Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sahur Berdarah di Bekasi: Suami Tewas, Istri Kritis Diduga Korban Perampokan

by dimas
Maret 3, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Suasana sahur di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, berubah menjadi tragedi pada Senin (2/3/2026). EU (65) meregang nyawa di kamar rumahnya. Istrinya, PW (60), terbaring kritis dengan luka berat di kepala. Keluarga menemukan keduanya dalam kondisi mengenaskan menjelang imsak.

Tragedi itu bermula dari kegelisahan seorang anak.

Alarm Berbunyi, Rumah Tetap Sunyi

Setiap hari, PW membangunkan putrinya, DNA, sekitar pukul 03.00 WIB untuk sahur. Namun pagi itu, tak ada ketukan pintu. Tak ada suara langkah di lorong. Alarm DNA berbunyi pukul 04.15 WIB, tetapi suasana rumah tetap hening.

DNA turun ke lantai bawah untuk mencari orangtuanya. Ia memanggil ibunya, namun tak mendapat jawaban. Ia hanya mendengar suara samar seperti dengkuran dari dalam kamar. Perasaan tak enak langsung menyergapnya.

DNA berusaha membuka akses kamar, tetapi gagal. Ia keluar rumah dan meminta bantuan warga. Lingkungan masih sepi. Ia lalu menghubungi keluarga untuk meminta pertolongan.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Pemandangan yang Menghentikan Sahur

Keluarga datang dan memecahkan kaca jendela agar bisa masuk. Mereka menemukan EU tergeletak di atas kasur dengan darah mengalir dari kepala. PW terkapar di lantai kamar dalam kondisi tak sadar.

Tenaga medis menyatakan EU meninggal dunia di lokasi. Keluarga segera membawa PW ke Rumah Sakit Primaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa dokter menemukan luka akibat benda tumpul di bagian belakang kepala kedua korban. Pukulan keras itu menunjukkan pelaku menyerang dari arah belakang.

Dugaan Perampokan Menguat

Polisi langsung memeriksa isi rumah dan mencatat sejumlah barang yang hilang. Gelang emas dan kunci mobil milik korban tidak ditemukan. Fakta ini mengarah pada dugaan perampokan yang berujung kekerasan.

Petugas menyisir setiap sudut rumah. Mereka menemukan bercak darah di teras, lantai ruang dalam, hingga area garasi. Bercak juga menempel di alat pengisi daya baterai mobil listrik. Temuan itu memperlihatkan bahwa pelaku bergerak di beberapa titik sebelum meninggalkan lokasi.

Tim membawa jenazah EU ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk autopsi. Penyidik terus memeriksa saksi dan mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sekitar perumahan.

Lingkungan Aman yang Mendadak Rapuh

Kasus ini mengguncang warga Prima Lingkar Asri. Selama ini mereka mengenal kawasan tersebut sebagai lingkungan yang relatif tenang. Kini, rasa aman itu runtuh dalam semalam.

Warga mulai mempertanyakan sistem keamanan lingkungan. Mereka menyoroti pengawasan malam hari dan akses keluar-masuk perumahan. Ramadan yang biasanya menghadirkan ketenangan justru dibuka dengan kecemasan.

Kejahatan semacam ini sering menyasar rumah saat penghuni terlelap. Jika motif ekonomi terbukti, maka kasus ini tidak sekadar menjadi perkara kriminal biasa. Ia mencerminkan tekanan sosial yang kian terasa di wilayah penyangga ibu kota.

Polisi masih memburu pelaku dan menelusuri motifnya. Sementara itu, satu keluarga menghadapi kehilangan besar di awal Ramadan.

Sahur biasanya menguatkan kebersamaan. Pagi itu, sahur justru menghadirkan luka. Di kota yang tak pernah benar-benar tidur, bahaya kadang datang justru saat semua orang merasa paling aman. @dimas

Tags: bekasiKeamanan NegaraKriminalKritisPembunuhanperampokanSahur

Kamu Melewatkan Ini

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Geng Hilang, Ketakutan Datang: di Balik “Keamanan” El Salvador

Geng Hilang, Ketakutan Datang: di Balik “Keamanan” El Salvador

by Waras
April 27, 2026

El Salvador terlihat lebih aman hari ini. Jalanan lebih tenang. Angka pembunuhan turun tajam. Tapi satu pertanyaan belum hilang: ini...

Pisau di Bandara Langgur: Saat Politik Lokal Kehilangan Rem

Pisau di Bandara Langgur: Saat Politik Lokal Kehilangan Rem

by teguh
April 20, 2026

Minggu siang, 19 April 2026, Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur berubah mendadak dari ruang kedatangan menjadi ruang duka. Agrapinus Rumatora...

Next Post
KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Harta Rp 85,6 Miliar Jadi Sorotan

KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Harta Rp 85,6 Miliar Jadi Sorotan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id