Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Santri 12 Tahun Tewas Diduga Dibully di Ponpes Manjung Wonogiri

by dimas
Desember 22, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang santri berinisial MMA, berusia 12 tahun, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan dan perundungan di Pondok Pesantren Santri Manjung, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Polisi menetapkan tiga anak sebagai pelaku atau anak berhadapan hukum (ABH).

“Pelaku tiga orang kami amankan, semuanya masih di bawah umur: AG (14), AL (14), dan NS (10), ketiganya santri pondok. Mereka memukul dan menendang korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewo, pada Jumat (19/12/2025).

Polisi masih mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat. Ketiga anak itu diduga melakukan pengeroyokan di kamar Ponpes pada Sabtu (13/12/2025) dan Minggu (14/12/2025). Motif awal yang diduga memicu penganiayaan adalah ketidakpatuhan korban untuk mandi dan mencuci.

“Penganiayaan yang fatal terjadi pada hari Sabtu. Pada hari Minggu, A dan N juga melakukan kekerasan sebelum orang tua korban datang,” jelas Agung.

Luka dan Kondisi Korban

Akibat perundungan, MMA mengalami luka lebam di sekujur tubuh dada, kepala, perut, kaki, dan tangan. Polisi juga menemukan coretan tinta dan tipex di kepala korban. Meski pelaku menggunakan tangan kosong dan tidak menimbulkan luka terbuka, penganiayaan berulang itu memperparah kondisi MMA hingga meninggal.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Proses Hukum dan Motif

Polres Wonogiri memastikan proses hukum kasus ini akan berlangsung adil dan terbuka. Polisi tengah memeriksa pengurus Ponpes untuk mendalami kemungkinan kelalaian dalam pengawasan santri.

“Kami masih memeriksa beberapa pengurus Ponpes. Kami ingin transparan dan adil, serta memahami kenapa hal ini bisa terjadi,” ujar Agung.

Ketiga anak pelaku terancam hukuman berdasarkan beberapa pasal: tindak pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan kematian (Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak), Pasal 170 Ayat 2 KUHPidana, atau Pasal 351 Ayat 3 KUHPidana Jo UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dampak Sosial

Kasus ini menyoroti risiko perundungan di lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Santri dan keluarga menjadi pihak yang paling terdampak, menghadapi trauma mendalam dan ketakutan atas keselamatan anak-anak mereka. Komunitas lokal dan pengurus pondok juga terpaksa meninjau kembali sistem pengawasan dan disiplin internal untuk mencegah tragedi serupa.

Refleksi Tabooo

Kematian MMA menyisakan pertanyaan serius: bagaimana budaya kekerasan terselubung bisa muncul di lembaga pendidikan yang seharusnya mendidik dan melindungi anak-anak? Pengawasan, disiplin, dan empati tampak masih menjadi PR besar. Sayangnya, kasus ini membuktikan bahwa terkadang aturan dan tradisi berjalan di jalur yang salah sambil meninggalkan jejak tragis bagi korban yang tak bersalah. @dimas

Tags: bullyingkekerasanPendidikanPenganiayaan

Kamu Melewatkan Ini

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

by teguh
Mei 13, 2026

Sebuah video membuat publik berhenti scroll. Bukan karena keributan. Bukan juga karena drama panggung lomba. Publik justru menyorot keberanian seorang...

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Mengaku Keturunan Nabi, Lalu Tersangka: Apa yang Terjadi di Balik Ponpes Pati?

Mengaku Keturunan Nabi, Lalu Tersangka: Apa yang Terjadi di Balik Ponpes Pati?

by dimas
Mei 4, 2026

Kasus di sebuah pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah, mulai menjadi sorotan setelah pendiri berinisial AS menjadi tersangka dalam dugaan...

Next Post
Tragedi Ponpes Manjung: Santri 12 Tahun Tewas Akibat Bullying

Tragedi Ponpes Manjung: Santri 12 Tahun Tewas Akibat Bullying

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id