Tabooo.id: Entertainment –Siapa yang dulu nonton The Mummy sambil teriak, “Lari, Rick!” lalu diam-diam naksir Evelyn yang lebih pintar dari dosen sejarah? Tenang, kamu nggak sendirian. Kini kabar ini resmi bikin generasi 90-an mendadak merasa muda lagi.
Brendan Fraser dan Rachel Weisz kembali memerankan Rick dan Evelyn O’Connell. Universal Pictures mengunci tanggal rilis film keempat ini pada 19 Mei 2028. Selain itu, Rachel akhirnya pulang setelah absen di film ketiga tahun 2008. Banyak penggemar memang merasa versi tanpa dirinya terasa kurang lengkap. Karena itu, comeback ini langsung memantik antusiasme.
Tim Lama, Energi Baru
Film ini memang belum memiliki judul resmi. Namun tim produksi langsung tancap gas. Duo Radio Silence 202Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett mengambil alih kursi sutradara setelah sukses lewat Ready or Not dan Scream. Dengan rekam jejak itu, mereka berpeluang menghadirkan tensi yang lebih tajam.
Sementara itu, David Coggeshall menulis naskahnya. Brendan Fraser tidak hanya kembali beraksi di depan kamera, tetapi juga ikut memproduseri proyek ini. Universal pun mengajak lagi Sean Daniel, sosok yang sejak awal mengawal franchise ini. Jadi, proyek ini jelas bukan sekadar tempelan nostalgia.
Nostalgia yang Selalu Laku
Sejak 1999, The Mummy mengubah monster klasik menjadi tontonan aksi petualangan penuh humor dan romansa. Film pertamanya meledak di pasaran. Sekuelnya ikut memperkuat posisi franchise ini. Hasilnya? Waralaba ini mengumpulkan lebih dari 1,8 miliar dolar AS secara global.
Karena itulah Hollywood terus memanfaatkan nostalgia. Studio melihat peluang besar dari penonton lama yang kini punya daya beli. Di satu sisi, strategi ini terasa aman. Namun di sisi lain, publik juga menuntut sesuatu yang segar.
Lebih dari Sekadar Comeback
Menariknya, kembalinya Fraser membawa cerita personal. Ia bangkit dari masa sulit dan akhirnya meraih Oscar. Kini ia kembali ke karakter yang dulu mengangkat namanya. Jadi, film ini bukan hanya soal mumi bangkit dari kubur, melainkan juga tentang perjalanan seorang aktor yang menutup lingkaran kariernya.
Di samping itu, Rachel Weisz menghadirkan kembali chemistry yang dulu jadi nyawa cerita. Rick dan Evelyn bukan sekadar pasangan aksi. Mereka menghadirkan dinamika cerdas, setara, dan menghibur. Karena itu, penonton tentu berharap lebih dari sekadar ledakan CGI.
Tantangan 2028: Segar atau Sekadar Aman?
Meski nostalgia terasa manis, penonton 2028 tidak akan puas hanya dengan kenangan. Mereka butuh cerita yang relevan, ritme yang cepat, dan emosi yang kuat. Jika tim produksi mampu memadukan memori lama dengan energi baru, film ini bisa menjadi blockbuster besar.
Sebaliknya, jika mereka hanya mengulang formula lama, publik bisa cepat bosan.
Akhirnya, Rick dan Evelyn sudah siap kembali bertualang. Pertanyaannya sekarang: apakah kita siap jatuh cinta lagi pada petualangan yang sama—atau justru menuntut sesuatu yang benar-benar baru? @eko




