaku mencampurnya secara ilegal menjadi bahan peledak dengan stabilitas rendah. Kondisi itu membuat ledakan mudah terjadi tanpa kendali.

Satu kesalahan kecil dalam proses peracikan bisa memicu ledakan besar. Dampaknya tidak hanya melukai peracik, tetapi juga berpotensi merusak rumah warga, kendaraan, hingga memicu kebakaran lingkungan.

Polisi kini menelusuri jalur distribusi bahan tersebut, termasuk dugaan peredaran melalui media sosial dan platform daring. Aparat menilai praktik ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman langsung terhadap keselamatan publik.

Dampak Nyata: Warga Biasa Jadi Korban Pertama

Korban dari ledakan petasan hampir selalu berasal dari masyarakat biasa remaja, pekerja harian, hingga warga yang tinggal di sekitar lokasi. Mereka sering tidak tahu bahwa di sekitar rumahnya ada aktivitas peracikan bahan peledak berisiko tinggi.

Menjelang Ramadan, fenomena ini cenderung meningkat karena tradisi petasan masih dianggap hiburan oleh sebagian kelompok. Namun, risiko nyawa dan kerugian materi terus mengintai tanpa pandang usia.

Refleksi

Negara bisa menyita bahan kimia. Polisi bisa menindak pelaku. Namun selama petasan rakitan masih dianggap tradisi, siklus korban kemungkinan akan berulang.

Pertanyaannya sederhana kita ingin merayakan Ramadan dengan suara petasan atau dengan rasa aman? @dimas

Tags: AmanBahayaDaruratIlegaljatengKeamanan NegaraKeselamatanLedakanPetasanRamadanSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

by teguh
April 30, 2026

Penjara seharusnya membatasi, bukan memberi privilese. Namun di Lapas Kelas IIB Blitar, oknum petugas justru membuka “akses nyaman” bagi tahanan...

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

MBG di Mata Max Weber: Siapa Untung, Siapa Rugi, Program Ini Masih Layak Jalan?

by teguh
April 26, 2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang membawa janji besar anak kenyang, stunting turun, dan ekonomi desa bergerak. Namun, dapur yang...

Next Post
Pemerintah Genjot Distribusi, Harga Beras dan Minyak Dijaga Stabil

Pemerintah Genjot Distribusi, Harga Beras dan Minyak Dijaga Stabil

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id