Hukum Tegas ke Bawah, Lunak ke Atas: Ironi Restorative Justice di Indonesia
Tabooo.id: Talk - Pernah nggak sih kamu merasa hukum itu seperti kopi kekinian manis di bibir, tapi pahit di perut? ...
Tabooo.id: Talk - Pernah nggak sih kamu merasa hukum itu seperti kopi kekinian manis di bibir, tapi pahit di perut? ...
Tabooo.id: Edge - Bayangkan seekor gajah masuk pura, bukan untuk mengamuk, bukan pula untuk pawai.Sebaliknya, ia datang untuk belajar adat. ...
Tabooo.id: Vibes - Di tangan seorang pemimpin, benda sederhana sering berubah menjadi simbol. Tongkat, misalnya, pada awalnya hanya alat bantu. ...
Tabooo.id: Deep - Malam di Kalimantan Timur tidak menyambut dengan gegap gempita ketika pesawat kepresidenan mendarat. Tanpa pidato dan tanpa ...
Tabooo.id: Edge - Bayangkan sebuah pesta. Dulu suasananya riuh, penuh spanduk, dan rakyat datang pakai kaus oblong sambil meneriakkan nama ...
Tabooo.id: Deep - Di sebuah ruang rapat yang tertutup rapat, kata “dinamis” meluncur pelan dari mulut para elite. Kata itu ...
Tabooo.id: Deep - Hujan turun tipis di halaman kampus Unitomo, Surabaya. Udara terasa dingin dan berat, seolah menyimpan sisa ketegangan ...
Tabooo.id: Deep - Dalam perjalanan demokrasi, kekuasaan kerap mencapai satu fase genting. Pada fase itu, penguasa mulai merasa letih mendengar ...
Tabooo.id: Edge - Kalau Indonesia punya genre film sendiri, mungkin namanya absurd-realisme sosial. Di episode terbarunya, seorang nenek lanjut usia ...
Tabooo.id: Vibes - Bayangkan sebuah dunia tanpa media sosial, tanpa mikrofon, tanpa pengeras suara. Namun, di tengah keterbatasan itu, sekelompok ...
© 2026 Tabooo.id