• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Tanpa Rizki, Indonesia Tahan Langkah di Panggung Asia

Februari 21, 2026
in News, Sports
A A
Tanpa Rizki, Indonesia Tahan Langkah di Panggung Asia

Atlet-atlet angkat besi Indonesia, termasuk Rizki Juniansyah, absen dari Kejuaraan Angkat Besi Asia 2026. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorotan lampu akan menyala di India pada 1–10 April mendatang. Barbel akan terangkat. Rekor mungkin pecah. Namun satu hal pasti Merah Putih tak ikut berdiri di sana.

Nama seperti Rizki Juniansyah tak akan muncul di daftar peserta Kejuaraan Angkat Besi Asia 2026. Keputusan ini langsung memantik tanya. Cedera? Konflik internal? Bukan. Indonesia memilih mundur secara strategis.

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) memastikan tim tidak berangkat. Mereka mengalihkan fokus ke target yang lebih besar dan lebih relevan.

Beda Nomor, Beda Arah

Kejuaraan Asia tahun ini masih memakai 16 kelas lama delapan putra dan delapan putri. Putra bertanding dari 60kg hingga +110kg. Putri mulai 48kg sampai +86kg.

Masalahnya, peta Olimpiade sudah berubah. Nomor yang dipertandingkan kini lebih ramping. Di sektor putra ada 65kg, 75kg, 85kg, 95kg, 110kg, dan +110kg. Sementara putri tampil di 53kg, 61kg, 69kg, 77kg, 86kg, dan +86kg.

Perbedaan ini bukan sekadar angka di timbangan. Atlet harus menyesuaikan berat badan, kekuatan, bahkan pola makan. Salah strategi bisa mengganggu performa jangka panjang.

“Kami tidak mengirim (atlet) ke India karena Kejuaraan Asia masih pakai kelas lama, sementara nanti ada kelas baru untuk Olimpiade,” tegas Manajer Tim, Pura Darmawan.

Dengan kata lain, Indonesia tak mau menghabiskan energi di nomor yang tidak sejalan dengan target utama.

Fokus ke Asian Games

Tahun ini, bidikan jelas mengarah ke Asian Games 2026 di Jepang. Ajang itu memakai kelas yang sudah selaras dengan format Olimpiade. Artinya, setiap angkatan di sana punya nilai strategis.

Biasanya, Kejuaraan Asia jadi panggung pembuktian. Biasanya pula Indonesia tampil penuh percaya diri. Namun kali ini, PB PABSI memilih menahan diri demi perhitungan yang lebih matang.

Program latihan kini difokuskan pada adaptasi kelas baru. Pelatih menyesuaikan periodisasi. Atlet menjaga komposisi tubuh agar tetap stabil. Semua langkah diarahkan ke satu momentum puncak.

Keputusan ini memang membuat absennya Indonesia terasa janggal. Akan tetapi, dalam olahraga elite, timing sering kali menentukan hasil akhir.

Strategi Sunyi di Balik Gemuruh

Publik mungkin kecewa karena tak melihat lifter Merah Putih beraksi di Asia. Kita terbiasa menyaksikan momen dramatis barbel terangkat, wajah tegang berubah lega, dan lagu kebangsaan berkumandang. Namun strategi tak selalu berbentuk aksi di panggung. Terkadang, strategi justru hadir dalam bentuk kesabaran.

Mengubah kelas tanding bukan perkara mudah. Atlet harus menyesuaikan massa otot dan distribusi tenaga. Jika mereka memaksakan tampil di kelas lama, risiko cedera atau penurunan performa bisa meningkat. Karena itu, tim memilih jalur aman sekaligus visioner.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Maknanya Lebih Besar dari Sekadar Absen

Keputusan ini bukan tanda mundur. Sebaliknya, Indonesia sedang menyusun langkah panjang. Mereka tak mengejar sorotan sesaat. Mereka mengincar hasil maksimal di ajang yang tepat.

Asian Games nanti akan jadi ujian sebenarnya. Jika strategi ini berhasil, publik mungkin akan melihat versi terbaik para lifter lebih siap, lebih presisi, lebih matang.

Olahraga tak hanya soal siapa yang tampil hari ini. Olahraga tentang siapa yang memuncak di saat paling krusial.

Kini Indonesia memilih bersabar. Dan dalam dunia angkat besi, kadang kekuatan terbesar justru lahir dari kesabaran yang terukur. @teguh

Tags: AsiaAsian Games 2026 JepangAtletBarbelFormatIndonesiaLifterMerah PutihOlimpiadePB PABSIPeriodisasiProgramRekorVisioner
Next Post
Robot China Diklaim Buatan Sendiri, Panggung AI India Jadi Ajang Klarifikasi

Robot China Diklaim Buatan Sendiri, Panggung AI India Jadi Ajang Klarifikasi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.