Tabooo.id: Vibes – Ada perjalanan yang sekadar berpindah tempat. Tapi ada juga perjalanan yang terasa seperti pulang meski kamu belum pernah ke sana.
Rencana membuka jalur penerbangan langsung Surabaya–Samarkand bukan cuma soal konektivitas udara. Rencana ini menghidupkan kembali hubungan lama antara Jawa Timur dan Uzbekistan. Ia mengubah peta perjalanan jadi cerita tentang iman, sejarah, dan rasa ingin kembali ke sumber.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah bertemu dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (04/04/2025) untuk membahas kerja sama tersebut.
Bayangkan ini kamu berangkat dari hiruk-pikuk Jawa Timur, lalu mendarat di Samarkand kota yang menyimpan jejak besar peradaban Islam. Di sana, makam Imam Bukhari berdiri sebagai simbol ilmu yang selama ini hanya kamu kenal lewat kitab. Tiba-tiba, pelajaran itu punya lokasi nyata.
Jejak yang Masih Hidup
Kerja sama antara Jawa Timur dan Uzbekistan tidak muncul tiba-tiba. Sejarah sudah lebih dulu membuka jalannya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melihat peluang ini sebagai jembatan budaya sekaligus spiritual. Ia menilai konektivitas langsung bisa mempercepat pertemuan dua wilayah yang sudah lama terhubung secara historis.
“Melihat dinamika geopolitik ini, mungkin yang direct flight ke Samarkand itu barangkali jadi lebih dimungkinkan. Apalagi di Jawa Timur, mursyid thoriqoh juga sangat banyak,” kata Khofifah.
Banyak pesantren di Jawa Timur mengajarkan hadis Imam Bukhari. Banyak pula komunitas tarekat tumbuh dan berkembang di sana. Mereka tidak hanya belajar teks—mereka menjaga tradisi. Samarkand pun terasa dekat, bahkan sebelum pesawat pertama lepas landas.
Ziarah yang Jadi Gerakan
Pemerintah Jawa Timur tidak ingin berhenti di wacana. Mereka mulai menjajaki kerja sama dengan pelaku industri pariwisata. Agen perjalanan pun bersiap membuka peluang baru.
Ziarah kini bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Orang tidak lagi berangkat sendiri-sendiri. Mereka bisa menempuh perjalanan dengan tujuan yang lebih jelas dan pengalaman yang lebih dalam.
Bagi banyak orang, mengunjungi makam Imam Bukhari bukan sekadar perjalanan religi. Mereka ingin menyentuh sumber ilmu yang selama ini mereka pelajari.
Menariknya, langkah ini tidak berjalan satu arah. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, justru lebih dulu datang ke Jawa Timur. Ia mengunjungi makam Sunan Gresik ulama asal Samarkand yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Sejarah seperti bergerak kembali, tapi kali ini lewat jalur diplomasi dan penerbangan.
“Kami mempunyai tujuan untuk mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan Kami berharap untuk kesuksesan bagi Jawa Timur,” ujar Boboev.
Lebih dari Sekadar Perjalanan
Rute ini tidak hanya memindahkan orang dari satu kota ke kota lain. Rute ini membuka ruang untuk memahami sejarah secara langsung.
Di tengah tren traveling yang sering mengejar konten, perjalanan ini menawarkan pengalaman yang lebih personal. Kamu tidak sekadar datang dan pulang. Kamu datang untuk mengerti.
Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukan soal jarak tapi soal makna yang kamu bawa pulang.
Lalu, Kamu Mau ke Mana?
Jika rute ini benar-benar terwujud, perjalanan ke Samarkand bukan lagi mimpi jauh. Ia jadi undangan terbuka untuk mengenal sejarah lebih dekat.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, kamu tidak sekadar pergi. Kamu pulang ke akar yang selama ini kamu pelajari, tapi belum pernah kamu datangi. @teguh



