Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Surabaya ke Samarkand: Ziarah yang Tak Sekadar Perjalanan

by teguh
April 6, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Ada perjalanan yang sekadar berpindah tempat. Tapi ada juga perjalanan yang terasa seperti pulang meski kamu belum pernah ke sana.

Rencana membuka jalur penerbangan langsung Surabaya–Samarkand bukan cuma soal konektivitas udara. Rencana ini menghidupkan kembali hubungan lama antara Jawa Timur dan Uzbekistan. Ia mengubah peta perjalanan jadi cerita tentang iman, sejarah, dan rasa ingin kembali ke sumber.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah bertemu dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (04/04/2025) untuk membahas kerja sama tersebut.

Bayangkan ini kamu berangkat dari hiruk-pikuk Jawa Timur, lalu mendarat di Samarkand kota yang menyimpan jejak besar peradaban Islam. Di sana, makam Imam Bukhari berdiri sebagai simbol ilmu yang selama ini hanya kamu kenal lewat kitab. Tiba-tiba, pelajaran itu punya lokasi nyata.

Jejak yang Masih Hidup

Kerja sama antara Jawa Timur dan Uzbekistan tidak muncul tiba-tiba. Sejarah sudah lebih dulu membuka jalannya.

Ini Belum Selesai

Gerwis: Dari Medan Revolusi Menuju Perjuangan Kesetaraan

Peristiwa Madiun 1948: Sejarah yang Belum Selesai

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melihat peluang ini sebagai jembatan budaya sekaligus spiritual. Ia menilai konektivitas langsung bisa mempercepat pertemuan dua wilayah yang sudah lama terhubung secara historis.

“Melihat dinamika geopolitik ini, mungkin yang direct flight ke Samarkand itu barangkali jadi lebih dimungkinkan. Apalagi di Jawa Timur, mursyid thoriqoh juga sangat banyak,” kata Khofifah.

Banyak pesantren di Jawa Timur mengajarkan hadis Imam Bukhari. Banyak pula komunitas tarekat tumbuh dan berkembang di sana. Mereka tidak hanya belajar teks—mereka menjaga tradisi. Samarkand pun terasa dekat, bahkan sebelum pesawat pertama lepas landas.

Ziarah yang Jadi Gerakan

Pemerintah Jawa Timur tidak ingin berhenti di wacana. Mereka mulai menjajaki kerja sama dengan pelaku industri pariwisata. Agen perjalanan pun bersiap membuka peluang baru.

Ziarah kini bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Orang tidak lagi berangkat sendiri-sendiri. Mereka bisa menempuh perjalanan dengan tujuan yang lebih jelas dan pengalaman yang lebih dalam.

Bagi banyak orang, mengunjungi makam Imam Bukhari bukan sekadar perjalanan religi. Mereka ingin menyentuh sumber ilmu yang selama ini mereka pelajari.

Menariknya, langkah ini tidak berjalan satu arah. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, justru lebih dulu datang ke Jawa Timur. Ia mengunjungi makam Sunan Gresik ulama asal Samarkand yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Sejarah seperti bergerak kembali, tapi kali ini lewat jalur diplomasi dan penerbangan.

“Kami mempunyai tujuan untuk mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan Kami berharap untuk kesuksesan bagi Jawa Timur,” ujar Boboev.

Lebih dari Sekadar Perjalanan

Rute ini tidak hanya memindahkan orang dari satu kota ke kota lain. Rute ini membuka ruang untuk memahami sejarah secara langsung.

Di tengah tren traveling yang sering mengejar konten, perjalanan ini menawarkan pengalaman yang lebih personal. Kamu tidak sekadar datang dan pulang. Kamu datang untuk mengerti.

Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukan soal jarak tapi soal makna yang kamu bawa pulang.

Lalu, Kamu Mau ke Mana?

Jika rute ini benar-benar terwujud, perjalanan ke Samarkand bukan lagi mimpi jauh. Ia jadi undangan terbuka untuk mengenal sejarah lebih dekat.

Dan mungkin, untuk pertama kalinya, kamu tidak sekadar pergi. Kamu pulang ke akar yang selama ini kamu pelajari, tapi belum pernah kamu datangi. @teguh

Tags: BudayadiplomasiGubernurIslamJawa TimurPariwisataSpiritualsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Rujak Cingur: Warisan Budaya yang Kehilangan Filosofi

Rujak Cingur: Warisan Budaya yang Kehilangan Filosofi

by dimas
Juli 17, 2026

Rujak cingur bukan sekadar kuliner khas Surabaya, tetapi warisan budaya yang lahir dari kreativitas rakyat. Di balik popularitasnya, filosofi dan...

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

by teguh
Juli 13, 2026

Di sudut sebuah kedai ramen di Kota Mojokerto, aroma kuah hangat bercampur dengan wangi kertas buku yang mulai menguning. Seorang...

Tahu Campur: Legenda yang Lahir dari Dapur Hampir Kosong

Tahu Campur: Legenda yang Lahir dari Dapur Hampir Kosong

by dimas
Juli 12, 2026

Tahu Campur lahir dari dapur sederhana di Lamongan. Kisah kuliner legendaris yang membuktikan kreativitas sering tumbuh dari keterbatasan. Tabooo.id -...

Next Post
Zero Post: Generasi yang Masih Online, Tapi Memilih Tidak Terlihat

Zero Post: Generasi yang Masih Online, Tapi Memilih Tidak Terlihat

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id