Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Unit hingga 2029

by dimas
Januari 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi sebagai pijakan awal menuju target besar pemerintah di sektor pendidikan. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan total 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Peresmian tersebut berlangsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bagian dari kebijakan jangka panjang negara.

“Hari ini kita berhasil meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insyaallah akan tercapai,” tegas Prabowo.

Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama pembangunan sosial, bukan sekadar pelengkap pertumbuhan ekonomi.

Pendidikan untuk Kelompok yang Selama Ini Terpinggirkan

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah merancang Sekolah Rakyat untuk menjangkau anak-anak dari keluarga yang selama ini berada di luar sistem pendidikan formal. Negara ingin hadir langsung di kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kemiskinan struktural.

Ini Belum Selesai

BEM Undip Tagih Pemerintah: Mengapa Karhutla Terus Berulang?

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

Setiap Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 murid. Dengan skema tersebut, pemerintah memperkirakan program ini dapat menjangkau sekitar 500 ribu peserta didik di seluruh Indonesia.

“Ujungnya sasaran kita adalah tiap Sekolah Rakyat seribu murid. Artinya nanti kita menjangkau 500 ribu murid,” jelasnya.

Bagi pemerintah, angka itu mencerminkan ambisi memutus rantai kemiskinan lintas generasi melalui pendidikan yang lebih merata.

Sekolah Rakyat dan Agenda Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Prabowo secara eksplisit mengaitkan Sekolah Rakyat dengan agenda nasional penghapusan kemiskinan ekstrem. Ia menilai pendidikan, ketahanan pangan, dan kerja sama lintas sektor sebagai fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga dunia usaha untuk terlibat aktif dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu dan bekerja sama menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia,” tambahnya.

Seruan itu sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya bergantung pada negara, tetapi juga pada komitmen kolektif.

Narasi Optimisme di Tengah Tantangan Global

Di hadapan para peserta acara, Prabowo menekankan pentingnya kepercayaan diri nasional. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia berada di jalur yang benar, meski menghadapi tekanan ekonomi global dan ketimpangan sosial yang belum sepenuhnya teratasi.

“Kita berada di jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu. Apa pun yang terjadi, kita akan terus berjuang demi bangsa dan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan upaya pemerintah membangun optimisme publik di tengah situasi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian.

Guru Jadi Ujung Tombak Program

Menutup sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial dan seluruh jajaran kementerian serta lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Ia juga menaruh perhatian khusus pada peran guru dan kepala sekolah sebagai garda terdepan program ini.

Ia meminta para pendidik tidak hanya mengajar, tetapi juga membina dan memberi teladan bagi para siswa.

Di atas kertas, Sekolah Rakyat menawarkan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin. Namun publik akan menilai dari pelaksanaan di lapangan: apakah program ini benar-benar menjadi mesin mobilitas sosial, atau justru berhenti sebagai proyek ambisius yang kuat di awal, lalu melemah dalam keberlanjutan. @dimas

Tags: AksesBanjarmasinInklusifKebijakanPendidikanPrabowo SubiantoSekolah RakyatSosial

Kamu Melewatkan Ini

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

Desil Timbul Lompat dari 1 ke 9, Kuliah Anak Tukang Becak Terancam

by teguh
Agustus 25, 2026

Kabar kelulusan kuliah justru membuat Timbul, 49, cemas. Status desil kesejahteraannya berubah dari desil 1 menjadi desil 9 yang bisa...

500 Warga Kebumen ke Jakarta: Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritik MBG

500 Warga Kebumen ke Jakarta: Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritik MBG

by teguh
Agustus 24, 2026

Sebanyak 500 warga Kebumen, Jawa Tengah, bersiap menuju Jakarta pada 27/08/2026. Mereka membawa dukungan untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto....

Di Desa Lauwa, Buku Tak Cuma Mengajari Anak Membaca

Di Desa Lauwa, Buku Tak Cuma Mengajari Anak Membaca

by teguh
Agustus 24, 2026

Sabtu punya cerita sendiri bagi anak-anak Desa Lauwa, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Tabooo.id - Pagi atau siang...

Next Post
Pilkada via DPRD: Siapa yang Diuntungkan dari Wacana Ini ?

Pilkada via DPRD: Siapa yang Diuntungkan dari Wacana Ini ?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id