• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Life

Satyaning Caraka: Tentang Janji yang Dikhianati, dan Kesetiaan yang Diuji di Tengah Kekacauan

Maret 22, 2026
in Life
A A
Satyaning Caraka: Tentang Janji yang Dikhianati, dan Kesetiaan yang Diuji di Tengah Kekacauan

Konseptor Satyaning Caraka "Tu Dewa" Banjar Legian Kulod. (Dok. Tabooo Network Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Di Bali, ogoh-ogoh biasanya menghadirkan simbol amarah yang kemudian dibakar. Namun di Legian, satu karya justru menyulut sesuatu yang lebih dalam: kepercayaan. Satyaning Caraka tidak berhenti pada bentuk visual, melainkan mengangkat janji yang sering diucapkan, lalu diam-diam dilanggar.

Ketika Kesetiaan Jadi Cerita yang Terluka

Pada tahun 2026, para kreator memilih kisah tentang kesetiaan seorang raksasa kepada Dewa Siwa. Ia mengabdikan diri secara utuh, tetapi kemudian menghadapi gangguan dari sosok terdekatnya sendiri, yaitu istrinya.

Konfliknya memang sederhana, namun terasa akrab.

Bukan karena ancaman dari luar, melainkan karena pengkhianatan dari dalam.

Akibatnya, cerita ini terasa semakin dekat dengan realitas hari ini.

Lahir dari Keresahan yang Kita Rasakan Diam-Diam

Satyaning Caraka tidak muncul begitu saja. Para kreator merespons kegelisahan yang nyata: manusia semakin mudah berjanji, tetapi semakin sulit menjaga kesetiaan.

Di satu sisi, relasi terasa cepat terbentuk. Namun di sisi lain, kedalamannya justru menipis. Orang mengucapkan komitmen, tetapi sering mengabaikannya.

Karena itu, tema ini seperti menyindir tanpa suara. Kita tidak kekurangan kata-kata manis. Sebaliknya, kita justru kekurangan konsistensi.

Di Balik Megahnya Visual, Ada Proses yang Tidak Romantis

Sekaa Teruna Jaya Dharma Caka 1948 dari Banjar Legian Kulod mengerjakan ogoh-ogoh ini dengan Tu Dewa sebagai konseptor utama.

Mereka tidak hanya membangun visual untuk ditonton ribuan orang, tetapi juga menghadapi proses yang penuh tekanan.

“Prosesnya kurang lebih empat bulan. Biayanya sudah tembus ratusan juta. Tapi yang paling berat bukan cuma soal uang,” kata Tu Dewa.

Selama pengerjaan, tim menghadapi berbagai hambatan.

Konstruksi sering tidak berjalan sesuai rencana. Mesin kerap bermasalah di tengah proses. Selain itu, tim juga harus terus menyesuaikan desain, sementara cuaca sering berubah tanpa kompromi.

“Kadang kita sudah siap kerja, tapi hujan datang. Kadang mesin bermasalah di tengah proses. Belum lagi perbedaan pendapat soal desain,” lanjutnya.

Karena itu, proses ini tidak lagi sekadar proyek seni.

Tim benar-benar menguji komitmen mereka sendiri.

“Di situ sebenarnya diuji, bukan cuma kemampuan bikin ogoh-ogoh, tapi juga seberapa kuat kita bertahan sama apa yang sudah kita mulai.”

Di titik inilah, makna kesetiaan tidak lagi terasa abstrak, tetapi menjadi pengalaman nyata.

Filosofi yang Tidak Nyaman, Tapi Jujur

Satyaning Caraka membawa beberapa makna utama.

Karya ini menempatkan kebenaran sebagai pijakan hidup. Selain itu, karya ini mengingatkan bahwa setiap tindakan selalu membawa konsekuensi. Di saat yang sama, prosesnya juga menegaskan pentingnya kebersamaan, bukan sekadar formalitas.

Namun, kekuatan utamanya bukan hanya pada pesan.

Karya ini justru menekan satu pertanyaan yang sulit dihindari.

Kenapa kesetiaan hari ini terasa semakin langka?

Dalam perspektif Tabooology, masyarakat seharusnya tidak menutup hal-hal yang dianggap tabu seperti ketidaksetiaan. Sebaliknya, masyarakat perlu membongkar dan memahami hal tersebut sebagai sinyal sosial. 

Melalui karya ini, pesan itu muncul tanpa perlu banyak penjelasan.

Ini Bukan Sekadar Tradisi

Banyak orang masih melihat ogoh-ogoh sebagai ritual tahunan. Ia hadir, meramaikan suasana, lalu selesai begitu saja.

Namun, Satyaning Caraka menawarkan sesuatu yang berbeda.

RelatedPosts

Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

Sunyi Nyepi, Riuh Lebaran: Dua Jalan, Satu Makna tentang Manusia

Karya ini tidak hanya menjadi simbol.

Ia berubah menjadi cermin.

Cermin yang memperlihatkan manusia yang mudah berjanji, tetapi sering gagal mempertahankannya.

Di tengah suara gamelan dan sorak penonton, tidak semua orang mungkin menangkap makna tersebut.

Namun satu hal tetap jelas.

Karya ini tidak sedang menceritakan raksasa.

Karya ini sedang membicarakan kita.

Lalu, pertanyaannya tetap sama.

Kalau kesetiaan mulai goyah, sebenarnya kita masih memegang apa? @jeje

Tags: LegianLegian Banjar KulodSatyaning CarakaTu Dewa
Next Post
Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.