Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tanpa Akses Jalan, Ibu Hamil di Manggarai Ditandu 5 Km ke Puskesmas

by dimas
Desember 26, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang ibu hamil di Kampung Wae Tulu, Kelurahan Tange, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, harus menantang maut demi mendapatkan layanan kesehatan. Pada Kamis (25/12/2025), warga menandu ibu tersebut menggunakan bambu sejauh lima kilometer menuju akses jalan raya sebelum membawanya ke puskesmas.

Perjalanan itu jauh dari kata aman. Warga harus menyeberangi Sungai Wae Mese dengan arus deras dan bentangan sekitar 120 meter. Dalam kondisi darurat, gotong royong menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan nyawa.

Pendarahan di Kebun, Warga Bergerak Menyelamatkan

Ahmad Wahyudin, warga setempat yang mengunggah peristiwa itu di Facebook, mengungkapkan bahwa ibu hamil tersebut mengalami pendarahan saat bekerja di kebun. Begitu mengetahui kondisi darurat itu, warga segera bergerak bersama.

“Kami gotong dari kebun ke kampung, lalu lanjut ke kampung tetangga yang punya akses jalan raya,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi Kamis sore.

Menurutnya, warga harus menggotong korban tanpa henti sejauh lima kilometer. Tantangan terberat muncul saat mereka menyeberangi sungai dengan arus deras.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Kami benar-benar bertaruh nyawa. Arusnya kuat, tapi kami tidak punya pilihan lain,” tambahnya.

Ambulans Menunggu di Batas Akses

Setelah melewati sungai dan jalan tanah, warga akhirnya mencapai Kampung Pandang, kampung tetangga yang sudah memiliki akses jalan. Di lokasi itu, ambulans sudah bersiaga dan langsung membawa ibu hamil tersebut ke puskesmas untuk mendapat penanganan medis.

Meski berhasil menyelamatkan korban, peristiwa ini kembali membuka kenyataan pahit tentang kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.

Dusun Terisolasi di Tengah Status Kelurahan

Ahmad menegaskan, peristiwa menandu orang sakit bukan kejadian langka di Kampung Wae Tulu. Warga sudah terbiasa menggotong orang sakit menggunakan bambu karena dusun mereka tidak memiliki jalan dan jembatan.

“Ke sini tidak ada akses. Tidak ada jalan, tidak ada jembatan. Kami benar-benar terisolasi,” tegasnya.

Ia bahkan menilai dusunnya tidak layak masuk dalam wilayah kelurahan. Menurutnya, status kelurahan seharusnya menjamin akses dasar seperti jalan dan jembatan, sesuatu yang hingga kini belum mereka rasakan.

Siapa Paling Terdampak?

Kelompok paling terdampak adalah perempuan hamil, anak-anak, lansia, dan warga miskin yang bergantung penuh pada fasilitas kesehatan publik. Saat musim hujan tiba, akses keluar masuk dusun terputus total. Warga memilih menahan diri di rumah karena menyeberangi sungai berarti mempertaruhkan nyawa.

“Kalau hujan, kami tidak ke pasar, tidak ke kota. Air kali besar dan deras,” ujar Ahmad.

Harapan Mekar Jadi Desa Sendiri

Kekecewaan terhadap pemerintah pun menguat. Ahmad dan warga berharap pemekaran wilayah menjadi desa sendiri agar mereka bisa mengelola dana desa untuk membangun akses jalan dan jembatan.

“Kalau kami jadi desa, mungkin ada harapan bangun jalan. Sekarang ini kami seperti tidak terlihat,” pungkasnya.

Refleksi: Negara Hadir Sejauh Mana?

Perjuangan warga Wae Tulu menandu ibu hamil sejauh lima kilometer menunjukkan jurang nyata antara narasi pembangunan dan realitas lapangan. Di saat kota bicara soal hilirisasi dan proyek besar, sebagian warga masih harus menggendong nyawa melawan arus sungai. Pertanyaannya sederhana, tapi menohok sampai kapan keselamatan warga desa bergantung pada bambu dan gotong royong? @dimas

Tags: AksesDaruratInfrastrukturKeadilanKesehatanNTTPembangunanSosial

Kamu Melewatkan Ini

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

by teguh
Juni 7, 2026

Mangga, semangka, stroberi, hingga campuran buah tropis membuat vape semakin populer di kalangan anak muda. Banyak pengguna juga meyakini vape...

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

by teguh
Juni 2, 2026

Gunungan sampah yang terus membesar akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah besar. Pemerintah pusat kini menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Next Post
Konsep Otomatis

Motor Listrik Honda Terbaru: Sporty Tanpa Bikin Pegal

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id