Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sidang Dakwaan Eks Wamenaker Noel Akan Digelar Senin

by dimas
Januari 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan membuka sidang perdana kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menyeret mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, pada Senin (19/1/2026). Sidang ini menjadi babak baru penanganan perkara korupsi yang selama bertahun-tahun membebani pelaku usaha sekaligus tenaga kerja.

Pengadilan telah mencatat berkas perkara Noel dalam sistem kepaniteraan PN Jakarta Pusat dengan nomor register 1/Pid.Sus-TPK/2026/PN Jkt.Pst. Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Andi Saputra, memastikan jadwal sidang tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

“Sidang perdana akan digelar pada Senin, 19 Januari 2026,” ujar Andi.

Majelis Hakim dan Deretan Terdakwa

Pengadilan menunjuk Nur Sari Baktiana sebagai ketua majelis hakim yang akan memimpin persidangan. Dua hakim anggota, Fajar Kusuma Aji dan Alfis Setiawan, akan mendampingi jalannya pemeriksaan perkara.

Majelis hakim akan mengadili Noel bersama 10 terdakwa lainnya. Para terdakwa berasal dari berbagai posisi strategis di lingkungan Direktorat Bina K3 dan pengawasan ketenagakerjaan, mulai dari pejabat struktural, subkoordinator, hingga pihak swasta.

Ini Belum Selesai

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

Dari Medan Perang ke Ring Dunia, Begini Perjalanan Muay Thai Menjadi Identitas Thailand

Nama-nama tersebut mencakup Irvian Bobby Mahendro, Gerry Aditya Herwanto Putra, Subhan, Anitasari Kusumawati, Fahrurozi, Hery Sutanto, Sekarsari Kartika Putri, Supriadi, serta Temurila dan Miki Mahfud dari PT KEM Indonesia. Seluruh terdakwa akan menghadapi sidang dakwaan pada hari yang sama.

Modus Lama di Balik Sertifikat K3

Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik pemerasan yang berjalan secara sistematis. Para terdakwa diduga secara sengaja menaikkan biaya penerbitan sertifikat K3 jauh melampaui tarif resmi yang ditetapkan pemerintah.

Padahal, aturan hanya menetapkan biaya pengurusan sertifikasi K3 sebesar Rp 275.000. Namun dalam praktiknya, pemohon sertifikat harus membayar hingga Rp 6 juta. Menurut KPK, praktik tersebut telah berlangsung sejak 2019 dan secara langsung menyasar pelaku usaha yang membutuhkan sertifikat K3 sebagai syarat operasional.

Aliran Dana dan Peran Para Tersangka

Akibat praktik tersebut, KPK mencatat selisih pembayaran mencapai sekitar Rp 81 miliar. Dana itu kemudian mengalir ke sejumlah tersangka. Penyidik juga menduga Noel menikmati sekitar Rp 3 miliar dari hasil pemerasan tersebut.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa praktik pemerasan tidak terjadi secara sporadis. Sebaliknya, perkara ini menunjukkan adanya pola terstruktur yang melibatkan banyak pihak, baik di dalam birokrasi maupun dari sektor swasta.

Jeratan Hukum dan Dampak bagi Publik

Jaksa menjerat Noel dan para terdakwa dengan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, jaksa juga menyertakan Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan.

Kasus ini tidak hanya menyoal pelanggaran hukum oleh pejabat negara, tetapi juga berdampak langsung pada dunia usaha dan tenaga kerja. Biaya sertifikasi yang melambung tinggi berpotensi menekan perusahaan kecil dan menengah, sekaligus menghambat pemenuhan standar keselamatan kerja.

Ketika sertifikat keselamatan berubah menjadi ladang pungutan, publik kembali dihadapkan pada ironi lama regulasi yang seharusnya melindungi pekerja justru menjadi beban dan negara kembali diuji, apakah hadir sebagai pelindung atau sekadar penarik upeti. @dimas

Tags: BirokrasiJakarta PusatKasusKeadilanKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumPemerasanPN

Kamu Melewatkan Ini

Negara Hukum atau Massa? Pencuri Ayam dan Matinya Keadilan

Negara Hukum atau Massa? Pencuri Ayam dan Matinya Keadilan

by dimas
Juli 27, 2026

Tragedi tewasnya terduga pencuri ayam di Bali membuka perdebatan tentang negara hukum, praktik main hakim sendiri, dan krisis kepercayaan publik...

Sarapan Berujung Maut: Bentrokan Menteng Tewaskan Satu Orang

Sarapan Berujung Maut: Bentrokan Menteng Tewaskan Satu Orang

by dimas
Juli 27, 2026

Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, yang berawal dari cekcok saat membeli nasi uduk menewaskan satu orang. Polisi masih...

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

by dimas
Juli 26, 2026

Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Penahanan tanpa rompi merah memicu sorotan publik terhadap konsistensi penegakan hukum. Tabooo.id...

Next Post
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Unit hingga 2029

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Unit hingga 2029

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id