• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Sultan Jogja Melayat: Dua Dinasti Bertemu di Tengah Duka Mataram

November 4, 2025
in News
A A
Sultan Jogja Melayat: Dua Dinasti Bertemu di Tengah Duka Mataram

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X Melayat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Sinuhun Pakoe Boewono (PB) XIII, di Sasana Parasdya, Keraton Kasunanan Solo pada Selasa (4/11/2025) Pagi. (Foto: Tabooo.Id)

Share on FacebookShare on Twitter

Langit Surakarta Berduka

Tabooo.id: News – Langit Surakarta terasa berat pada Selasa (4/11/2025). Sri Sultan Hamengku Buwono X datang ke Keraton Kasunanan Surakarta, bergabung dengan KGPAA Paku Alam X untuk memberi penghormatan terakhir kepada Raja Pakoe Boewono XIII.
Dua penerus Dinasti Mataram itu berdiri berdampingan bukan dalam perebutan tahta, melainkan dalam kesetiaan menjaga warisan ratusan tahun.

Dua Raja, Satu Duka

Sultan tiba di Sasana Parasdya sekitar pukul 11.50 WIB. Langkahnya mantap, wajahnya teduh menatap kerumunan pelayat yang memenuhi halaman dalam keraton. Tak lama kemudian, Paku Alam X muncul dengan setelan jas biru dongker. Keduanya saling menunduk singkat, lalu berjalan menuju ruang pringgitan tempat peti jenazah PB XIII terbaring.

Di sisi barat Sasana Sewaka, Sultan menatap peti putih yang terbungkus kain batik. Ia menangkupkan tangan, memanjatkan doa di tengah kepulan asap dupa yang menari pelan di udara. Paku Alam berdiri di sampingnya, ikut larut dalam keheningan yang terasa lebih berat daripada kata-kata.

“Beliau itu sosok peneduh,” ujar seorang abdi dalem tua dengan suara bergetar. “Keraton sering ribut, tapi beliau selalu tenang.”
Kalimat itu melayang di antara dinding tua keraton, menegaskan betapa seorang raja kadang bukan diukur dari kekuasaan, melainkan dari kesabaran menjaga api di tengah bara.

Jalan Panjang ke Imogiri

Rabu (5/11/2025), jenazah PB XIII akan diberangkatkan dari Keraton Kasunanan menuju Loji Gandrung. Dari sana, ambulans akan membawa sang raja ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta. Di tanah itu, leluhur yang pernah memerintah Mataram bersemayam dalam satu garis yang sama garis sejarah yang kini kembali bertemu di bawah bayangan duka.

Pertemuan dua raja kali ini lebih dari sekadar prosesi adat. Ia menyalakan ingatan bahwa budaya tidak bisa diwariskan lewat dokumen saja, tapi harus dijaga dengan kesetiaan. Dunia boleh berubah, tapi tradisi hanya bertahan jika manusia memilih untuk tetap percaya.

RelatedPosts

Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

Warisan yang Tak Pernah Usai

Keraton Surakarta dan Yogyakarta memang punya sejarah panjang yang berliku. Dari perpecahan Mataram hingga era modern yang menuntut mereka menyesuaikan diri dengan dunia digital, keduanya tetap berdiri sebagai jangkar identitas budaya Jawa.
Sultan Jogja dan Paku Alam hari itu tidak sekadar melayat mereka mengingatkan bahwa menjadi pewaris budaya berarti menjaga yang rapuh tanpa kehilangan arah.

Reflektif

Ketika doa mengalun dan dupa mengepul, dua raja berdiri dalam diam yang sarat makna. Mungkin, di sanalah manusia belajar bahwa yang mudah hilang bukan tradisi, tapi ingatan untuk menjaga asal mula. @teguh

Tags: DinastyKeraton Kasunanan SurakartaKGPAA Paku Alam XL oji GandrungPeti JenazahSri Sultan Hamengku Buwono Xtahta
Next Post
Kapolri Melayat Raja Solo: Hormat Terakhir untuk Sang Penjaga Tradisi

Kapolri Melayat Raja Solo: Hormat Terakhir untuk Sang Penjaga Tradisi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pakoe Boewono XIV: Raja Gen Z yang Menyelamatkan Ingatan Kraton

    Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamen Jalanan: Korban Sistem atau Pilihan yang Dipelihara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.