Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Soeharto Dapat Gelar Pahlawan: Antara Lupa, Luka, dan Logika Politik

by dimas
November 8, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Pagi ini Indonesia terasa absurd. Di timeline Twitter, dua kubu debat sengit: “Soeharto pahlawan nasional” versus “Soeharto bukan pahlawan nasional… tapi di level hard mode.” Di tengah netizen yang sibuk ngopi sachet, MPR dan pemerintah tampak asyik mengutak-atik masa lalu seperti mantan yang tiba-tiba buka chat lama.

Soeharto, sang bapak pembangunan sekaligus bapak segala bapak-bapak berkuasa, kembali jadi trending. Bukan karena nostalgia harga BBM Rp600, tapi karena pemerintah kabarnya serius mau memberinya gelar Pahlawan Nasional.

“TAP MPR: KKN? Oh, Itu Cuma Typo.”

Kalau hidup ini game, Tap MPR 11/1998 mungkin jadi achievement lock yang mustahil dihapus. Tapi entah bagaimana, MPR era Bamsoet menemukan tombol “edit” dan voilà nama Soeharto lenyap dari daftar KKN. Alasannya sederhana: “orangnya sudah meninggal.”

Lucunya, MPR tidak mencabut Tap-nya, hanya menghapus namanya. Jadi, seperti tugas kelompok yang nilainya diperbaiki dengan cara menghapus anggota paling bermasalah.

Padahal para ahli hukum tata negara sudah berkali-kali menjelaskan bahwa MPR tidak bisa lagi bikin atau mencabut Tap sejak 2002. Tapi di negeri +62, “nggak bisa” sering berubah jadi “bisa kok, asal rapatnya sepakat dan mic-nya nyala.”

Ini Belum Selesai

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

Katanya Reformasi Polri Total, Tapi Kenapa Praktik Lama Belum Benar-Benar Hilang?

Dari “Bapak KKN” ke “Bapak Pahlawan”

Pemerintah menganggap Soeharto memenuhi syarat jadi pahlawan karena “jasanya besar bagi bangsa.” Ya, benar jalan tol, swasembada beras, dan tentu saja: warisan trauma politik tiga generasi.

Ketua Dewan Gelar, Fadli Zon, menyebut tidak ada bukti bahwa Soeharto terlibat genosida. “Enggak pernah terbukti,” ujarnya.
Netizen langsung nyaut: “Iya, karena yang bisa membuktikan udah lama dibungkam, Pak.”

Para pegiat HAM menilai sejarah bukan Google Docs. Kita tidak bisa mengedit masa lalu sesuka hati. Luka, darah, dan 32 tahun bayang-bayang otoritarianisme tidak bisa hilang hanya dengan menekan tombol “delete row” di Tap MPR.

Plot Twist: Legalitas yang Ilegal

Dua pakar hukum, Bivitri Susanti dan Saldi Isra, mengingatkan bahwa Tap MPR tersebut masih berlaku dan tidak bisa dihapus begitu saja. Menurut mereka, pencabutan nama Soeharto justru melanggar hukum karena MPR tidak lagi punya wewenang mengubah Tap setelah 2002.

Namun realitas politik berkata lain. Pencabutan nama Soeharto tetap terjadi, seolah negara sedang memainkan illegal move tapi menamakannya “inisiatif konstitusional.”

Kalau tren ini berlanjut, jangan kaget kalau suatu hari muncul berita seperti:

“Koruptor jadi ikon anti-korupsi karena sudah menyesal dan rajin bayar pajak.” @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

by teguh
Mei 13, 2026

Sebuah video membuat publik berhenti scroll. Bukan karena keributan. Bukan juga karena drama panggung lomba. Publik justru menyorot keberanian seorang...

Perempuan Modern, Burnout, dan Semangkuk Seblak Pedas

Seblak Pedas, Burnout, dan Perempuan Modern

by Anisa
Mei 12, 2026

Seblak pedas bukan lagi sekadar jajanan kaki lima bagi banyak perempuan modern. Di tengah hidup yang penuh tekanan, makanan ini...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
KPop Demon Hunters dan Rosé BLACKPINK: Saat Dunia Fiksi Nyata di Grammy

KPop Demon Hunters dan Rosé BLACKPINK: Saat Dunia Fiksi Nyata di Grammy

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id