Tabooo.id: Talk – Menang 7-0. Harusnya cukup bikin semua orang puas. Tapi justru di momen itu, Hector Souto memilih bicara hal yang lebih dalam.
Alih-alih larut dalam euforia, ia langsung menggeser fokus dari skor ke proses, dari hasil ke arah. Karena itu, komentarnya terasa berbeda lebih jujur, lebih panjang napas.
“Saya merasa beruntung berada di negara ini, mewakili bendera ini, dan bekerja bersama para pemain serta staf yang setiap hari menunjukkan profesionalisme, komitmen, dan keinginan untuk terus berkembang.” Kata Souto.
Kalimat ini bukan formalitas. Justru, Souto menegaskan posisinya ia bukan sekadar pelatih asing, melainkan bagian dari perjalanan tim ini.
Dominan di Lapangan, Tapi Tetap Sadar Diri
Di lapangan, Indonesia tampil agresif sejak awal. Babak pertama berjalan cepat, gol demi gol lahir tanpa banyak jeda. Sementara itu, babak kedua berjalan lebih tenang, tapi tetap terkontrol.
Namun demikian, Souto tidak terjebak dalam angka. “Ini bukan tentang hasil, ini tentang sesuatu yang lebih penting. Generasi ini akan mengubah masa depan futsal Indonesia.”
Di titik ini, arah pembicaraan berubah. Bukan lagi soal siapa menang, tapi tentang siapa yang sedang dibentuk.
Generasi yang Tidak Sekadar Main, Tapi Tumbuh
Selain itu, Souto juga menyoroti fondasi tim. Ia tidak hanya melihat skuad senior, tetapi juga menarik garis ke kelompok usia lain.
“Terlepas dari hasil pertandingan, generasi pemain ini telah memenangkan hati saya U16, U19, U24, hingga tim nasional senior.”
Artinya, ia membaca sistem, bukan sekadar pertandingan. Lebih jauh lagi, ia melihat kesinambungan sesuatu yang sering hilang dalam sepak bola kita.
Proses Cepat, Identitas Mulai Terlihat
Menariknya, Souto tidak menunggu waktu lama untuk menilai timnya. Ia langsung membaca karakter sejak awal latihan.
“Ada satu hal yang selalu saya lihat dan sangat saya hargai keinginan yang terus-menerus untuk berkembang, budaya kerja yang jelas, dan dorongan nyata untuk melakukan segala sesuatu dengan baik.” Bahkan, Pelatih berkebangsaan Spanyol ini menambahkan sesuatu yang cukup berani
“Keinginan tersebut berubah menjadi kemampuan adaptasi dan semangat untuk terus berkembang, yang memungkinkan kami bermain dengan pola identitas yang semakin jelas, bahkan hanya dengan lima sesi latihan bersama.” jelas Souto
Dengan kata lain, proses tidak berjalan lambat. Sebaliknya, tim ini langsung bergerak, belajar, lalu membentuk pola.
Mentalitas Jadi Kunci, Bukan Sekadar Taktik
Di sisi lain, Souto juga menyoroti mental pemain. Ia tidak hanya bicara teknik atau strategi, tetapi juga sikap di dalam tim.
“Terlepas dari lawan yang dihadapi, hal yang paling saya hargai adalah mentalitas yang ditunjukkan serta kemampuan adaptasi dalam waktu hanya lima hari” Ungkap Souto.
Jadi, yang ia kejar bukan sekadar permainan rapi, tapi karakter yang tahan tekanan.
Ujian Sebenarnya Baru Akan Datang
Meski begitu, Souto tidak menutup mata. Ia paham tantangan ke depan akan jauh lebih berat.
“Kami tahu bahwa ke depan akan datang ujian yang jauh lebih berat. Lawan yang lebih kompleks, konteks yang lebih sulit, dan situasi di mana keterbatasan waktu bersama akan terlihat.” Jelas Souto.
Namun demikian, ia tetap menjaga arah. “Itu adalah keterbatasan saat ini, tetapi tidak menentukan arah yang sedang kami bangun.” tambahnya.
Di sini, ia menegaskan satu hal keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Skor Besar atau Proses Panjang?
Akhirnya, kita sampai pada pertanyaan yang lebih penting. Apakah kita hanya ingin menang besar, atau benar-benar ingin membangun tim?
Souto sudah memilih jawabannya. Ia memilih proses, identitas, dan masa depan. Karena itu, kemenangan 7-0 terasa seperti pembuka, bukan puncak.
Dan sekarang, bola ada di kita kita mau merayakan angka, atau mulai membaca arah? Lalu, kamu sendiri lebih percaya pada hasil instan atau proses yang pelan tapi pasti?. @teguh






