Minggu, Juli 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

El Nino Datang Lagi: Petani Terancam Gagal Panen?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Fenomena El Nino kembali jadi perhatian global. Kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik mulai memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Dampaknya tidak main-main. Kekeringan berpotensi menekan produktivitas pertanian dan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Situasi ini memaksa pemerintah dan petani untuk bersiap lebih awal.

Pola Iklim Kian Tak Terduga

Guru Besar Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada, Bayu Dwi Apri Nugroho, menjelaskan bahwa El Nino sebenarnya bukan fenomena baru.

Namun, perubahan iklim global membuat polanya semakin sulit diprediksi.

Ini Belum Selesai

Prabowo Bidik Efisiensi Pertahanan: Kesiapan TNI Dipertaruhkan?

Utang RI Tembus Rp8.030 Triliun: Pertumbuhan atau Beban?

“El Nino itu siklus alami yang sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa lebih cepat karena pemanasan global,” ujarnya, pada Minggu (5/4/2026).

Ia bahkan menyebut potensi kemunculan El Nino tahun ini bisa masuk kategori ekstrem atau kerap disebut “Godzilla El Nino”.

Sektor Pertanian Paling Rentan

El Nino langsung berdampak pada sektor pertanian. Tanaman pangan seperti padi dan jagung sangat bergantung pada ketersediaan air.

Ketika curah hujan turun drastis, tanaman sulit berkembang optimal.

Bayu menegaskan, kondisi ini bisa berujung pada gagal panen.

“Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Biaya yang sudah dikeluarkan tidak kembali,” tegasnya.

Risiko ini tidak hanya merugikan petani, tapi juga bisa memicu kenaikan harga pangan.

Mitigasi Jadi Kunci

Menghadapi situasi ini, Bayu menekankan pentingnya langkah mitigasi di tingkat lapangan.

Ia menilai komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian menjadi faktor krusial.

“Kuncinya ada di komunikasi. Kalau informasi cuaca jelas, petani bisa ambil keputusan yang tepat,” tambahnya.

Selain itu, petani perlu mengakses informasi terkait varietas tanaman yang tahan kekeringan serta teknik budidaya yang lebih adaptif.

Indonesia Punya Modal, Tinggal Dimaksimalkan

Meski ancaman meningkat, Indonesia tidak sepenuhnya tanpa persiapan.

Pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal penting. Pemerintah telah menjalankan berbagai program antisipasi, mulai dari pompanisasi hingga inovasi irigasi hemat air.

“Sebenarnya kita sudah punya pengalaman, misalnya lewat irigasi tetes dan varietas tahan kekeringan. Tinggal dimanfaatkan dengan baik,” ujar Bayu.

Akses informasi cuaca yang semakin mudah juga menjadi keuntungan tersendiri bagi petani.

Penutup: Siap atau Terpukul?

El Nino bukan sekadar fenomena cuaca. Dampaknya bisa menjalar ke ekonomi, harga pangan, hingga stabilitas sosial.

Indonesia punya pengalaman dan teknologi. Tapi tanpa kesiapan di lapangan, ancaman tetap nyata.

Pertanyaannya sekarang: apakah kita siap menghadapi El Nino kali ini, atau justru kembali terpukul? @dimas

Tags: CuacaEkstremEl NinoIklimKetahanan PanganKrisis GlobalNasionalPanganpertanianPerubahan Iklim

Kamu Melewatkan Ini

Krisis Iklim yang Diam-Diam Menguras Dompet

Krisis Iklim yang Diam-Diam Menguras Dompet

by dimas
Juli 17, 2026

Krisis iklim tak hanya menaikkan suhu, tetapi juga menggerus pendapatan, kesehatan, dan biaya hidup jutaan masyarakat. Panas ekstrem kini menjadi...

Kalau Beras Penting, Kenapa Harga Gabah Masih Jadi Perdebatan?

Kalau Beras Penting, Kenapa Harga Gabah Masih Jadi Perdebatan?

by teguh
Juli 14, 2026

Indonesia terus mengejar swasembada pangan. Pemerintah menjaga stok beras, mengendalikan inflasi, dan mendorong produksi setiap musim tanam. Namun, satu pertanyaan...

Ketahanan Pangan Dibangun dari Sawah, Kenapa Petaninya Masih Sulit Sejahtera?

Ketahanan Pangan Dibangun dari Sawah, Kenapa Petaninya Masih Sulit Sejahtera?

by teguh
Juli 14, 2026

Sekarang ketahanan pangan dibangun tapi petani menghadapi tekanan yang datang dari berbagai arah. Pupuk menjadi komponen biaya yang terus mengalami...

Next Post
Prabowo dan Janji Keadilan: Retorika atau Perubahan Nyata?

Prabowo dan Janji Keadilan: Retorika atau Perubahan Nyata?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id