Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

AS dan Ambisi Wilayah: Dari Louisiana sampai Alaska, Greenland Jadi Target

by sigit
Januari 10, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS. “Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, dan Denmark tidak mampu melakukannya,” ujarnya, seperti dikutip dari Fox News.

AS Sudah Lama Hadir di Greenland

Ambisi AS menguasai wilayah asing bukan hal baru. Sejak Perang Dunia II, AS menempatkan 100 personel militer di fasilitas Pituffik, ujung barat laut Greenland. Saat Nazi menduduki Denmark, pasukan AS membangun stasiun militer dan radio di sana. Selain itu, Trump menegaskan AS perlu mengontrol Greenland karena kapal Rusia dan China terus berlayar di wilayah yang dihuni sekitar 58 ribu jiwa.

Sejarah AS “Mencaplok” Wilayah

Trump bukan presiden pertama yang mencoba menguasai Greenland. Upaya serupa gagal pada 1867 dan 1946. Namun, AS memiliki catatan panjang menambah wilayah dari negara lain. Berikut delapan wilayah yang pernah AS caplok:

  • Louisiana (1803) – AS membeli dari Prancis seharga USD 15 juta; kini mencakup 23,3% wilayah AS.
  • Lembah Sungai Merah (1818) – AS memperoleh wilayah ini gratis melalui Konvensi Anglo-Amerika.
  • Florida (1819) – AS mengambil Florida Timur dari Spanyol; melepaskan klaim Florida Barat.
  • Texas (1845) – Setelah memisahkan diri dari Meksiko, AS menganeksasi 626.000 km².
  • Oregon (1846) – AS menambahkan 460.000 km², termasuk Oregon, Washington, Idaho, dan sebagian Montana & Wyoming.
  • California hingga Colorado (1848) – AS mengambil California, Nevada, Utah, dan sebagian Arizona, Colorado, New Mexico, Wyoming setelah Perang Meksiko-Amerika.
  • Gadsden (1853) – AS membeli dari Meksiko seharga USD 10 juta, mencakup sebagian New Mexico dan Arizona di Lembah Mesilla.
  • Alaska (1867) – AS membeli dari Rusia seharga USD 7,2 juta; wilayah ini kaya minyak dan sumber daya alam.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan

Secara jelas, perusahaan militer dan industri pertahanan AS mendapat keuntungan karena akses strategis ke Arktik. Sementara itu, Denmark yang berdaulat dan masyarakat lokal Greenland berisiko kehilangan kendali atas tanah mereka.

Sejarah membuktikan bahwa AS tidak ragu menambah wilayahnya demi kepentingan strategis. Greenland mungkin bukan yang terakhir. Sambil dunia menatap peta, rakyat hanya bisa bertanya: apakah keamanan nasional benar-benar soal pertahanan, atau sekadar peluang bagi negara kuat menambah “koleksi” wilayah? (red)

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Tags: ASDenmarkDonald TrumpGreenland

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Ini Bukan Sekadar Insiden: Saat Pengamanan Paling Ketat Ikut Retak

Bukan Sekadar Insiden: Saat Pengamanan Paling Ketat Ikut Retak

by eko
April 26, 2026

Satu suara memecah malam yang tenang. Dalam hitungan detik, acara elit seperti White House Correspondents' Dinner berubah jadi situasi darurat....

Next Post
BRIN: PLTN Bisa Lebih Cepat dari 2032

BRIN: PLTN Bisa Lebih Cepat dari 2032

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id