Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Spotify ke TikTok: Lagu Sal Priadi Ini Mendadak Jadi Soundtrack Ramadan

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Pernah merasa Ramadan punya soundtrack sendiri? Bukan suara bedug atau iklan sirup yang muncul tiap tahun. Tahun ini, media sosial justru dipenuhi satu lagu yang terus berseliweran di TikTok, Instagram Reels, sampai story teman yang biasanya cuma repost meme kucing.

Judulnya puitis sekaligus misterius: Ada Titik-Titik di Ujung Doa. Lagu milik Sal Priadi ini mendadak viral. Karena itu, banyak orang mulai menyebutnya sebagai anthem Ramadan tahun ini.

Padahal, ada satu fakta menarik: lagu ini sebenarnya bukan rilisan baru.

Lagu Lama yang Tiba-Tiba Menemukan Momentum

Awalnya, Ada Titik-Titik di Ujung Doa hadir dalam album Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF) yang rilis pada 2024. Namun, seperti yang sering terjadi di era algoritma, waktu kadang bekerja dengan cara yang tidak terduga.

Tiba-tiba saja warganet mulai memakai lagu ini untuk berbagai konten reflektif Ramadan. Ada yang menggunakannya untuk video perjalanan mudik. Ada juga yang memakainya untuk momen sahur keluarga. Bahkan, beberapa orang sekadar menambahkan lagu ini ke video langit malam dengan caption penuh makna.

Ini Belum Selesai

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Karena momentum itu semakin besar, Sal Priadi akhirnya merilis video musik resmi lagu tersebut pada 11 Maret 2026. Dengan langkah itu, ia sekaligus menutup perjalanan kreatif album MASPF.

Menurut Sal, karya ini ia harapkan menjadi titik pengharapan sebelum ia melangkah ke perjalanan berikutnya.

Cerita Sunyi Seorang Bapak

Untuk menerjemahkan lagu ini ke visual, Sal menggandeng Bernardus Raka. Sutradara ini memang dikenal piawai mengubah emosi lagu menjadi cerita visual yang sederhana tetapi kuat.

Video musik berdurasi sekitar 8 menit 9 detik ini berfokus pada kehidupan seorang bapak yang bekerja sebagai sopir truk. Setiap hari ia menghabiskan waktu di jalan, jauh dari rumah dan keluarganya.

Akibatnya, jarak perlahan menciptakan ruang sunyi dalam hubungan keluarga.

Melalui adegan-adegan yang tenang, video ini menunjukkan pergulatan batin yang jarang orang ucapkan. Sang bapak terus bekerja, tetapi di saat yang sama ia menyimpan rindu yang tidak selalu bisa ia sampaikan.

Namun, Bernardus Raka tidak memaksa penonton memahami cerita dengan satu makna saja. Sebaliknya, ia membuka ruang interpretasi. Dengan begitu, setiap orang bebas mengisi “titik-titik” dalam cerita sesuai pengalaman mereka.

Kenapa Lagu Ini Begitu Mengena?

Secara angka, popularitas lagu ini memang besar. Hingga sekarang, lagu tersebut sudah mencatat lebih dari 80 juta pemutaran di berbagai platform digital.

Di Spotify saja, jumlah pemutarannya sudah melewati 50 juta stream. Selain itu, YouTube juga mencatat lebih dari 30 juta penayangan dari versi audio dan video liriknya.

Namun angka bukan alasan utama lagu ini terasa kuat.

Sebaliknya, kekuatan lagu ini justru terletak pada kesederhanaannya. Sal Priadi tidak memakai lirik yang terlalu rumit atau dramatis. Ia memilih kata-kata yang pelan, reflektif, dan terasa jujur.

Karena itu, banyak pendengar merasa lagu ini seperti ruang hening di tengah dunia yang terlalu bising.

Apalagi saat Ramadan datang. Pada bulan ini, banyak orang tiba-tiba memikirkan keluarga, perjalanan hidup, dan doa-doa yang mungkin belum sempat mereka ucapkan.

Lagu yang Membiarkan Pendengarnya Berpikir

Video musik ini juga menjadi rilisan visual keempat dari album MASPF setelah Semua Lagu Cinta, Dari Planet Lain, dan Gala Bunga Matahari.

Namun dibandingkan tiga lagu sebelumnya, Ada Titik-Titik di Ujung Doa terasa jauh lebih kontemplatif.

Alih-alih menjelaskan segalanya, lagu ini justru meninggalkan ruang kosong. Di ruang itulah pendengar bisa menaruh pengalaman pribadi mereka.

Mungkin karena itu lagu ini terasa begitu dekat bagi banyak orang.

Sebab pada akhirnya, hidup memang sering berjalan seperti judul lagu tersebut: penuh titik-titik. Kita berdoa, berharap, lalu terus melangkah meski belum tahu akhir ceritanya.

Jadi, menurut kamu, apakah lagu ini benar-benar anthem Ramadan tahun ini? Atau justru kita semua sedang mencari lagu yang bisa menemani doa-doa yang belum selesai? @eko

Tags: MusikRamadanSpotifyTikTok

Kamu Melewatkan Ini

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

by Tabooo
Juni 3, 2026

Excerpt: Genjer-Genjer sering dicap sebagai lagu PKI. Padahal lirik aslinya bicara tentang genjer, sawah, pasar, dapur, dan rakyat miskin yang...

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

“Robot Bernyawa”, Lagu SWAMI yang Ternyata Belum Benar-Benar Usang

by Tabooo
Mei 10, 2026

Robot Bernyawa bukan sekadar lagu lama tentang buruh pabrik era 90-an. Lagu milik SWAMI ini justru kembali terasa dekat setelah...

Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

Kicau Mania: Lagu Viral, Realita “Cah Gantangan”

by Tabooo
Mei 12, 2026

Kicau Mania bukan sekadar lagu viral. Lagu ini membongkar cara kita memandang hobi dan kerja. Kicau Mania menunjukkan bahwa di...

Next Post
Sekali Jepret Semua Diam: Hero Marcel Siap Mengacaukan Meta MLBB

Sekali Jepret Semua Diam: Hero Marcel Siap Mengacaukan Meta MLBB

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id