Tabooo.id: Global – Rusia kembali menyalakan perang dengan Ukraina. Kamis (8/12/2026) malam, Moskwa menembakkan rudal hipersonik Oreshnik ke Lviv, kota perbatasan Ukraina dengan Eropa Barat. Senjata ini termasuk yang paling canggih di gudang amunisi Rusia. engan kecepatan sekitar 13.000 kilometer per jam (10 kali kecepatan suara), rudal itu menembus pertahanan musuh yang hampir tidak bisa mencegahnya.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan itu. Ia menilai tindakan Rusia mengancam stabilitas kawasan. “Serangan di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO adalah ancaman besar bagi keamanan Eropa dan ujian bagi komunitas transatlantik,” tegas Sybiha melalui akun X, Jumat (9/1/2026). Dia mendesak komunitas internasional menanggapi keras langkah gegabah Rusia.
Di Lviv, otoritas lokal melaporkan ledakan hebat yang menghantam fasilitas infrastruktur vital. Komando Udara Ukraina menegaskan rudal meluncur dengan kecepatan fantastis sepanjang lintasan balistik, sehingga menimbulkan ancaman serius bagi warga sipil.
Sementara itu, Rusia mengonfirmasi serangan. Kementerian Pertahanan menyatakan, Angkatan Bersenjata Rusia menembakkan serangan masif dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi, termasuk sistem Oreshnik. Mereka tidak merinci lokasi target secara spesifik.
Alasan Moskwa dan Dampak Global
Moskwa mengklaim serangan ini balasan atas dugaan serangan Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin bulan lalu. Namun, intelijen AS menegaskan Ukraina tidak menyerang Putin.
Serangan ini terjadi di momen sensitif. Presiden AS Donald Trump dan utusannya tengah berupaya mengakhiri perang, sementara AS baru saja menyita kapal tanker minyak Rusia pada Rabu (7/1/2026). Moskwa memperingatkan, Rusia akan menarget setiap pasukan Eropa yang dikirim ke Ukraina di masa depan.
Siapa Diuntungkan dan Dirugikan
- Diuntungkan: Rusia, yang memperlihatkan kekuatan militernya dan memberi tekanan strategis pada Barat.
- Dirugikan: Warga sipil Ukraina yang menghadapi risiko langsung dari serangan hipersonik, stabilitas kawasan Eropa, dan upaya diplomasi internasional.
Pada akhirnya, perang bukan hanya soal peluru dan rudal. Ketika Moskwa menembakkan senjata tercanggihnya, warga sipil yang membeku di suhu ekstrem membayar harga langsung, sementara para pemimpin dunia duduk menatap peta dan spreadsheet. Dalam konflik modern, tampaknya yang paling cepat bukan selalu yang selamat, tetapi yang paling dingin kepala dan hangat dompet. (red)




