Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Surabaya ke Samarkand: Ziarah yang Tak Sekadar Perjalanan

by teguh
April 6, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Ada perjalanan yang sekadar berpindah tempat. Tapi ada juga perjalanan yang terasa seperti pulang meski kamu belum pernah ke sana.

Rencana membuka jalur penerbangan langsung Surabaya–Samarkand bukan cuma soal konektivitas udara. Rencana ini menghidupkan kembali hubungan lama antara Jawa Timur dan Uzbekistan. Ia mengubah peta perjalanan jadi cerita tentang iman, sejarah, dan rasa ingin kembali ke sumber.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah bertemu dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (04/04/2025) untuk membahas kerja sama tersebut.

Bayangkan ini kamu berangkat dari hiruk-pikuk Jawa Timur, lalu mendarat di Samarkand kota yang menyimpan jejak besar peradaban Islam. Di sana, makam Imam Bukhari berdiri sebagai simbol ilmu yang selama ini hanya kamu kenal lewat kitab. Tiba-tiba, pelajaran itu punya lokasi nyata.

Jejak yang Masih Hidup

Kerja sama antara Jawa Timur dan Uzbekistan tidak muncul tiba-tiba. Sejarah sudah lebih dulu membuka jalannya.

Ini Belum Selesai

Dari Kelapa ke Sawit: Siapa yang Mengubah Isi Wajan Kita?

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melihat peluang ini sebagai jembatan budaya sekaligus spiritual. Ia menilai konektivitas langsung bisa mempercepat pertemuan dua wilayah yang sudah lama terhubung secara historis.

“Melihat dinamika geopolitik ini, mungkin yang direct flight ke Samarkand itu barangkali jadi lebih dimungkinkan. Apalagi di Jawa Timur, mursyid thoriqoh juga sangat banyak,” kata Khofifah.

Banyak pesantren di Jawa Timur mengajarkan hadis Imam Bukhari. Banyak pula komunitas tarekat tumbuh dan berkembang di sana. Mereka tidak hanya belajar teks—mereka menjaga tradisi. Samarkand pun terasa dekat, bahkan sebelum pesawat pertama lepas landas.

Ziarah yang Jadi Gerakan

Pemerintah Jawa Timur tidak ingin berhenti di wacana. Mereka mulai menjajaki kerja sama dengan pelaku industri pariwisata. Agen perjalanan pun bersiap membuka peluang baru.

Ziarah kini bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Orang tidak lagi berangkat sendiri-sendiri. Mereka bisa menempuh perjalanan dengan tujuan yang lebih jelas dan pengalaman yang lebih dalam.

Bagi banyak orang, mengunjungi makam Imam Bukhari bukan sekadar perjalanan religi. Mereka ingin menyentuh sumber ilmu yang selama ini mereka pelajari.

Menariknya, langkah ini tidak berjalan satu arah. Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, justru lebih dulu datang ke Jawa Timur. Ia mengunjungi makam Sunan Gresik ulama asal Samarkand yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Sejarah seperti bergerak kembali, tapi kali ini lewat jalur diplomasi dan penerbangan.

“Kami mempunyai tujuan untuk mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan Kami berharap untuk kesuksesan bagi Jawa Timur,” ujar Boboev.

Lebih dari Sekadar Perjalanan

Rute ini tidak hanya memindahkan orang dari satu kota ke kota lain. Rute ini membuka ruang untuk memahami sejarah secara langsung.

Di tengah tren traveling yang sering mengejar konten, perjalanan ini menawarkan pengalaman yang lebih personal. Kamu tidak sekadar datang dan pulang. Kamu datang untuk mengerti.

Karena pada akhirnya, perjalanan terbaik bukan soal jarak tapi soal makna yang kamu bawa pulang.

Lalu, Kamu Mau ke Mana?

Jika rute ini benar-benar terwujud, perjalanan ke Samarkand bukan lagi mimpi jauh. Ia jadi undangan terbuka untuk mengenal sejarah lebih dekat.

Dan mungkin, untuk pertama kalinya, kamu tidak sekadar pergi. Kamu pulang ke akar yang selama ini kamu pelajari, tapi belum pernah kamu datangi. @teguh

Tags: BudayadiplomasiGubernurIslamJawa TimurPariwisataSpiritualsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

Sound Horeg Diatur Negara, Setelah Tiga Orang Meninggal

by dimas
September 17, 2026

Sound horeg mulai diatur pemerintah setelah tiga orang meninggal di Jawa Timur. Regulasi desibel disiapkan untuk menekan risiko kesehatan dan...

Karhutla Menerjang Jatim dan Kaltara, 38 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Menerjang Jatim dan Kaltara, 38 Hektare Lahan Terbakar

by dimas
September 14, 2026

Karhutla menerjang Jawa Timur dan Kalimantan Utara. BNPB mencatat sekitar 38 hektare lahan terbakar di Ponorogo, Pasuruan, dan Bulungan. Tabooo.id...

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

by teguh
September 10, 2026

Polemik “goblok” hanya permukaan. Di bawahnya ada benturan antara kebebasan, kenyamanan publik, otoritas, dan negara. Kata “goblok” tiba-tiba masuk ke...

Next Post
Zero Post: Generasi yang Masih Online, Tapi Memilih Tidak Terlihat

Zero Post: Generasi yang Masih Online, Tapi Memilih Tidak Terlihat

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id