Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Single Terbaru Bernadya “Kita Buat Menyenangkan” Hadir dengan Nuansa Ceria

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih kamu curiga ketika musisi yang identik dengan lagu galau tiba-tiba terdengar… bahagia? Bukan bahagia yang lompat-lompat pakai confetti, tapi bahagia yang senyumnya pelan, agak ragu, tapi nyata. Kesan itulah yang muncul saat Bernadya membuka tahun 2026 dengan warna musik baru. Lebih terang. Lebih hangat. Dan jujur saja agak mencurigakan.

Selama ini, publik mengenal Bernadya sebagai suara setia patah hati. Lagu-lagunya menemani malam sunyi seperti teman ngobrol jam dua pagi: jujur, pelan, dan sedikit menyakitkan. Namun awal tahun ini, Bernadya mengirim satu sinyal penting hidup tidak harus selalu bercerita lewat air mata.

“Kita Buat Menyenangkan” dan Awal Sebuah Pergeseran

Lewat single terbaru berjudul “Kita Buat Menyenangkan”, Bernadya membuka pintu perubahan. Lagu ini terasa seperti kode rahasia tentang fase hidup yang sedang bergerak. Dalam pernyataannya, Bernadya menyebut lagu ini sebagai upaya sadar untuk menghargai setiap momen dan mempergunakan waktu sebaik mungkin. Ia sadar segalanya mungkin tidak berlangsung lama.

Pernyataan itu terdengar sederhana, tapi justru di sanalah kedewasaannya muncul. Lagu ini tidak menjual kebahagiaan kosong. Lagu ini lahir dari kesadaran akan keterbatasan waktu dan keberanian untuk menikmati hidup tanpa rasa bersalah.

Warna Oranye Kekuningan dan Nostalgia yang Hangat

Bernadya menggambarkan lagu ini dengan warna oranye kekuningan. Ia menyebut nuansanya nostalgic, mellow, dan lebih terang dari karya-karya sebelumnya. Ia membandingkannya dengan foto lama yang tersorot cahaya matahari sore tidak silau, tapi hangat.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Aransemen musiknya pun berjalan seirama dengan deskripsi itu. Lagu ini mengalir tanpa tergesa-gesa. Nada-nadanya memberi ruang bernapas. Pendengar tidak perlu terguncang; cukup duduk dan ikut merasakan.

Petra Sihombing dan Benang Merah yang Disengaja

Untuk memastikan pergeseran ini tetap utuh, Bernadya kembali menggandeng Petra Sihombing sebagai produser musik. Petra bukan sosok asing dalam perjalanan Bernadya. Ia juga mengerjakan track penutup album pertama Bernadya, sehingga kolaborasi ini terasa seperti lingkaran yang kembali bertemu.

Petra mengakui sejak awal pengerjaan bahwa arah musik Bernadya kali ini terdengar lebih ceria. Namun ia tetap melihat pesan gelap di dalamnya. Bernadya tidak menghilangkan kegelapan itu; ia hanya menyampaikannya dengan cara yang lebih halus dan dewasa.

Menariknya, Petra menegaskan bahwa ia tidak mengejar tren apa pun saat mengerjakan lagu ini. Ia fokus pada rasa suka dan kesamaan visi dengan Bernadya. Ia berharap musik yang jujur justru menemukan pendengarnya sendiri.

Musik sebagai Cermin Generasi yang Mulai Berdamai

Di titik ini, “Kita Buat Menyenangkan” hadir lebih dari sekadar single baru. Lagu ini memantulkan wajah generasi yang mulai lelah menjadikan luka sebagai identitas. Banyak orang kini mengakui kesedihan, tapi juga mulai memberi ruang bagi kebahagiaan.

Bernadya tidak menyangkal masa lalunya. Ia memakainya sebagai pijakan. Lagu ini tidak menghapus kegelapan, tetapi mengajak kita berjalan menuju ruang yang lebih terang tanpa rasa bersalah.

Jadi, Ini Akhir dari Era Gelap Bernadya?

Kini, pendengar bisa menikmati “Kita Buat Menyenangkan” di berbagai platform streaming digital. Bernadya juga merilis video liriknya di kanal YouTube, yang Seven Creative garap sebagai production house asal Jepang.

Apakah ini tanda berakhirnya era gelap Bernadya? Atau justru awal fase baru yang lebih seimbang antara terang dan gelap? Jawabannya mungkin belum muncul sekarang. Namun satu hal terasa jelas: Bernadya sedang mengajak kita berhenti sejenak, lalu berkata, hidup boleh dinikmati—walau tidak selamanya. @eko

Tags: Spotify

Kamu Melewatkan Ini

Spotify Pilih 10 Nama Baru: Siapa yang Akan Bertahan, Siapa yang Akan Tenggelam?

Spotify Pilih 10 Nama Baru: Siapa yang Akan Bertahan, Siapa yang Akan Tenggelam?

by eko
Mei 8, 2026

Taboo.id: Musik - Spotify resmi mengumumkan 10 artis pilihan dalam program RADAR Indonesia 2026, sebuah inisiatif global yang dirancang untuk...

Dari Spotify ke TikTok: Lagu Sal Priadi Ini Mendadak Jadi Soundtrack Ramadan

Dari Spotify ke TikTok: Lagu Sal Priadi Ini Mendadak Jadi Soundtrack Ramadan

by eko
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Musik - Pernah merasa Ramadan punya soundtrack sendiri? Bukan suara bedug atau iklan sirup yang muncul tiap tahun. Tahun...

Andien Rilis “Manusia Favorit”, Lagu Hangat Tentang Orang yang Selalu Ada

Andien Rilis “Manusia Favorit”, Lagu Hangat Tentang Orang yang Selalu Ada

by eko
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Musik - Pernah nggak kamu tiba-tiba berhenti sebentar, lalu kepikiran satu orang yang selalu terasa seperti “rumah”? Bukan karena...

Next Post
Ubisoft Ditinggal Pasar: Saham Turun Tajam Usai Batalkan Proyek dan Restrukturisasi

Ubisoft Ditinggal Pasar, Saham Turun Tajam Usai Batalkan Proyek dan Restrukturisasi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id