Di tengah ancaman El Nino dan tekanan krisis energi global, satu pertanyaan besar muncul: jika stok pangan terlihat aman, seberapa kuat sistem ini bertahan saat dua krisis datang bersamaan?
Tabooo.id: Nasional – Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman. Cadangan beras saat ini cukup untuk 11 bulan ke depan dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Namun, ancaman kemarau panjang dan gangguan energi tetap membayangi sektor pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional mencapai 4,9 juta ton. Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi Gudang Bulog di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026).
“Saya ingin menegaskan ketersediaan pangan, khususnya beras. Saat ini stok mencapai sekitar 4,9 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
Produksi Terus Berjalan, Cadangan Bertambah
Petani masih memanen padi di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong peningkatan stok dalam waktu dekat. Pemerintah memperkirakan cadangan beras akan menembus 5 juta ton dalam pekan ini.
Selain itu, tanaman padi siap panen mencapai 11 juta ton setara beras. Produksi nasional diproyeksikan menyentuh 28 juta ton. Angka ini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri selama hampir satu tahun.
Cadangan juga tersebar di sektor horeka seperti hotel, restoran, dan katering. Jumlahnya melebihi 12 juta ton dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Antisipasi El Nino, Air Jadi Prioritas
Pemerintah mempercepat langkah antisipasi untuk menghadapi kemarau panjang. Program pompanisasi menjadi andalan untuk menjaga suplai air ke lahan pertanian.
Amran menegaskan pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi bekal penting. Pemerintah kini bergerak lebih cepat dan terarah.
Krisis Energi Tekan Sektor Pertanian
Krisis energi global ikut menekan sektor pertanian. Petani masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk mengoperasikan mesin pertanian.
Pemerintah merespons dengan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026. Sebagai gantinya, pemerintah menerapkan biodiesel 50 persen atau B50 berbasis sawit.
Selain itu, pemerintah menyiapkan lebih dari 1 juta ton BBM untuk mendukung irigasi selama musim kemarau. Kementerian Pertanian juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian ESDM.
Pupuk Diamankan, Harga Turun
Pemerintah mempercepat distribusi pupuk sejak awal tahun. Langkah ini menjaga ketersediaan pupuk di tingkat petani.
Harga pupuk turun sekitar 20 persen dibanding tahun lalu. Pemerintah juga mengusulkan penambahan volume untuk menjaga produktivitas.
Serapan Gabah Digenjot
Perum Bulog Jawa Timur meningkatkan serapan gabah petani. Hingga pertengahan April 2026, Bulog menyerap 500.000 ton setara beras.
Stok di Jawa Timur kini mencapai 1,2 juta ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan.
Kontribusi Jawa Timur mencapai 24 persen dari stok nasional. Bulog menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa lebih dari 200 gudang tambahan.
Penutup
Data menunjukkan stok beras nasional berada dalam kondisi aman. Produksi terus berjalan dan cadangan terus bertambah. Namun, El Nino dan krisis energi tetap menjadi ujian nyata.
Jika dua tekanan datang bersamaan, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada angka, tetapi juga pada kesiapan sistem di lapangan. @dimas






